having watched
smallville third session, it makes me think of something. on the episode where Lana had broken leg, some misterious guy so called Adam is shown up to support her to face her fate. it is not how hard you pass the day, but it is who is besides you. on the other episode, Clark temporarily blind. his parents help him to go along with this disability.
it's glad to have someone be there to support you. no matter how hard your day is, it would be just an easy day. even it our worst, it still our best..
...
no one could ever know me
no one could ever see me
seem your the only one who know
what it's like to be me
some one to face the day with
make it thru the rest with
some one i'll always laugh with
even it my worst,
i'm best with you...
the rembrants - i'll be there for you
nice isn't it?
but how'd you feel if everyone is stand against you?neither supports nor helps are given to you, just because your idea is not inline with theirs. for me? truly, it won't stop me. i'll consider it as challange to make my ideas come true. how far would i go from here? only time will tell.. cause i'm only human.. only human..
*** every success man must have a dream before they got success,
cause dreampossible is not impossible ***
having watched
smallville third session, it makes me think of something. on the episode where Lana had broken leg, some misterious guy so called Adam is shown up to support her to face her fate. it is not how hard you pass the day, but it is who is besides you. on the other episode, Clark temporarily blind. his parents help him to go along with this disability.
it's glad to have someone be there to support you. no matter how hard your day is, it would be just an easy day. even it our worst, it still our best..
...
no one could ever know me
no one could ever see me
seem your the only one who know
what it's like to be me
some one to face the day with
make it thru the rest with
some one i'll always laugh with
even it my worst,
i'm best with you...
the rembrants - i'll be there for you
nice isn't it?
but how'd you feel if everyone is stand against you?neither supports nor helps are given to you, just because your idea is not inline with theirs. for me? truly, it won't stop me. i'll consider it as challange to make my ideas come true. how far would i go from here? only time will tell.. cause i'm only human.. only human..
*** every success man must have a dream before they got success,
cause dreampossible is not impossible ***
Pindah-pindah Toko Kaset
Aku mau cerita tentang kunjungan ke toko-toko kaset weekend ini.
Hari Jum'at (24 Maret) aku ke PS, ternyata Disc Tarra yang ada di basement sudah raib entah kemana. Perasaan baru aja ke situ bareng tante-tante MM-UGM. Ya sudah... aku ke Duta Suara saja. Beli Samson pesenannya Ndulo, sama beli CD Jazz Masa Kini. CD Jazz Masa Kini-nya sih lumayan. Ada yang asik lagunya, ada juga yang tergolong jazz mumet. Sampe sekarang belum sempet mendengarkan ulang. Tapi bravo lah buat generasi baru jazz Indonesia!!
Hari Sabtu, aku jalan-jalan ke Gramedia Matraman, ceritanya ada teman yang nyari tas laptop. Liat-liat ke Disc Tarra, tapi gak ada yang asik.
Hari Minggu, bagaikan dapet jackpot... ternyata bisa kelar kuliah jam 1/2 5. Wah... masih ada 1 1/2 jam lagi sebelum berangkat ke airport. Kemana ya? Ya sudah, kali ini tujuannya adalah Duta Suara Jl. Sabang.
Dengan membawa kopian buku kuliah yang berat banget itu, aku pergi ke Duta Suara. Seperti biasa... naik ke pojokan khusus Jazz yang di lantai 2. Coba ya... duile... di situ menemukan CD-CD Jim Brickman dengan harga normal (yang disebut "gak normal" adalah harga impor), contohnya albumnya yang Grace.
Karena CD gak ada yang menarik (dan juga karena lagi agak2 ngirit), akhirnya muter di tempat kaset. Mborong Red Paradise (album-nya Java Jazz yang menduduki posisi kanan bawah), terus 1 album Dave Koz (sayangnya gak ada Lukiman - maksudnya Lucky Man, album Dave Koz yang kedua, tahun 1993), terus best collectionnya Stan Getz, sesepuh jazz saxophonist. Ceritanya lagi pengen menumbuhkan motivasi nih...
Oya, mbak-mbaknya yang di kasir baik banget. Dia liat kotak kaset Dave Koz agak pecah, terus dia ngingetin loh... wah... untung deh, aku agak kurang teliti waktu ngambil. Jadi ambil yang baru deh.
Jam 6 kurang 15, bentar lagi harus berangkat ke airport. Iseng-iseng aku pindah ke Duta Suara mungil yang terletak gak berapa jauh dari Duta Suara yang besar. Nah, di situ lebih banyak lagi CD Jim Brickman, termasuk Disney Storybook loh. Wauw... untungnya harganya sama (malah sedikit lebih mahal) dari yang aku beli. Jadi gak mengalami penyesalan. Hehehe...
