Rush Hour 3

Waktu menonton Bourne Ultimatum kemarin, kami melihat trailer fil Rush Hour 3. Walau rasanya ga inget 2 film sebelumnya (rasanya ga nonton sih), kami memutuskan menonton Rush Hour 3 karena sepertinya lucu. Sejak beli kartu prabayar untuk sekitar 8 tiket ( 4 kali nonton berdua) yang berlaku untuk 6 bulan kami jadi tambah sering nonton. [...]

The Bourne Ultimatum

Film ini diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Robert Ludlum. Sebelumnya pada tahun 1988 pernah dibuat seri televisi The Bourne Identity yang dibintangi oleh Richard Chamberlain. Film ini merupakan kelanjutan dari film The Bourne Identity (2002) dan The Bourne Supremacy (2004) mengisahkan kehidupan seorang penderita amnesia bernama Jason Bourne (diperankan Matt Damon) yang [...]

Ratatouille (Rat.a.too.ee)

Film animasi dari Pixar selalu kereeeen. Ceritanya kali ini tentang seekor tikus yang bernama Remy yang tinggal di Paris dan punya selera tersendiri akan makanan yang sangat berbeda dengan tikus pada umumnya. Dia mengagumi seorang chef Gusteau yang punya slogan: “anyone can cook” dan somehow membuat dia berambisi juga menjadi chef. Slogan Remy dalam usahanya [...]

Liburan Bersama Film-Film

     Liburan ini aku banyak nonton film. Mulai dari nonton bioskop (cuman satu film kok), nonton film di kompu, ampe nonton film-film di TV (yang di kompu juga karena punyanya tv tunner).

     Waktu hari Jumat siang aku nonton film Naga Bonar Jadi Dua. Nontonnya bareng ama Enik di Ciwalk, waktu hujan-hujan dan mobil yang diparkir di sebelah, kaca depannya (bagian sopir) tidak ditutup/bolong (dan aku masih penasaran kenapa dan bagaimananya). Kami nonton di Ciwalk karena ingin mencari tempat yang cukup sepi dan gak ngantri sih. Memang yang nonton dikit di situ, tapi ternyata sedikitnya penonton bukan berarti kenyamanan menonton. Enik cemberut sepanjang film dan ternyata karena terganggu oleh kecerewetan dan suara ketawa om yang di sebelahnya (Ikut berduka Nik…). Tapi ada yang lebih mengganggu lagi. Ada seorang wanita yang menerima telepon dan berbicara keras-keras. Ternyata adab sesama penonton menentukan kenyamanan dan ketenteraman nonton.

     Filmnya sih buagus buanget. Nontonnya seperti kalau kita baca buku Laskar Pelangi. Mengharukan campur lucu! Antara haru dan lucunya berganti dengan cepat dan tepat. Yah ada kurangnya dikit-dikit seperti gerakan Bonaga di jendela (waktu adegan ’sehati dengan bapaknya’) yang masih terlihat kaku dan dibuat-buat. Filmnya juga tercemari oleh ciuman si Monita (Mbak, Bonaga belum jadi suamimu tau, udah main sosor pipi aja). Tapi secara garis besar, termasuk salah satu film Indonesia yang top dan layak dibeli CD/DVD-nya.

     Malemnya aku nonton film Pirates of the Caribbean: Dead Man’s Chest di kompu. Dari dulu belum sempat nonton. Tapi menurutku filmnya tidak sebagus Pirates of the Caribbean: The Curse of the Black Pearl. Ditambah lagi ada gangguan eksternal yang mengganggu kenyamanan menonton. Aku masih perlu belajar bersabar.

     Hari Sabtu berlalu tanpa film yang cukup berkesan. Tapi Minggu ini konflik di Commander in Chief-nya tambah seru aja, meskipun bukan episode terbaik (menurutku sih). Jadi wanita karir memang berat. Apalagi jadi presiden. Tapi yang jelas, keluarga adalah elemen terpenting dari kesuksesan orang yang berkarir. Hari libur berlalu dengan cepat. Semoga banyak hikmah yang bisa menjadi inspirasi untuk hari-hari berikutnya.

Liburan Bersama Film-Film

Liburan ini aku banyak nonton film. Mulai dari nonton bioskop (cuman satu film kok), nonton film di kompu, ampe nonton film-film di TV (yang di kompu juga karena punyanya tv tunner). Waktu hari Jumat siang aku nonton film Naga...

Budaya vs Agama

Waktu Maulid Nabi hari minggu kemarin aku nonton film dokumenter tentang sejarah Islam di Pulau Jawa di Metro. Jujur aja, dibuat dengan sangat membosankan, khas film dokumenter. Tapi karena lagi semangat nonton, aku tonton aja sih, sampai habis. Tumben juga nggak terlalu pindah-pindah channel kayak biasanya. Ceritanya ya gitu-gitu aja sih, mulai dari zaman Walisanga.

 

Kenapa aku begitu semangat nonton?

1. Karena melihat nara sumbernya yang udah mbah-mbah, aku jadi semangat nonton,mencari  kira-kira berikutnya bakal ada yang muda nggak. Kan kalau liat film dokumenter tentang sejarah Eropa biasanya nara sumbernya orang muda-muda. Atau kalau liat talkshow tentang teknologi di Indonesia juga pembicaranya muda-muda.

Hasilnya:
Tidak ditemukan sejarahwan muda sepanjang film itu.

