pindahan : hari pertama di igar
Ganti Photo (Lagi)
Semalam aku berhasil memotong beberapa foto... (kekekek... bukannya ngerjain thesis, latian You Take My Breath Away, atau latian ujian, malah motongin foto). Jadi sekarang mau ganti background photo lagi. Yang ini mudah2an bagus, karena gak pakek jins... jadi gak banyak warna gelap yang membuat tulisan di atasnya sulit terbaca.
Biar posting tentang "Ganti Photo" yang pertama tetap dimengerti, aku akan pasang screen capture-nya background yang dulu. Ini dia...
Biar posting tentang "Ganti Photo" yang pertama tetap dimengerti, aku akan pasang screen capture-nya background yang dulu. Ini dia...
Ganti Photo
Aku iseng mengganti background photo blog ini. Terjadi sedikit kesalahan teknis. Tapi kubiarkan saja... abis lucu sih jadinya. Jadi tadi pas ngutak-ngatik foto di Fort Rotterdam itu, aku menambahkan lighting tambahan dari atas, tujuannya biar mukaku yang kena bayangan jadi lebih terang. Dah gitu aku kasih filter Film Grain (Photoshop). Aku terlalu sibuk mikirin bagian atas fotoku itu... Pas udah disave jadi GIF, terus aku liat... jreng-jreng... ternyata kakiku yang gelap (karena lightingnya kan tadi dari atas) jadi titik-titik hitam... kayak orang abis nyemplung kubangan... Wahahaha... atau dalam imajinasi yang lebih positif: kakiku jadi kayak pakek stoking, tapi stokingnya sobek-sobek... wakakakak...
Ah sutralah... lumayan, ganti suasana... biar gak bosen.
Ah sutralah... lumayan, ganti suasana... biar gak bosen.
Berani Untuk Melangkah…
Memang diperlukan keberanian untuk melangkah maju ke depan.Bidadari Words, dari tempelan dinding di tempat les pianoku. Memulai sesuatu untuk menjadi lebih baik, haha… itu dia… seringkali kita ragu, takut, atau malas untuk memulai sesuatu. Kadang-kadang kita harus dijorokin terlebih dahulu untuk mulai maju. (Dijorokin = didorong, bukan dibuat menjadi jorok hehehe).
Namun bagaimana berani kalau kita tetap diam di tempat.
Memang selalu ada resiko ketika kita melangkah, bisa jadi kita jatuh, nginjek sesuatu (yang bau…), atau menemui halangan. Tapi.. bisa jadi lebih besar kemungkinan kita bisa melangkah dengan sukses, kemudian melangkah lagi, dan melangkah lagi, apalagi kalau kita memegang teguh pepatah yang selalu dikatakan oleh ibu-ibu yang suaranya dikumandangkan di bus Trans Jakarta: Hati-hati melangkah…
Mungkin khusus untuk aku, Bidadari Words-nya harus dimodifikasi jadi:
Memang diperlukan keberanian untuk menyetir maju ke depan…Tapi gimana dengan parkir mundur yaa…?? Gak terakomodir oleh Modified Bidadari Words itu dunk…
Vanilla
- Vanilla diambil dari sejenis tumbuhan anggrek yang berasal dari Mexico.
- Meskipun berasal dari Mexico, produsen vanilla yang terbesar saat ini adalah Madagaskar.
- Coca-cola Corp. mengkonsumsi paling banyak ekstrak vanilla.
- Vanilla biasa digunakan juga untuk menyatakan sesuatu yang "plain" atau "konvensional".
- Menurut www.vanilla.com, beberapa khasiat Vanilla antara lain adalah menenangkan saraf, membantu mengurangi berat badan, dan mengangkat mood.
- Salah satu rasa ice cream favoritku di New Zealand Natural adalah Natural D'Lite, es krim Vanilla yang (katanya) 96% Fat Free. Plain, sederhana, simple, dan yummy...
- Susu bubuk favoritku adalah Hi-Lo Active rasa Vanilla dengan gula (bukan yang versi Sugar Free). Minumnya gak pakek terpaksa... anget enak, dingin juga enak... baunya juga hmm... menggugah selera.
- Wewangian favoritku adalah The Body Shop yang aroma Vanilla. Sayangnya sekarang sudah gak diproduksi lagi. Hiks...
- Aku baru saja mulai memakai body mist Natural Wonders yang aroma Vanilla Delight.
- Pertama kenalan dengan wewangian Vanilla adalah body spray antah berantah di toko 2 dolar-an. Pas kupakai ke kampus, ada teman yang bilang (sehabis mengendus-endus mungkin): vanilla? wah, "sahabat pilihan"-mu juga suka vanilla git.