Aku masih usaha nyari Lukiman. Di tempat CD gak ada. Terus kasetnya juga nowhere to be seen. Eh...tapi ketika aku berjalan ke arah pintu keluar. Aku melihat kaset Dave Koz yang The Dance, di rak nomor dua dari bawah. Ketika aku geser, di belakangnya ada kaset Saxophonic, geser lagi. BINGO!! Lukiman!! Setengah tak percaya, aku ambil kaset itu. Terus geser lagi... ternyata di belakangnya Saxophonic lagi, gak ada Lukiman lagi. Padahal udah janjian sama temanku, kalo nemu Lukiman, mesti beli 2.
Setengah memelas, aku minta ke mbaknya: "Ada lagi gak mbaak?". Dia telponin ke toko sebelah. Ternyata gak ada. "Kalo CD-nya mbak?". Akhirnya dibantu juga sama mas-mas yang lagi beres-beres kaset. Gak ada juga. Wuuuaaa... ya sudah beli 1 saja dulu. Itu aja udah untung bisa nemu. Duh, senangnya...
Ke Yamaha Gatsu
Hari Senin (27 Maret), akhirnya aku berhasil juga sampe di Yamaha yang di Jl. Gatot Subroto. Mau nanya-nanya kursus musik. Setelah bertanya sama mas-mas yang ada di depan, aku dan Ndoro menuju lantai 3, tempat les musik.
Waktu liftnya terbuka, jreng... sekelompok anak kecil dan babysitternya keluar dari lift. Gruduk, gruduk, gruduk. Hihihi... lucunya... Anak-anak itu memang lucu-lucu, tapi aku juga lucu, karena mau les bareng sama anak-anak kecil yang lucu-lucu itu!!
Mas-mas yang di sekolah musik sangat kooperatif dan informatif. Bahkan kita ditunjukin buku musik yang dipakai sebagai materi les piano pop. (hihi... padahal kita bukan nanya les piano). Pokoknya keluar dari situ tuh sambil tersenyum puas deh.
Nungguin Patti Austin & Dave Koz di ANTV
Malamnya, nungguin siaran ulang Java Jazz di ANTV, kebetulan kali ini artisnya Patti Austin feat. Dave Koz. Pulang kantor tuh mandi dulu, terus mulai nguprek-nguprek privia, leyeh-leyeh (niatnya tidur, tapi ga jadi), makan malam, nguprek-nguprek privia lagi. Akhirnya... jam 1/2 11 sampe juga ke acara yang ditunggu-tunggu.
Patti Austin suaranya pancen oye... duile... hidup alto!! Aku memang suka mendengar penyanyi-penyanyi jazz alto. Mungkin juga... itu yang mengawali pergaulanku dengan musik jazz. Penyanyi alto yang suaranya gede-gede itu.
Tapi sebenarnya yang ditunggu adalah Dave Koz. Aku belum puaaasss... nonton Dave Koz. Sepertinya Dave Koz-nya sengaja disimpan, aku sampe nyaris ketiduran di sofa depan TV. Untung Ndulo bolak-balik nanya: "Mana nih Dave Koz-nya?", "Yah... dia tiduuurrr... katanya nunggu Dave Koz..."
Akhirnya lagu Smoke Gets in Your Eyes (bahasa Indonesianya: kelilipan) yang ditunggu-tunggu datang juga. Dan Dave Koz pun keluar... Horeee... hihihi... dia memang menggemaskan. Ternyata Smoke Gets ini lagu nomor 2 dari akhir. Lagu terakhir, Dave Koz ikutan maen lagi sih. Kalo di acara live-nya, kata koran sih Dave Koz sempet main Keliru dan juga You Make Me Smile. Uh oh, sayang sekali berakhir di meja editor...
Tentang Dave Koz
Dave Koz itu ganteng, tapi banyak artis lain yang juga ganteng. Lagunya Dave Koz enak-enak, Smooth Jazz gitu loh, tapi banyak juga musisi lain yang lagunya enak. Jadi kenapa dong dia menjadi “special�
Dave Koz itu… MENGGEMASKAN!! Itulah kesan yang aku terima ketika nonton live-nya. Aksi panggungnya lucu, dan ketika dia memainkan saxophone-nya, wah ekspresi wajahnya itu loh... hihihi... bikin pengen mencubit pipinya. That’s what make him “specialâ€. Beda dengan Kenny G atau Michael Lington yang kesannya cool dan jaim.
Sebelum Java Jazz, aku gak begitu memperhatikan yang namanya Dave Koz, yah just another saxophone guy lah. Kalopun ada yang membuatku terkesan, itu adalah lagu You Make Me Smile. Karena lagu itu kesannya playful banget, jadi benar-benar membuatku pingin senyum ketika mendengarnya. Selebihnya, biasa aja.
Penampilan Dave Koz di Java Jazz kemaren telah mengubah image Dave Koz di mataku dan membuatku memiliki beberapa penyesalan kecil. Yang pertama nih, aku pernah jalan-jalan ke Gramedia Matraman, terus lihat kaset Golden Slumbers: A Father’s Lullabies, albumnya Dave Koz yang isinya nina bobok, tapi waktu itu aku gak beli. Yang kedua, aku pernah beli CD Bajakan di Mangdu, salah satunya Golden Slumbers itu, ternyata terbawa temanku ke Jayapura, karena aku terlalu cuek gak telpon-telpon dia waktu dia masih di Jakarta (kejadian itu sebelum aku ke Java Jazz). Nah, di Golden Slumbers itu ada lagu Over The Rainbow. Lagu itu adalah lagu yang dimainkan Dave Koz, tepat ketika aku harus meninggalkan JHCC. Jadi sekarang aku penasaran banget sama Golden Slumbers itu. Hiks…
Kesimpulannya, aku memang belum puas nonton Dave Koz di Java Jazz. Mr.Koz... ayoo... ke sini lagi dooonnnkkk...!!!
kemarin gw baru aja mbuat terobosan (lil' bit exagerating maybe

