difference between knowing the path and walking the path

kalimat itu sih bukan kalimat gw. itu kalimatnya si Morpheous di film Matrix. tapi di sini gw nggak bakal ngebahas film yg mbuat gw pusing dan baru ngerti setelah beberapa tahun gw menonton dvdnya :)

sering kali gw terwacanakan tentang sesuatu, baik dari buku-buku, majalah, koran, tabloid, ato bahkan nasihat-nasihat. sering banget gw ngeliat temen gw yang biasanya ceria, tapi pada suatu hari kok seperti dirundung mendung...

terkadang kesamaan nasib dan pengalaman dapat membuat kita menjadi merasakan kesamaan tersebut lebih dalam. berbagi apa yang telah gw alami, dan meneruskan apa yg telah gw denger. sering banget gw sendiri tersentak dan tersadarkan ketika gw menunjukkan jalan untuk temen-temen gw. gw baru sadar kalo gw sebenernya tahu jalan itu, tapi kenapa sulit banget untuk melaluinya.
sulit sekali menjalani kesedihan yang mendalam, tapi mudah sekali menunjukkan jalan untuk melewati kepedihan dan kesedihan. makanya, terkadang ketika gw lagi dirundung sedih gak jarang melihat lebih jauh. melewati dengan tertatih-tatih, dan nggak bergerak jauh dari awal kesedihan itu. meski gw udah tau dimana jalan menuju keluar dari kesedihan ini...
[kali ini gw terdistracted dari niatan awal gw untuk belajar footprinting :( it's okay, tomorrow still got little time]

happy islamic new year!

wah, udah tahun baru lagi ya.. hmm.. tahun kemarin apa aja amalan yg udah kulakukan, trus minus larangan yg (gak) sengaja kulakukan..

ah, tahun ini, pingin lebih baik dari tahun kemarin ah (cliche gak ya?) pinginnya sih tahun ini malah udah bisa memenuhi sunnah Rasulullah, sama seperti sepupu ku yang udah merit tanggal 29 Januari 2006 kemarin.. tapi apalah daya, blom ada yang mau menerima kenyataan pahit untuk hidup bersamaku :P hehehehe...

anyway,


selamat tahun baru islam
1 muharram 1427 hijriah


langkah konkritnya apaan ya? hmmm... mindahin harta produktif ke jenis simpanan yang bebas riba kali ya? baru itu yg bisa gw lakukan :) hijrahnya dikit-dikit dulu..

oiya, tahun baru islam kemarin kayanya yg paling meriah yg pernah gw tau. di depan masjid agung palembang, di malam tahun baru ada perayaan lampion yang bertuliskan Allah, SWT dan Muhammad SAW. Trus juga gak kalah menariknya fireworks, berlatarkan jembatan ampera--jembatan kebanggaan wong palembang..

nice celebration, i think..

brand new blogs


(gambar diambil tanpa seizin dari situs http://news.bbc.co.uk/2/hi/health/medical_notes/363368.stm)

setelah dipikir-pikir, kayanya diksi yg aku pilih untuk judul dan deskripsi blog ini terlalu tidak memiliki nilai rasa.makanya di ubah dikit :)

sebuah pusat kendali yang bernama otak, nggak lebih dari lipatan-lipatan 'daging'. tapi bisakah dibayangkan bagaimana otak bekerja? bagaimana otak mampu mengingat? bagaimana otak mampu menstimulus pikiran kita tentang rasa sehingga kita yakin bahwa rasa itu memang ada, bagaimana otak mengatur seluruh gerakan syaraf dan otot motorik sehingga kita dapat menggerakkan mouse, mengetikkan jari jemari kita di atas keyboard? Subhanallah, maha suci Allah yang telah menciptakan manusia dengan begitu sempurnanya. CiptaanNYA yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk ciptaan lainnya.

nggak ada alasan untuk tidak bersyukur atas segala apa yang telah dia berikan kepadaku. nggak ada alasan untuk tidak bersyukur atas apa yang telah terjadi dan apa yang telah kualami akhir-akhir ini..

j'ai de mauvais jours dernièrement

tapi aku harus tetap melaluinya, karena aku yakin bahwa tidak ada nahkoda yang hebat akan terlahir dari lautan yang tenang... gejolak jiwa yang nggak pernah berhenti ini pernah menghempaskan ku pada sebuah titik hitam. tak ingin ku mengulanginya kembali, tak ingin ku terhempas kembali...