Sejarahwan muda… di mana kalian? Acungkan jari dong, kalau ada…

 

2. Di awal acara, naratornya bilang kalau Islam diterima di Indonesia karena disebarkan dengan damai, tanpa ada pemaksaan, dan menggunakan budaya setempat sebagai media penyebaran. Udah tau sih sebenarnya. Tapi tiba-tiba jadi kepikiran; menurutku, pada zaman sekarang generasi muda Islam cenderung meninggalkan budaya setempat. Jadi aku ingin tau bagaimana Sunan-Sunan menyebarkannya dengan cara yang tidak melanggar fiqih.

Hasilnya:
Mereka melakukan pendekatan secara bertahap dengan melihat apa problem masyarakat waktu itu. Disebarkan dengan cara sederhana, yaitu menerapkan 5 larangan untuk menyembuhkan penyakit masyarakat, yaitu:

  1. dilarang mencuri
  2. dilarang berzina
  3. dilarang mabuk
  4. dilarang berjudi
  5. dilarang … (lupa euy yang satu lagi, kalau udah inget ntar kuisi deh)

Intinya adalah selesaikan problem masyarakat dulu, baru kemudian masuk ke masalah akidah. Malahan, Sunan Bonang menciptakan alat musik ‘Bonang’ untuk mengiringi pertunjukan wayang. Jadi Sunan-Sunan turut mengembangkan budaya Jawa.

Primbon Jawa

Di luar film itu, aku jadi ingat isi Primbon Jawa di rumah. Pada pernah baca primbon belum? Bukan www.primbon.com lho! tapi buku primbon. Kalau www.primbon.com sih menurutku mudharat-nya lebih banyak daripada baiknya. Kalau primbon di rumahku sih, sebagian ternyata isinya doa-doa Islam yang ditulis dalam tulisan Jawa (baik dalam Aksara Jawa maupun Huruf Latin dengan Ejaan Jawa). Doa sehari-hari, mulai doa makan, minum, tidur, masuk kamar mandi. Terus sebagian lagi tentang tanda-tanda alam. Ada juga sih tentang itungan atau pertanda-pertanda yang tidak logis seperti yang ada di www.primbon.com. Tapi menurutku itu mungkin statistik saja atau mungkin karena pengetahuan penulis pada waktu itu yang masih terbatas, seperti Gerhana Bulan yang dikira buyut kita Bathara Kala lagi makan bulan.

 

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap primbon ini?

Kalau menurutku sih, primbon sebaiknya diperbarui:

disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan;
ditambah halaman doanya;
diminimalisir hal-hal yang tidak logis-nya
atau diberi keterangan bagian mana yang merupakan kepercayaan lama dan apa penggantinya.

Satu lagi: dibuat versi online-nya yang lebih baik daripada www.primbon.com.

Budaya vs Agama

Waktu Maulid Nabi hari minggu kemarin aku nonton film dokumenter tentang sejarah Islam di Pulau Jawa di Metro. Jujur aja, dibuat dengan sangat membosankan, khas film dokumenter. Tapi karena lagi semangat nonton, aku tonton aja sih, sampai habis. Tumben juga...

007 : Casino Royale

CasinoroyaleAkhirnya saya jadi juga nonton film ini. Hari sabtu, 18.45WIB, Bandung Super Mall, pas lagi dingin banget karena hujan.. (ga ada hubungannya). Kata teman-teman, filmnya seru, tapi James Bondnya jelek. Katanya sih James Bondnya kaya penjahat. Makanya jadi penasaran, seperti apa sih james bond yang sekarang..

Setelah nonton, bagus kok menurut saya. Seru abisss. Apalagi pas adegan kejar kejaran di awal. Kata adik saya, penjahatnya kaya lutung wakakakaka.. duh, baru kali ini saya dengar ada orang yang disamakan dengan lutung (kamu kaya lutung deh.. :D). Bagus filmnya. Tapi endingnya ga seru, abis penjahat utamanya kok gampang sekali ketauannya.

Hmm, jadi tau juga kalo james bond yang sekarang demennya sms-an. Bond sms siapa ini bond… ;P Mungkin kalo nelpon mahal kali yaa… D
Jadi, menurut saya film 007 yang ini tuh…
1. Actionnya seru. soalnya james bond tidak dibantu sama alat-alat yang canggih. Jadi james bondnya harus mengandalkan jurus berantemnya ciaat ciaaat… Soalnya pusing kalo ngeliat film-film sebelumnya, sepertinya yang jago alatnya bukan james bondnya D Di film yang sekarang, alat tercanggihnya sepertinya handphone sony erricsson (jualan banget deh). Eh mobilnya juga masih tetep kereeen ding.

2. Sapa yang bilang james bondnya kaya penjahat? Yah, walaupun memang james bond yang ini menjadi lebih sadis, tapi keren kok.. ;;) Dibandingin sama pierce brosnan yang terlalu kemayu, yang ini lebih macho gitu loh. Saya sih ga pernah nonton yang sebelumnya pierce brosnan, jadi saya ga bisa bandingin dengan yang lebih tua-tua itu.

Yang belum nonton, nonton ya, ga rugi kok. "That last time nearly killed me.." )

007 : Casino Royale

Akhirnya saya jadi juga nonton film ini. Hari sabtu, 18.45WIB, Bandung Super Mall, pas lagi dingin banget karena hujan.. (ga ada hubungannya). Kata teman-teman, filmnya seru, tapi James Bondnya jelek. Katanya sih James Bondnya kaya penjahat. Makanya jadi penasaran, seperti...