- Aku suka beli hio rasa Vanilla di Mirota Batik. Dan aku pernah menyelipkan hio vanilla sebagai batas buku makro ekonomi.
- Aku suka banget sama Vanilla Coke yang kutemukan di Shanghai, sampe minum 2 botol dalam sehari. Enak bangeeettt... sayangnya gak ada edisi Indonesianya.
- Aku beli sabun rasa Vanilla di Plaza Ambarukmo. Baunya enak... membuat koperku jadi wangi. Hihihi...
- Kesimpulannya aku suka sama Vanilla, seperti halnya aku menyukai baju warna putih => takut sama ketombe kali.... hehehe...
- Meskipun berasal dari Mexico, produsen vanilla yang terbesar saat ini adalah Madagaskar.
- Coca-cola Corp. mengkonsumsi paling banyak ekstrak vanilla.
- Vanilla biasa digunakan juga untuk menyatakan sesuatu yang "plain" atau "konvensional".
- Menurut www.vanilla.com, beberapa khasiat Vanilla antara lain adalah menenangkan saraf, membantu mengurangi berat badan, dan mengangkat mood.
- Salah satu rasa ice cream favoritku di New Zealand Natural adalah Natural D'Lite, es krim Vanilla yang (katanya) 96% Fat Free. Plain, sederhana, simple, dan yummy...
- Susu bubuk favoritku adalah Hi-Lo Active rasa Vanilla dengan gula (bukan yang versi Sugar Free). Minumnya gak pakek terpaksa... anget enak, dingin juga enak... baunya juga hmm... menggugah selera.
- Wewangian favoritku adalah The Body Shop yang aroma Vanilla. Sayangnya sekarang sudah gak diproduksi lagi. Hiks...
- Aku baru saja mulai memakai body mist Natural Wonders yang aroma Vanilla Delight.
- Pertama kenalan dengan wewangian Vanilla adalah body spray antah berantah di toko 2 dolar-an. Pas kupakai ke kampus, ada teman yang bilang (sehabis mengendus-endus mungkin): vanilla? wah, "sahabat pilihan"-mu juga suka vanilla git.
- Aku suka beli hio rasa Vanilla di Mirota Batik. Dan aku pernah menyelipkan hio vanilla sebagai batas buku makro ekonomi.
- Aku suka banget sama Vanilla Coke yang kutemukan di Shanghai, sampe minum 2 botol dalam sehari. Enak bangeeettt... sayangnya gak ada edisi Indonesianya.
- Aku beli sabun rasa Vanilla di Plaza Ambarukmo. Baunya enak... membuat koperku jadi wangi. Hihihi...
- Kesimpulannya aku suka sama Vanilla, seperti halnya aku menyukai baju warna putih => takut sama ketombe kali.... hehehe...
laki-laki ga sopan
PRJ
Setelah bertahun-tahun gak ke PRJ, akhirnya kemaren diniatin ke PRJ. Niat awalnya hanya mencari toko Snoopy, tapi ternyata...
Overview
Masuk ke PRJ mesti bayar 15rb kalo hari biasa atau 20rb kalo hari minggu, parkirnya pun sekali masuk 7000. Tapi dengan tarif yang cukup tinggi itu saja, PRJ-nya dah penuh, apalagi kalo gretongan. Hampir semua gedung di areal PRJ itu dipergunakan untuk stand. Luas banget bok... jadi harus siap secara fisik dan mental. Harus fit lah... perlengkapan juga harus sesuai, misalnya jangan pakek sepatu kantor dengan hak tinggi..hehehe...
Segala macem ada di PRJ. Mau makanan? Tinggal pilih... dari yang tradisional sampe modern tersedia. Mau pakaian? Dari yang kelas pasar sampe kelas mall juga ada (kecuali Lee Cooper, gak nemu tuh, padahal Levi's, Lea, Giordano dan jeans2 lain buka stand) . Boneka? Alat dapur? Elektronik? Komputer? Kasur? Buku? Bahkan aku menemukan ada developer perumahan buka stand di PRJ...
Cadbury
Stand pertama yang menarik perhatianku adalah Cadbury. Ya coklat Cadbury itu... Stand-nya sempit karena penuh dengan rak-rak berisi coklat, coklat, dan coklat. Aku beli coklat rasa baru: Yoghurt Blue Berry!! Dapat hadiah tempat HP Spiderman loh... hihihi...
Casio
Stand kedua adalah stand-nya Casio, ada Casio Privia. Mbak-mbak dan mas-masnya malah asik ngobrol sendiri. Tapi ketika aku menunjukkan minat, si mbak-mbaknya langsung memasukkan aku ke dalam ruang kedap suara, terus dia duduk ngobrol2 lagi. Aneh banget sih... tapi mungkin dia memang gak terlalu paham tentang produk2 ini, jadi dia lebih memilih supaya aku ngoprek sendiri di dalam ruangan tadi.
