www.bukumusik.com

Berita gembira buat para pecinta musik, telah dibuka www.bukumusik.com di Plaza Semanggi. Sejak kapan... aku sendiri gak tauk. Kemaren pas lagi jalan-jalan di Centro, Ndoro bilang ada toko buku musik di deket pintu masuk Centro lantai 3. Tadinya kupikir... salah liat kali ya. Mimpi kali yee ada toko buku musik yang cukup lengkap di mall-nya kota Jakarta... Ternyata beneran ada... Horreeee....

Aku pernah ngebahas sama temen (siapa ya? Lupa...). Waktu itu kalo gak salah lagi ngebahas yang jualan komik impor. Kenapa kok (waktu itu) sudah banyak yang buka toko komik, tapi hampir gak ada yang buka toko buku musik. Kalaupun ada, koleksinya sangat terbatas.
Kalau ada yang menjual buku musik yang cukup lengkap kan enak. Gak usah repot-repot beli di internet atau nitip teman yang ada di luar negeri.

Aku ada pengalaman beli partitur di internet. Ribet banget deh... waktu itu mengincar partitur 18th Variation Theme from Paganini-nya Rachmaninoff. Beli di sheetmusicplus.com. Karena menghindari penggunaan credit card (lagian juga gak punya), kita beli bank-draft di Citibank Bandung. Kita terpaksa mengeluarkan uang 3 kali lipat dari harga partitur itu sendiri. 1 kali emang harga partiturnya, 1 kali lagi ongkos kirimnya, 1 kali yang berikutnya adalah biaya pembuatan bank-draft. Habis itu bank draft itu kita kirimkan via pos ke si sheetmusicplus itu. Udah gitu... nunggu lumayan lama... sampe udah lupa kalo pernah mesen partitur. Suatu hari datanglah pemberitahuan dari kantor pos Juanda...bahwa ada kiriman buat kita, nyangkut di mereka. Ya sudah... terpaksa diambil ke kantor pos Juanda.

Berikutnya... aku (atas nama PSM) mencari partitur paduan suara Encore! The Music of Our Times. Untuk menghindari ongkos kirim, ongkos bank-draft dan memotong waktu pengiriman, aku coba untuk menitip pada teman yang dinas ke Singapore. Ternyata buku yang aku cari gak ada Ready-Stock-nya. Si toko buku bilang mau memesankan. Ya sudah... setelah bukunya datang, buku itu dikirimkan ke kantornya temanku cabang Singapore. Terus dibawa ke jakarta sama bossnya. Udah gitu sampailah ke kantornya temanku di Jakarta. Setelah itu buku itu diambil sama temanku yang lain ke kantornya temanku itu. Terakhir... aku mengambil ke rumahnya temanku yang ngambilin buku, baru setelah itu bukunya aku bawa ke Bandung. Mumet kan? Hemat sih emang... tapi buku itu pindah tangan sampai berkali-kali sebelum sampai ke pembeli yang sebenarnya (PSM).

Nah... dengan adanya www.bukumusik.com ini, aku harap bisa memotong rantai pengiriman dan ongkos-ongkos yang gak perlu.

Lagu-lagu Sunda PSM-ITB

Di posting sebelumnya, aku bilang bahwa aku pernah mengira lagu Leleng itu berasal dari Sunda, padahal ternyata dari Batak. Nah... hal serupa terjadi lagi, tapi sebaliknya...

Kemaren itu, pas lagi bongkar-bongkar tumpukan CD, aku nemu bundle CD PSM-ITB Dari Masa Ke Masa... album itu terdiri dari 3 CD, isinya rekamannya PSM-ITB dari tahun 1975 sampai dengan 2003. Dari mulai yang direkam pake tape recorder biasa, sampe pake sound system canggih. Ada yang diambil mentah-mentah, ada yang di-mixing sampe keliatannya bagus banget padahal aslinya biasa ajah.

Berhubung lagi mengasimilasi kebudayaan Sunda. Aku cobain tuh lagu-lagu Sunda-nya. Ada Batminton, dinyanyikan tahun 1989, rekamannya jelek banget. Trus ada lagi Pileleuyan, direkam tahun 1990, dari lomba Vokal Grup di Semarang. Terakhir ada Cing Cangkeling, yang ini tahun 1997, sudah pake peralatan canggih, dan aslinya sudah dijual dalam bentuk CD.

Komentarku ttg lagu2 itu:
- BATMINTON...
Yaa... seperti layaknya lagu Batminton yang pernah aku nyanyikan. Suasana pertandingan batminton di kampung terasa sekali di lagu itu. Iringan piano-nya juga seperti yang pernah aku bawakan (sebenernya aku nyontoh partiturnya Aan Anita sih, sedangkan Aan sendiri nyontoh rekaman itu).
- CINGCANGKELING
Rekamannya bersih... suasananya pasar burung kali ya... karena terlalu banyak siulan liar di intronya (hampir semua penyanyi cowok yang tidak lagi nyanyi berlomba-lomba bersiul menirukan burung).
-PILELEUYAN
Nah ini dia... intronya jazzy banget, tapi gak kehilangan nuansa Sunda (tangga nada-nya tangga nada pentatonis Sunda). Pasti pianis-nya beraliran jazz deh...
Sayangnya rekamannya juga jelek. Pasti source-nya dari kaset biasa, dan ngerekamnya jangan-jangan juga pake tape recorder.

Karena unik, aku kirimkan file Pileleuyan itu ke salah satu sparing partner bahasa Sunda-ku. Tapi aku gak bilang kalo itu lagu Pileleuyan. Komentarnya agak bikin terkejut... Kira-kira percakapannya seperti ini:

"Lagu apa sih Git?"
"Duh, masa' sih gak kenal... Intronya udah denger? Keren kan pianonya... yang main pianis jazz kayaknya tuh..."
"Iya intro-nya bagus. Jazzy gitu ya... itu lagu apa git? Paduan suara apaan sih? Gak jelas gitu..."
"Hehe... paduan suara apa ya... hehehehe...." (karena katanya gak jelas, gak mau langsung ngaku dunk!)
"Dari Bandung ya?"
"Hehehehe... iya... paduan suara dari bandung..."
"Oo... pasti paduan suara ITB ya..."
"Hehehehehehehee.... iya itu tahun 1990 loh, bukan di atas tahun 1998. lagian ngerekamnya pake tape recorder, jadi gak jelas... tapi intronya keren kan?" (yah, kok aku nanya intro lagi, ketauan banget, abis melakukan pembelaan diri...)
"Tapi lagu apa sih Git?"
"Justru itu, tugasmu untuk menebaknya..."
"Lagu apa donk?...Hmm... kedengerannya sih kayak Lagu Batak..."
GUBRAK!!!

Jadi, karena Leleng = Lagu Sunda, Pileleuyan = Lagu Batak: Kesimpulannya lagu Sunda emang mirip lagu Batak dunk!!

Duh, kok jadi garuk-garuk kepala nih...