Ini foto istri dan anakku. Namanya Indah Astuti, anakku namanya Rafi. Dua-duanya kesayanganku. Met kenalan semua....
Lebaran kali ini unik. Aku dan Istri g pulang kampung. G ke Jambi, g ke Semarang. Di Bandung aja bertiga dengan si kecil Rafi. Sedih juga sih, tapi ya dijalanin aja. Alasan g pulang gara2 kabut asap di Jambi, pesawat g berani mendarat.Selamat hari raya idul fitri 1427 H, Mohon maaf lahir dan batin buat semuanya.
Lebaran kali ini unik. Aku dan Istri g pulang kampung. G ke Jambi, g ke Semarang. Di Bandung aja bertiga dengan si kecil Rafi. Sedih juga sih, tapi ya dijalanin aja. Alasan g pulang gara2 kabut asap di Jambi, pesawat g berani mendarat.Selamat hari raya idul fitri 1427 H, Mohon maaf lahir dan batin buat semuanya.
Aku bukan maniak download, tapi kebetulan dapet sumber mp3 Indonesia. Cukup lengkap juga. Aku nemuin ini waktu nyari mp3 Tompi Ramadhan. Silakan dicoba buat yang suka download lagu2, bisa request juga. AKu baru sempat download Tompi dan Ungu (dua2nya album Ramadhan). Lengkapnya lihat sendiri di
IndoMP3Z.
Move on...it is the WORD that we ofthe hear when we fail to achieve something.but why?? we do not to keep fighting to achieve it....Who knows that the current failure is just a temporary.. and not the permanent one?Maybe we have limited-energy for fighting due to other activities.Even I have limited-energy, limited-time and other limitation... but all these limitations are established by our
Move on...it is the WORD that we ofthe hear when we fail to achieve something.but why?? we do not to keep fighting to achieve it....Who knows that the current failure is just a temporary.. and not the permanent one?Maybe we have limited-energy for fighting due to other activities.Even I have limited-energy, limited-time and other limitation... but all these limitations are established by our
Hayaa.. apa kabar nih? Lagi pada menikmati liburan pastinya. Akyu juga lho.. Makanya sekarang sempatin nulis lagi. Sekalian mau bikin pengakuan nih. Saya baru sadar kalau saya ketergantungan. Pada apa? Hmm, baca baik-baik yah.. Rabu minggu lalu, tepatnya tanggal 18...
Hari ini Riko mudik ke Jambi naik bus. Kru Suteki juga bakalan mudik semua. Udah deh... penghuni rumah tinggal aku, suamiku dan Rafi. Di rumah yang biasa rame ini sekarang hanya akan ditinggali kami bertiga. Syukurlah ada Rafi yang ceria berceloteh dan tertawa sehingga suasana rumah tidak lengang.
Well, lebaran kali ini akan berbeda karena kami merayakannya jauh dari orang tua. Bukannya tidak ingin pulang bersilaturahim.... tapi apa daya.
Tanggal 15 Oktober 2006 yang lalu kami sudah senang membayangkan sebentar lagi sampai di rumah Jambi. Tiket yang sudah dibeli sebulan sebelumnya, dapat harga yang masih murah. Alangkah senangnya...
Tapi Allah punya Kuasa dan Rencana tersendiri. Setelah menunggu selama 6 jam akhirnya kami naik pesawat. Pukul 14.15 pesawat sampai di Jambi namun kabut asap cukup tebal. Beberapa kali pesawat mencoba landing sehingga bagi para penjemput cukup menggemaskan melihat pesawat yang berputar-putar di atas bandara. Namun akhirnya pilot memutuskan kembali ke Cengkareng karena khawatir akan keselamatan penumpang. Jadi hari itu kami berwisata udara menengok kabut asap di Jambi, GRATIS. Uang tiket dikembalikan dari maskapai penerbangan. Kangen kami harus cukup terobati dengan melihat pemandangan kota Jambi yang diselimuti asap dari atas pesawat. Dan sanak keluarga yang telah menantikan kedatangan kami(terutama kedatangan Rafi sih..) dan sudah bolak-balik jemput ke bandara sampe 3 kali harus merelakan kami yang tidak sampai menginjakkan kaki di Jambi.