Di dalam ruangan itu ada 3 tipe Privia: Px-310, CDP-100, dan Px-700. Tipe Px-410R ada di luar, gak tercolok ke listrik sepertinya. Aku coba yang 310. Barangnya slim banget, tapi aku gak familiar sama control panel-nya, abis gak ada screen-nya, jadi harus baca manual, which is gak ada di situ gitu loh... Akhirnya nyoba-nyoba aja. Suaranya kenceng juga bok. Setelah puas, terus aku keluar, sedikit melirik pada si Px-410R, ukurannya slightly lebih besar dari 310, tapi lebih slim dibandingkan Px-400R. Abis itu aku pergi, sambil mengambil brosur berisi alamat si Sole Distributor. Yah... sekarang aku gak pengen beli, tapi kalau-kalau...
Berca Sportindo
Yang agak lama diputer-puterin adalah tokonya Berca Sportindo yang jual sepatu Nike. Iya nih, udah lama gak mengkonsumsi sepatu olahraga (kalo disingkat jadi: udah lama gak olahraga). Hehehe... rencananya kan mau nyoba paket bulanan di tempat fitness, tapi bukan pengen pake alat-alat fitness-nya. Lebih pengen ikut kelas-kelasnya. Jadi harus survey sepatu dulu kan...
American Donuts
Yang ini "donat tradisional", mungkin lebih tepatnya "donat konvensional". Biasa banget, tapi justru di situ letak kelezatannya: sederhana dan gak neko-neko. Konon American Donuts ini sudah ada sejak PRJ masih di monas dulu. Malahan di kantong plastiknya tertulis sejak 1968. Stand-nya American Donuts ini bertebaran di mana-mana di areal PRJ. Kalo lagi gak PRJ, American Donuts bisa didapat di daerah Fatmawati, selain itu ada di dekat Carrefour ITC Kuningan.
Yang Jualan Parfume Lomani
Aku gak tauk nama perusahaannya apa... pokoknya dia distributor parfum Lomani, terus parfum yang Disney series, juga Natural Wonders. Aku nyobain parfum2nya, gak ada yang tertarik, sampe ketemu sama body mist-nya Natural Wonders yang rasa Vanilla. Akhirnya malah beli paket berisi tas mandi, spons mandi, body mist botol besar, body mist botol kecil, dan body lotion. Semuanya vanilla... yummy... Abis The Body Shop dah gak jualan rasa Vanilla lagi sih. I luv vanilla....
Matahari
Haha... yang ini mah... gak di Jakarta, gak di Cirebon, even udah susah-susah ke PRJ, teteuup... mainnya ke Matahari. Gak dapet apa-apa sih... tapi takjub aja... ada sandal-sandal cantik seharga 20rb. Sayangnya sandal yang ditaksir gak ada yang ukurannya pas. Terus aku sempet nemu selop lancipnya Yongki Komaladi, 30rb saja, tapi kok hanya kaki kanan saja ya...?!
Toko Bantal
Aku beli bantal gepeng yang kecil, gambarnya... Snoopy lagi main Saxophone!! Rencananya mau aku bawa ke Utan Kayu, karena bantalnya yang di Utan Kayu tuh tebel banget, malah bikin leher pegel-pegel. Udah lama pengen beli bantal gituan, pas banget kan nemu yang Snoopy with Saxophone...
Kesimpulan
Dah pasti lah keluar dari PRJ dengan pegel-pegel, ujung jari kakiku sakit, gara-gara kakiku agak melorot di dalam sepatu (yang karena melar jadi kegedean itu). Tapi lumayan lah... puas... Buat para pecinta belanja yang berada di Jakarta, rugi kalo gak dateng ke PRJ... Aku aja yang gak tukang belanja menikmati serunya penjelajahan PRJ.
Overview
Masuk ke PRJ mesti bayar 15rb kalo hari biasa atau 20rb kalo hari minggu, parkirnya pun sekali masuk 7000. Tapi dengan tarif yang cukup tinggi itu saja, PRJ-nya dah penuh, apalagi kalo gretongan. Hampir semua gedung di areal PRJ itu dipergunakan untuk stand. Luas banget bok... jadi harus siap secara fisik dan mental. Harus fit lah... perlengkapan juga harus sesuai, misalnya jangan pakek sepatu kantor dengan hak tinggi..hehehe...
Segala macem ada di PRJ. Mau makanan? Tinggal pilih... dari yang tradisional sampe modern tersedia. Mau pakaian? Dari yang kelas pasar sampe kelas mall juga ada (kecuali Lee Cooper, gak nemu tuh, padahal Levi's, Lea, Giordano dan jeans2 lain buka stand) . Boneka? Alat dapur? Elektronik? Komputer? Kasur? Buku? Bahkan aku menemukan ada developer perumahan buka stand di PRJ...