As my soul heals the shame
I will grow through this pain
Lord I'm doing all I can
To be a better man
(robbie williams - better man)

perfeksionis

hmm.. pagi ini terlintas di kepala gw untuk nulis sesuatu tentang apa yg gw inget. Tapi baru masuk ke blogger.com, ealah ternyata "Down for Maintenance". Dan ada yg mbuat gw bingung... di situ tertulis: "This downtime will last 30 minutes from 4pm-4:30pm (PST)". Nah, PST ini yg gw selalu pusing untuk menghapalnya.. kenapa dia nggak nulis (GMT+x) kan lebih enak, jadi gw gak perlu susah susah menghapal PST = X + GMT. Blum lagi kalo gw nonton FOX Channel, waktunya dinyatakan dalam EST.

Tapi, justru inilah yg mengganggu gw. Gw selalu mengatakan kl gw bukanlah orang yang perfeksionis. Tapi justru hal-hal yg kaya gini gw menjadi paradoks dengan omongan gw. Gw selalu pingin tau apa yg gw gak tau. Too curious to know. Sering banget temen-temen gw bilang: "tin, curious can kill the cat".. maksudnya mungkin jangan terlalu ingin tahu terhadap sesuatu. But it's me..

Bibit-bibit perfeksionis itu ndiri gak tau kapan munculnya. Yang jelas, semua yg gw lalui harus sempurna dan sesuai dengan keinginanku. Kesempurnaan adalah kondisi ideal, tapi ketidaksempurnaan nggak dapat ditoleransi..

bodoh..

gak sengaja gw nonton filmnya J-Lo, "Angel Eyes". Ada kalimat yg membuat gw terdiam, termenung, dan memikirkan apa yang telah terjadi akhir-akhir ini. Pouge (Jennifer Lopez) bilang:

semua tak harus sempurna, semua bisa berjalan dengan apa adanya...

Kenapa gw nggak bisa melakukan apa yang nggak sempurna? padahal gw tau sempurna itu nggak ada. kenapa gw sering banget mengejar keadaan yang mendekati sempurna? dan malah membuat yang kurang sempurna menjadi benar-benar tidak terjadi?

... menghela nafas panjang ...

~a note on behalf of every moment that has been ruined by perfectionist me~

Post Scriptum: eh, ternyata janjinya si Blogger nggak tepat juga. 4:30pm PST = 7:30AM WIB (GMT+7). Tapi baru jam 08:30AM WIB Blogger baru idup. Ato gw yg salah ngitung PST to GMT+7? Bukannya PST = GMT-8?

‘where would I go from here?’

senin pagi, 23 januari 06 00:42

br saja kuselesaikan kewajibanku terhadap yg khalik.dan skrg aku msh merenungi atas apa yg telah terjadi akhir2 ini.diketinggian lantai 4 sebuah gedung,menghadap jalan bebas hambatan yg gak ada matinya.tentunya sambil ditemani eyePOD dan commyku.


"where would my future be?"

sejujurnya,aku gak tau bkl ada dimana aku 5 thn lagi.msh ttp diinstitusi inikah?berkutat dgn mesin2 yg nggak pernah bisa ditebak,org2 yg hanya mengandalkan masa lalunya yg sibuk mengatakan kejayaan2 mereka dimasa lalu,org2 yg menganut prinsip ,ataukah mengejar mimpi,angan,dan idealismeku?tentunya dgn menapikkan org2 yg membenci teori dan idealisme! anganku mengejar bbrp standardisasi dibidang yg kuinginkan,impian melanjutkan kuliah ke jenjang yg lebih tinggi,serta idealisme dunia kerja yg saling berbagi dan saling mendukung..

ah,semuanya hanya menyesakkan dada dan pikiranku saja.belum lagi banyak mslh yg kerap menerjang ketenangan jiwaku,yg makin memuncak dan tinggal menunggu ledakannya di dalam sini..

bbrp potongan episode hidup yg akan datang tak juga kunjung jelas dan terang.. bagian dr masa depan tuk membangun sebuah kebersamaan yg dapat membawa diriku ke suatu tingkatan ketentraman yg telah dijanjikanNYA.suatu kebersamaan yg kelak akan mempertemukan keduanya kembali ke suatu masa dan tempat yg abadi.. ah,selimut kelabu itu kembali mengelilingiku.terkadang dpt membuatku nyaman dalam mengekplorasi jiwa yg kesepian ini,namun tak jarang merenggut kehadiran ceria yg selalu kunantikan..

tak jarang aku menyesali diri atas kebodohan yg kulakukan berkali2.kekonyolan yang tak berarti yg malah mendepakkan ku dari sebuah bayangan masa depan yg sangat kuinginkan.

tak ingin aku menjadi makhluk yg dimurkaiNya.makhluk yg tak pernah bersyukur atas apa yg telah dilimpahkannya padaku.ah,aku harus srg bersyukur atas apa yg telah kudapat.Dia telah berjanji akan menambah nikmatNYA hanya kepada umatnya yg bersyukur.

