Beberapa buku Roald Dahl

Siapa sih Roald Dahl? Singkatnya Roald Dahl itu penulis terkenal, lengkapnya lihat di wikipedia Roald Dahl ya. Dia menulis berbagai cerita dan cukup banyak menulis buku cerita pendek untuk anak-anak. Tapi waktu saya jadi anak-anak, manalah saya tahu buku Roald Dahl, taunya cuma Enid Blyton karena ada film Lima Sekawan diputar di TV, lalu jadi … Lanjutkan membaca "Beberapa buku Roald Dahl"

Mengajak Jonathan Membaca

Sejak bisa membaca, Jonathan senang membaca berbagai buku. Buku yang dia paling senang model buku Usborne yang ada lift the flapnya. Berikutnya dia mulai suka membaca komik. Kami berusaha mengenalkan dia untuk membaca buku tanpa gambar (chapter book), awalnya dia bilang kurang suka dan ceritanya ga menarik. Bulan Januari 2018, saya berusaha melatih Jonathan untuk … Continue reading "Mengajak Jonathan Membaca"

Review buku: Randomness Inside My Head

Udah lama banget ga ngeblog. Beberapa post terakhir ditulis sama Joe, tapi ini tulisan khusus karena udah janji buat nulis review buku pertama sepupu saya Rijo Tobing hehe. Dari sejak tahun lalu udah dapat bukunya yang edisi self-published tapi belum sempat baca ketinggalan di Jakarta gara-gara packing pulang yang terburu-buru. Akhirnya pas pulang kemaren beli … Continue reading "Review buku: Randomness Inside My Head"

Kindle

Dari dulu saya suka membaca buku elektronik di PDA, jadi sejak jaman Palm OS sekitar 10 tahun yang lalu, Pocket PC, Symbian, Sony Reader, dan terakhir Kindle. Nah di posting ini saya cuma mau cerita mengenai Amazon Kindle. Kindle adalah … Continue reading Related posts:
  1. Sony Portable Reader System PRS-500 Ini adalah anggota baru keluarga gadget yang kumiliki. Meskipun sudah...
  2. The Hunger Games trilogy Sejak Jonathan bertambah besar, waktu kami untuk membaca buku novel...

The Hunger Games trilogy

Sejak Jonathan bertambah besar, waktu kami untuk membaca buku novel semakin sedikit. Sebagian besar waktu kami dipakai untuk membaca buku parenting, berbagai macam artikel di web mengenai makanan bayi, vaksinasi, kesehatan bayi, dsb. Sampai sekarang kami juga belum nonton lagi … Continue reading Related posts:
  1. Selamat Datang Jonathan Nugroho Sudah 3 tahun 9 bulan 14 hari sejak pernikahan kami...

Harry Potter and the Deathly Hallows

Buku Harry Potter 7 akan release besok Sabtu serentak di seluruh dunia. Sebelumnya, pengamanan untuk distribusi buku ini mulai dari pencetakan sangat ketat. Tapi… yang namanya seketat apapun pengamanan, pasti ada celah security. Seminggu yang lalu, sudah banyak orang yang bisa mendapatkan edisi foto dari setiap lembar buku itu dan bahkan hari ini, edisi teks [...]

Budaya vs Agama

Waktu Maulid Nabi hari minggu kemarin aku nonton film dokumenter tentang sejarah Islam di Pulau Jawa di Metro. Jujur aja, dibuat dengan sangat membosankan, khas film dokumenter. Tapi karena lagi semangat nonton, aku tonton aja sih, sampai habis. Tumben juga nggak terlalu pindah-pindah channel kayak biasanya. Ceritanya ya gitu-gitu aja sih, mulai dari zaman Walisanga.

 

Kenapa aku begitu semangat nonton?