Cadbury
Stand pertama yang menarik perhatianku adalah Cadbury. Ya coklat Cadbury itu... Stand-nya sempit karena penuh dengan rak-rak berisi coklat, coklat, dan coklat. Aku beli coklat rasa baru: Yoghurt Blue Berry!! Dapat hadiah tempat HP Spiderman loh... hihihi...
Casio
Stand kedua adalah stand-nya Casio, ada Casio Privia. Mbak-mbak dan mas-masnya malah asik ngobrol sendiri. Tapi ketika aku menunjukkan minat, si mbak-mbaknya langsung memasukkan aku ke dalam ruang kedap suara, terus dia duduk ngobrol2 lagi. Aneh banget sih... tapi mungkin dia memang gak terlalu paham tentang produk2 ini, jadi dia lebih memilih supaya aku ngoprek sendiri di dalam ruangan tadi.
Di dalam ruangan itu ada 3 tipe Privia: Px-310, CDP-100, dan Px-700. Tipe Px-410R ada di luar, gak tercolok ke listrik sepertinya. Aku coba yang 310. Barangnya slim banget, tapi aku gak familiar sama control panel-nya, abis gak ada screen-nya, jadi harus baca manual, which is gak ada di situ gitu loh... Akhirnya nyoba-nyoba aja. Suaranya kenceng juga bok. Setelah puas, terus aku keluar, sedikit melirik pada si Px-410R, ukurannya slightly lebih besar dari 310, tapi lebih slim dibandingkan Px-400R. Abis itu aku pergi, sambil mengambil brosur berisi alamat si Sole Distributor. Yah... sekarang aku gak pengen beli, tapi kalau-kalau...
Berca Sportindo
Yang agak lama diputer-puterin adalah tokonya Berca Sportindo yang jual sepatu Nike. Iya nih, udah lama gak mengkonsumsi sepatu olahraga (kalo disingkat jadi: udah lama gak olahraga). Hehehe... rencananya kan mau nyoba paket bulanan di tempat fitness, tapi bukan pengen pake alat-alat fitness-nya. Lebih pengen ikut kelas-kelasnya. Jadi harus survey sepatu dulu kan...
American Donuts
Yang ini "donat tradisional", mungkin lebih tepatnya "donat konvensional". Biasa banget, tapi justru di situ letak kelezatannya: sederhana dan gak neko-neko. Konon American Donuts ini sudah ada sejak PRJ masih di monas dulu. Malahan di kantong plastiknya tertulis sejak 1968. Stand-nya American Donuts ini bertebaran di mana-mana di areal PRJ. Kalo lagi gak PRJ, American Donuts bisa didapat di daerah Fatmawati, selain itu ada di dekat Carrefour ITC Kuningan.
Yang Jualan Parfume Lomani
Aku gak tauk nama perusahaannya apa... pokoknya dia distributor parfum Lomani, terus parfum yang Disney series, juga Natural Wonders. Aku nyobain parfum2nya, gak ada yang tertarik, sampe ketemu sama body mist-nya Natural Wonders yang rasa Vanilla. Akhirnya malah beli paket berisi tas mandi, spons mandi, body mist botol besar, body mist botol kecil, dan body lotion. Semuanya vanilla... yummy... Abis The Body Shop dah gak jualan rasa Vanilla lagi sih. I luv vanilla....
Matahari
Haha... yang ini mah... gak di Jakarta, gak di Cirebon, even udah susah-susah ke PRJ, teteuup... mainnya ke Matahari. Gak dapet apa-apa sih... tapi takjub aja... ada sandal-sandal cantik seharga 20rb. Sayangnya sandal yang ditaksir gak ada yang ukurannya pas. Terus aku sempet nemu selop lancipnya Yongki Komaladi, 30rb saja, tapi kok hanya kaki kanan saja ya...?!
Toko Bantal
Aku beli bantal gepeng yang kecil, gambarnya... Snoopy lagi main Saxophone!! Rencananya mau aku bawa ke Utan Kayu, karena bantalnya yang di Utan Kayu tuh tebel banget, malah bikin leher pegel-pegel. Udah lama pengen beli bantal gituan, pas banget kan nemu yang Snoopy with Saxophone...
Kesimpulan
Dah pasti lah keluar dari PRJ dengan pegel-pegel, ujung jari kakiku sakit, gara-gara kakiku agak melorot di dalam sepatu (yang karena melar jadi kegedean itu). Tapi lumayan lah... puas... Buat para pecinta belanja yang berada di Jakarta, rugi kalo gak dateng ke PRJ... Aku aja yang gak tukang belanja menikmati serunya penjelajahan PRJ.