Allah,ya raab,ampunilah aku yg tak pernah merasa puas atas semua ini.yg terkadang aku melupakan diriMU,melupakan kekuasaanMU,menentang kehendakMU.berilah aku ketenangan dalam jiwa yg tengah berkecamuk ini.. aku tahu Engkaulah yg mengatur ini semua,dan aku yakin inilah jalan yg terbaik buatku.jalan yg harus kulalui dalam sisa hidup ini.terkadang aku tak bs membaca ayatmu di alam ini,tak bisa memahami apa yg telah engkau gariskan kepadaku..aku tau bahwa apa yg kusuka itu belum tentu terbaik buatku.tp aku juga sadar bahwa dalam keberhasilan usahaku,99% haruslah ihtiar dan 1% doa.. terkadang aku malah menolak apa yg Kau tunjukkan kepadaku.. inilah yg bagiku masih misteri atas masa depanku.. tuk memahami apa yg telah tergariskan disini..

yaa Raab,kuatkanlah aku untuk menjalani ini semua.. perkenankanlah doa dan pintaku.






diketik dan diposting langsung dari commy
diedit di pc,proses edit untuk menambahkan link dan kata-kata yang salah ketik

Asal ikut-ikutan, ikut asal-asalan

Akhir pekan kemarin, gw jalan-jalan sembari menikmati kota yang sedang dipengaruhi suasana Natal. Sambil ngelamun duduk di taksi, mata gw tertumbuk pada satu iklan yang terpasang dalam ukuran yang lumayan besar. Tampak seperti undangan untuk acara akhir tahun. Tapi, gw gak melihat gambar di iklan tersebut.Melainkan footernya yang bertuliskan: "RSVP (021-xxx-xxxx)" Hmm... satu lagi mengingatkan gw terhadap undangan dari Microsoft Indonesia untuk menghadiri suatu acara dan kalimat yang gw inget adalah: "untuk RSVP silakan hubungi 021-yyy-yyyy" Apalagi nih?

FYI, RSVP itu adalah singkatan dari Bahasa Prancis yang berbunyi: "réspondez, s'il vous plaît" artinya "mohon dibalas". Prancis menggunakan tata bahasa yang sopan untuk permohonan. Di dunia barat, RSVP biasanya dicantumkan di bagian akhir sebuah undangan. Pihak yang mengundang membutuhkan jawaban dari yang diundang apakah dia bisa datang atau tidak. Jadi bukan hanya menjawab bila tidak bisa datang. Pihak yang mengundang membutuhkan jawaban dari undangan ini untuk menentukan berapa jumlah tamu yang hadir, sehingga bisa menentukan berapa makanan dan minuman yang akan dipesan. Mungkin maksudnya biar nggak mubazir kali ya... beda dengan di Indonesia, dimana kalo ada undangan pernikahan aja makanan dihitung dengan pola perhitungan 2,5xjumlah undangan. Menurut mereka lebih baik lebih ketimbang kurang... beda ya?

Sekarang, mari kita balik lagi di Indonesia tentang RSVP ini. Contoh kasus iklan yang gw lihat di jalanan. Memang masih nyambung dia meletakkan RSVP sebagai footer dari iklannya. Karena iklan itu adalah undangan, dan bila ingin ikut silakan hubungi nomor tersebut. Beda halnya dengan RSVP yang "asli" yaitu bila bisa datang harap nelp, dan gak bisa dateng juga nelp. Tapi dalam kasus ini, RSVP lebih ke arah untuk melakukan reservasi. Kenapa? Coba aja nelp ke nomor tersebut, trus bilang: "wah, maap pak/bu. Saya nggak bisa memenuhi undangannya". Pasti dikira kita orang aneh :)

Trus untuk kasus undangan Microsoft. Yang ini nih yang agak aneh. Masa' institusi sebesar Microsoft melakukan kesalahan seperti ini sih? Ini jelas jelas salah menggunakan RSVP. Gw dulu pernah iseng nanyain ke beberapa temen-temen tentang apa itu RSVP. Kebanyakan jawabannya adalah: "RSVP itu ya Call Center untuk Reservasi". Dia mungkin merasa benar, karena banyak juga orang yang menganggap RSVP itu adalah untuk melakukan reservasi. Yang khawatirnya nanti RSVP itu oleh orang Indonesia dianggap bener untuk Reservasi.