1. Karena melihat nara sumbernya yang udah mbah-mbah, aku jadi semangat nonton,mencari  kira-kira berikutnya bakal ada yang muda nggak. Kan kalau liat film dokumenter tentang sejarah Eropa biasanya nara sumbernya orang muda-muda. Atau kalau liat talkshow tentang teknologi di Indonesia juga pembicaranya muda-muda.

Hasilnya:
Tidak ditemukan sejarahwan muda sepanjang film itu.

Sejarahwan muda… di mana kalian? Acungkan jari dong, kalau ada…

 

2. Di awal acara, naratornya bilang kalau Islam diterima di Indonesia karena disebarkan dengan damai, tanpa ada pemaksaan, dan menggunakan budaya setempat sebagai media penyebaran. Udah tau sih sebenarnya. Tapi tiba-tiba jadi kepikiran; menurutku, pada zaman sekarang generasi muda Islam cenderung meninggalkan budaya setempat. Jadi aku ingin tau bagaimana Sunan-Sunan menyebarkannya dengan cara yang tidak melanggar fiqih.

Hasilnya:
Mereka melakukan pendekatan secara bertahap dengan melihat apa problem masyarakat waktu itu. Disebarkan dengan cara sederhana, yaitu menerapkan 5 larangan untuk menyembuhkan penyakit masyarakat, yaitu:

  1. dilarang mencuri
  2. dilarang berzina
  3. dilarang mabuk
  4. dilarang berjudi
  5. dilarang … (lupa euy yang satu lagi, kalau udah inget ntar kuisi deh)

Intinya adalah selesaikan problem masyarakat dulu, baru kemudian masuk ke masalah akidah. Malahan, Sunan Bonang menciptakan alat musik ‘Bonang’ untuk mengiringi pertunjukan wayang. Jadi Sunan-Sunan turut mengembangkan budaya Jawa.

Primbon Jawa

Di luar film itu, aku jadi ingat isi Primbon Jawa di rumah. Pada pernah baca primbon belum? Bukan www.primbon.com lho! tapi buku primbon. Kalau www.primbon.com sih menurutku mudharat-nya lebih banyak daripada baiknya. Kalau primbon di rumahku sih, sebagian ternyata isinya doa-doa Islam yang ditulis dalam tulisan Jawa (baik dalam Aksara Jawa maupun Huruf Latin dengan Ejaan Jawa). Doa sehari-hari, mulai doa makan, minum, tidur, masuk kamar mandi. Terus sebagian lagi tentang tanda-tanda alam. Ada juga sih tentang itungan atau pertanda-pertanda yang tidak logis seperti yang ada di www.primbon.com. Tapi menurutku itu mungkin statistik saja atau mungkin karena pengetahuan penulis pada waktu itu yang masih terbatas, seperti Gerhana Bulan yang dikira buyut kita Bathara Kala lagi makan bulan.

 

Jadi apa yang sebaiknya kita lakukan terhadap primbon ini?

Kalau menurutku sih, primbon sebaiknya diperbarui:

disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan;
ditambah halaman doanya;
diminimalisir hal-hal yang tidak logis-nya
atau diberi keterangan bagian mana yang merupakan kepercayaan lama dan apa penggantinya.

Satu lagi: dibuat versi online-nya yang lebih baik daripada www.primbon.com.

Budaya vs Agama

Waktu Maulid Nabi hari minggu kemarin aku nonton film dokumenter tentang sejarah Islam di Pulau Jawa di Metro. Jujur aja, dibuat dengan sangat membosankan, khas film dokumenter. Tapi karena lagi semangat nonton, aku tonton aja sih, sampai habis. Tumben juga...

Cuplik Sana-sini

Kemarin beberapa teman membicarakan tentang perpustakaan. Jadi ingat beberapa cuplikan favorit yang terdokumentasi di agendaku; hasil berburu buku di perpustakaan SMU. O ya, tulisanku cukup bagus waktu itu. :DDari buku Tortilla Flat karya John Steinbeck:Suatu jiwa yang bersih, suatu...