), tapi begitulah adanya: gw pulang kantor jam 16:45!

hehehehe..
udah lama gak pulang ngeliat matahari masih bersinar dengan cerahnya, menikmati antrian
bus tije di halte terdekat, ngeliatin macetnya jakarta di after office hour dari bus tije, dan gw bisa sholat maghrib nggak di kantor!

. bayangkan, gw masih bisa ngeliat tumpukan antrian demi mengejar mikrolet, metromini, kopaja, mayasari bakti, dan bis-bis gede lainnya.
i miss my previous life
sebelum masuk institusi ini, gw masih bisa pulang dengan masih ngeliat matahari. bukan apa-apa sih... dulu kalo mo lembur bakal dibahas abis2an... katanya sih biar efisiensi lampu ama AC. makanya pada cabut sebelum diusir.. enjoying with evening life, chitchat with one, windowshoping with one, or anything else.. dan itu bisa pulang sktr jam 21an... isn't fun? *ato nggak ya?

*
skrg? mo pulang aja susah, saptu minggu di suruh masuk, pulang ampe jam 22an, kagak dapet voucher blue bird, ditambah lagi.... kagak bisa Yahoo!Messenger....

gimana gw bisa berinteraksi dengan dunia? eksistensi digital gw bisa hilang nih! untung masih ada
mibo yg bisa emulasiin Y!M.. ama
prenster dikit2 lah.. *sigh*
i want my previous life back, but how?
kemarin gw baru aja mbuat terobosan (lil' bit exagerating maybe

), tapi begitulah adanya: gw pulang kantor jam 16:45!

hehehehe..
udah lama gak pulang ngeliat matahari masih bersinar dengan cerahnya, menikmati antrian
bus tije di halte terdekat, ngeliatin macetnya jakarta di after office hour dari bus tije, dan gw bisa sholat maghrib nggak di kantor!

. bayangkan, gw masih bisa ngeliat tumpukan antrian demi mengejar mikrolet, metromini, kopaja, mayasari bakti, dan bis-bis gede lainnya.
i miss my previous life
sebelum masuk institusi ini, gw masih bisa pulang dengan masih ngeliat matahari. bukan apa-apa sih... dulu kalo mo lembur bakal dibahas abis2an... katanya sih biar efisiensi lampu ama AC. makanya pada cabut sebelum diusir.. enjoying with evening life, chitchat with one, windowshoping with one, or anything else.. dan itu bisa pulang sktr jam 21an... isn't fun? *ato nggak ya?

*
skrg? mo pulang aja susah, saptu minggu di suruh masuk, pulang ampe jam 22an, kagak dapet voucher blue bird, ditambah lagi.... kagak bisa Yahoo!Messenger....

gimana gw bisa berinteraksi dengan dunia? eksistensi digital gw bisa hilang nih! untung masih ada
mibo yg bisa emulasiin Y!M.. ama
prenster dikit2 lah.. *sigh*
i want my previous life back, but how?
...Bahasa Universal
Perhatikan potongan lagu di bawah ini:

Lagu tersebut adalah lagu Top 40 sepanjang masa: Balonku. Ketika lagu-lagu Sheila on 7 ataupun Dewa sudah mulai ditinggalkan penggemarnya, lagu Balonku tetap dinyanyikan oleh anak-anak balita di seluruh Indonesia. Untuk yang lebih terbiasa dengan not angka, tulisannya akan menjadi seperti ini:

Ketika lagu tersebut dimainkan oleh orang Jawa, orang Sunda, orang Batak, orang Padang, orang Bule, orang Cina, orang Negro, dst... bunyinya tetap sama: Balonku.
Ketika lagu tersebut dimainkan dengan piano, gitar, biola, saxophone, harpa, warna suaranya menjadi berbeda, tapi bunyinya tetap sama: Balonku.
Ketika lagu tersebut dimainkan dengan gaya Sonata-nya Mozart, di-Brickmanize, dinyanyikan dengan jeritan-jeritannya Candil, atau dihambarkan oleh Clayderman, nuansanya jadi berbeda, bunyinya bisa jadi beda, tapi esensinya tetap sama: Balonku.
Itulah musik... siapapun yang memainkannya dan bagaimanapun cara menyampaikannya, orang yang mendengarkannya tetap mengerti, bahwa si pemain hendak menyampaikan lagu yang sama. Dave Koz gak harus berusaha bicara dalam bahasa Indonesia untuk menghibur penonton di Hall BNI, Viky Sianipar tetap bisa bicara dalam bahasa Batak-nya ketika mengajak kita "jalan-jalan" ke daerah Toba.
Hmm.. Kembali ke 2002, lirik lagu yang cukup pas untuk menggambarkan keuniversalan musik adalah:
Music is a languageA message to be spreadWith power to unite usBonded by a common thread.Jadi daripada gontok-gontokan antar manusia, mendingan kita bermusik!!
The Prayer
(Céline Dion, David Foster, Tony Renis, Carole Bayer Sager, and Alberto Testa)
I pray You'll be our eyes,
and watch us where we go.
And help us to be wise
in times when we don't know
Let this be our prayer,
when we lose our way
Lead us to a place,
guide us with Your grace
To a place where we'll be safe
La luce che tu hai
I pray we'll find Your light
nel cuore resterâ
and hold
*fiuhhh*
setelah
hiatus lebih dari sebulan, kok rasanya gatel sih pingin nulis lagi... setelah ngeliat shoutbox doneeh.com tiada, jadi gatel juga pingin ngubah layout. tapi waktunya gak keburu euy :P jadi cuma nyari repliable shoutbox. dari
tante gugel ketemulah dengan satu layanan gratis
oggix.com. kenapa gw milih oggix? karena ada layanan repliable itu tadi :) selain gratis juga sih ;)
ternyata masa cepat sekali berlalu. niatan meninggalkan segala macam aktivitas untuk persiapan
sebuah kompetisi malah membutakan gw dari segala hal disekitar gw. udah gak menang, buta lagi X( *ugh*
makanya sekarang pingin balik dulu ah ke kerjaan selingan. mungkin mo ngeposting draft-draft yang ada dulu. posting ini pun masih dibuat dengan setengah hati, soalnya cuma untuk mengisi aja sih. next time mgkn bakal diedit lagi. itupun kalo sempat :P
*cuma ingin mengganti suasana*
Nah lho…?! kebayang ga apa yg c maksud?
Jadi genee critanya…
Malam ni salah satu personil keluarga besar Raden Soenardi, lebih tepatnya anak nomor 2 nya bapaknya bapak c, sedang drop banget kondisinya gara-gara disun dikit ma satu makhluk item imut-imut yang suaranya bikin sebel orang tidur. Trus dokter n perawatnya janjian bilang ke anak istrinya kalo mereka minta disogok sepuluh kantong cairan merah yang terbukti bebas virus berbahaya yang dikasi tanda pake abjad a tapi huruf gede kalo mau suami n papanya itu diusahakan pulih kembali kondisinya.
#Hole..hole..hole!!!! berhasil bikin satu paragraf panjang cuma buat bilang si x butuh y kantong darah golongan A#
Nah… kejamnya dunia perdarahan dimulai di sini…
Sebenarnya, di ruangan ini ada 4 ekor makhluk yang bisa nyumbangin darahnya. Unfortunately……… 3 dari qta adalah donor yang telah dengan sukarela menyumbangkan darahnya kurang dari 3 bulan yang lalu. And the result is……. qta ga bisa nyumbangin darah sekarang n harus pontang-panting nyari pendonor lain.
Fiuh….
Last but not leased, trima kasih buat semua orang yang sudah bersusah payah malam ini. Buat brian yang rela berjuang sebagai telemarketing yang gigih, buat ayuk yang rela menjadi pionir, n buat nThenk yang rela terkantuk2 jadi supir yang … *skipped* Ops… hampir lupa, buat pedonor yang rela digrebek malam2
GBU, bro n sist…
Nah lho...?! kebayang ga apa yg c maksud? Jadi genee critanya... Malam ni salah satu personil keluarga besar Raden Soenardi, lebih tepatnya anak nomor 2 nya bapaknya bapak c, sedang drop banget kondisinya gara-gara disun dikit ma satu makhluk item...