So? Masih mau ngegunain RSVP untuk Reservasi? :)

hint: "googling aja RSVP"

Hmmmm…

Kemarin lagi iseng ngeliatin foto-foto My Friends di situs friendster. Banyak temen-temen gw yang udah merit mengganti foto utamanya menjadi foto anaknya, ato foto dia bersama anaknya. Lutuna :)

Kebayang sih, jadi ibu itu suatu anugrah yang terindah. Memang, nggak semua wanita bisa jadi ibu. Banyak faktor yang bisa menghambat usaha itu. Kalo jaman dulu, tiap kali pasangan yang udah nikah, trus gak dikaruniai keturunan lantas yang disalahkan pasti pihak wanita. Tapi, kalo dilihat lebih dalam lagi nggak selalu wanita yang salah. Emangnya laki-laki gak bisa 'salah' apa? Coba lihat, mulai dari faktor pretesticular, testicular, atau posttesticular, jumlah 'pasukan' kurang dari satu juta sel, bahkan azoospremia [referensi dari ayahbunda-online].

Trus apa? Sebelum merit periksa ke dokter trus hasilnya dua-duanya subur, udah ngerasa yakin bisa punya anak? Nggak juga lho... Gw yakin semua itu urusan yang Maha Kuasa, termasuk urusan jodoh, nikah, dan anak. Makanya gak heran, temen-temen gw yang dulunya 'penggila' ketika masih bujang, sekarang jadi rajin beribadah dan lebih taat menjalankan agama. Jangankan anak, lah calon istri/suami aja itu kalo nggak dideketkan oleh yang Maha Kuasa ya kagak bisa kenalan apa lagi bisa diajak merid.

Nah, demikian juga anak. Di dalam Islam, anak adalah amanat dari Allah, SWT untuk para orang tua. Kalau memang belum dapat anugrah seorang anak, percayalah. Itu adalah yang terbaik buat para orang tua. Tidak semua orang tua berhasil menjaga amanat tersebut. Kita lihat di koran-koran, televisi, dan berbagai media lainnya memberitakan anak membunuh orang tuanya sendiri, anak menjadi penjahat.

[let it be an unfinished thought...]

~ a tribute to a friend ~

Kebosanan di sela-sela rutinitas


Pernah gak si ngerasain bosen menjalani rutinitas sehari-hari?
Dulu sebelum masuk institusi ini, gw gak pernah banget (hmm.. berlebihan gak ya?) ngerasa bosen dengan rutinitas. Dijalanin dengan penuh semangat, ketawa sana sini, becandain temen-temen kantor, maen basket bareng, de el el lah..
Entah kenapa sekarang sering banget ngerasa bosen. Pagi-pagi bangun tuh males banget. Kalo gak cuma sholat subuh doang si kayanya gak bakal bangun pagi kali ya? :p Saptu Minggu kesempatannya bales dendam tidur. Tapi ya itu lagi, pas hari senin males lagi. Bangun pagi, sholat, mandi, dressup, ngantor. Jam 0710 udah harus di kantor. Nerima telp komplain, keluhan, trouble shooting, monitoring akses ke jaringan. Makan siang. Sholat. Nungguin telp komplain lagi.. trus aja sampe maghrib. Meski jam kantor cuma 1615.
Kadang mikir jg, ngapain ya gw pulang malem sementara temen kerja gw yg laen udah pada pulang jam 1630.. Gw pulang malem kagak ada yang komplain, tapi gw datang siang dikit aja dikomplain abis-abisan. Toh gaji yang pulang malem ama yang pulang tepat waktu kagak ada bedanya dikit pun.
Bosen...
Kadang-kadang jg ngabisin waktu dengan nongkrong ama temen-temen di pusat keramaian. Gak terasa ngabisin duit beberapa lembar ngurah rai.Tapi tetep aja ngerasa bosen. Meski udah pindah-pindah mal jg tetep aja bosen.. Aneh nih, padahal kalo dulu sih aktivitasnya itu-itu aja. Pulang kantor bisa ngajakin belanja ke supermarket di kuningan, nonton di bioskop itu2 aja.ngobrol.ke mal jg itu-itu jg. tapi anehnya gak ngerasa bosen.
Heran...
Apa tuntutan dari dalam diri gw meningkat ya seiring dengan pindahnya gw ke institusi ini? hmmpppfff... gw gak menafikkan kepindahan gw ke institusi ini makin membuat gw lebih 'hedonis'.. kategori kebutuhan tertier gw makin melebar. aktivitas gw makin melebar.
tapi tetep aja jenuh jg... browsing pernah jadi pilihan pelampiasan kebosanan. tapi kok ya pernah juga pas ngebuka browser tapi malah bingung mo ngetik url apa. ujung2nya cuma ngeklik ikon google di toolbar browser gw cuma untuk nyari-nyari iseng. kaya keberadaan nama-nama temen gw di google sejauh mana ya? aneh ya..
[cuma mo ngelampiasin kebosanan dengan membuat blog di sela-sela waktu kerja]

Oleh Oleh Lebaran : Jodoh T

Pertama, buat wanita yang akan membaca ini saya sarankan untuk membacanya di tempat umum. Bukan apa-apa sih, takut terjadi sesuatu setelah membaca ini. Baik banget kan saya memikirkan keselamatan Anda.

Pertanyaan ini adalah pertanyaan basa basi yang sangat mengganggu kaum wanita. Terutama wanita yang usianya menjelang kepala tiga hihihi. Maap ya tante, mpok, ga maksud loh. Nah kebetulan, banyak orang yang saya kunjungi pada lebaran kemarin, dengan nistanya mengajukan pertanyaan tersebut ke saya. Jadi pertanyaan ga penting tersebut adalah

"Kapan kamu menikah? sudah ada calonnya? buruan, nunggu apa lagi."

Hah? Bagaimana bisa saya mendapatkan pertanyaan itu? Saya gitu loh, masih brondong cer. Saat bulan Ramadhan kemarin kan sinetron Kiamat Sudah Dekat lagi ngetrend, sebagai penggemar sinetron maka jawaban saya adalah

"Kiamat Sudah Dekat, pengen mati perjaka biar langsung masuk surga."

Ya tentunya saya jawab sambil guyon, kalo nggak kan bisa langsung kena PHK (pemutusan hubungan keluarga). Setelah sampai rumah ganti nyokap yang bahas huahahaha. Singkat cerita, munculah petuah dari penasihat spiritual saya (nyokap) untuk mencari jodoh yang namanya diawali huruf "T". Kenapa? tanya saya. Kata nyokap, udahlah percaya aja. Tamara Blezynki? Tjut Tari? Titi Kamal?

Hihihihi, saya teringat sobat saya Yo. Dulu waktu kita masih tinggal seatap. Eitss, jangan ngeres. Kami bukan hombreng seperti pikiran Anda. Dulu Yo pernah bermimpi, katanya saya akan menikah dengan wanita tinggi berjilbab. Entah dia benar mimpi seperti itu atau memberi semangat pada saya agar tidak takut dengan wanita berjilbab. Iya, dengan alasan yang masih dirahasiakan, dulu saya emang takut dengan wanita berjilbab.

Nah, berdasarkan dua petuah tersebut (dari nyokap jodoh berinisial "T" dan dari Yo wanita tinggi berjilbab) saya mencoba menelusuri siapa gerangan. Saya buka address book HP. Sebelumnya, hai wanita-wanita coba itu tolong ya Baygon, silet, gunting dijauhkan. Yang ga bernama T ga usah bunuh diri deh, masih banyak kok cowok lain.

Berikut temen berinisial T yang ada di HP:

Tab**
Ga mungkin deh, dia cowok.

Tauf***
Temen kuliah cowok.Ga mungkin juga.

Tia**
Dia wanita berinisial T, tapi dia ga tinggi dan ga berjilbab. Ga juga.

To**
Teman cowok. Ga mungkin.

Tri***
Wanita dengan nama T, tapi ga berjilbab dan ga terlalu akrab juga. Ga masuk spek.

Ternyata ga ada satu pun makhluk yang masuk spesifikasi pesanan. Titt..tittt..tittt...tittt....HP bergetar. Ada telpon dari nyokap. Bentar ya.

"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Iya"
"Gpp?"
"Iya"

Ada kabar baik nih. Kata nyokap gpp kalo "T" bukan nama asli, boleh nama panggilan. Wah, terbuka kesempatan lagi nih buat kamu-kamu. Bener kan, ga harus bunuh diri. Tapi dan tapi, panggilan T? Sapa ya, Tukiyem? Tukulwati? Tomat? Tuyul? Termos? Tompel? waduh kok semakin ga karuan gini. Ada yang punya ide?