Klo pulang ke Semarang, kami lebih nyaman naik kereta api karena bawa Rafi yang masih 8 bulan dan kaki suamiku termasuk panjang. Sedangkan kereta api dari Bandung ke Semarang hanya ada satu, tiket sampe dengan lebaran sudah habis sejak sebulan lalu.
Jadi, tahun ini kami akan merasakan berlebaran di Bandung. Jika sempat, pengen masak opor untuk suamiku biar berasa lebaran biarpun jauh dari ortu. Semoga saja bisa. Mengingat ga ada yang bantuin beres-beres rumah, ngurus Rafi, cuci baju, dsb.. tapi sedih juga klo ga ada makanan sementara warung-warung sudah mulai tutup. Sementara ini gas sedang habis. Tadi pagi sudah coba mau isi gas tapi tokonya pada tutup... hiks... Syukurlah masih ada koneksi internet 24 jam. Semoga ga mati lampu saat lebaran nanti. Bisa-bisa malah jadi nyepi ntar... :(
Hari ini Riko mudik ke Jambi naik bus. Kru Suteki juga bakalan mudik semua. Udah deh... penghuni rumah tinggal aku, suamiku dan Rafi. Di rumah yang biasa rame ini sekarang hanya akan ditinggali kami bertiga. Syukurlah ada Rafi yang ceria berceloteh dan tertawa sehingga suasana rumah tidak lengang.
Well, lebaran kali ini akan berbeda karena kami merayakannya jauh dari orang tua. Bukannya tidak ingin pulang bersilaturahim.... tapi apa daya.
Tanggal 15 Oktober 2006 yang lalu kami sudah senang membayangkan sebentar lagi sampai di rumah Jambi. Tiket yang sudah dibeli sebulan sebelumnya, dapat harga yang masih murah. Alangkah senangnya...
Tapi Allah punya Kuasa dan Rencana tersendiri. Setelah menunggu selama 6 jam akhirnya kami naik pesawat. Pukul 14.15 pesawat sampai di Jambi namun kabut asap cukup tebal. Beberapa kali pesawat mencoba landing sehingga bagi para penjemput cukup menggemaskan melihat pesawat yang berputar-putar di atas bandara. Namun akhirnya pilot memutuskan kembali ke Cengkareng karena khawatir akan keselamatan penumpang. Jadi hari itu kami berwisata udara menengok kabut asap di Jambi, GRATIS. Uang tiket dikembalikan dari maskapai penerbangan. Kangen kami harus cukup terobati dengan melihat pemandangan kota Jambi yang diselimuti asap dari atas pesawat. Dan sanak keluarga yang telah menantikan kedatangan kami(terutama kedatangan Rafi sih..) dan sudah bolak-balik jemput ke bandara sampe 3 kali harus merelakan kami yang tidak sampai menginjakkan kaki di Jambi.
Klo pulang ke Semarang, kami lebih nyaman naik kereta api karena bawa Rafi yang masih 8 bulan dan kaki suamiku termasuk panjang. Sedangkan kereta api dari Bandung ke Semarang hanya ada satu, tiket sampe dengan lebaran sudah habis sejak sebulan lalu.
Jadi, tahun ini kami akan merasakan berlebaran di Bandung. Jika sempat, pengen masak opor untuk suamiku biar berasa lebaran biarpun jauh dari ortu. Semoga saja bisa. Mengingat ga ada yang bantuin beres-beres rumah, ngurus Rafi, cuci baju, dsb.. tapi sedih juga klo ga ada makanan sementara warung-warung sudah mulai tutup. Sementara ini gas sedang habis. Tadi pagi sudah coba mau isi gas tapi tokonya pada tutup... hiks... Syukurlah masih ada koneksi internet 24 jam. Semoga ga mati lampu saat lebaran nanti. Bisa-bisa malah jadi nyepi ntar... :(
A month and a half equals 3 essays, 2 case analysis, 1 exam, 1 olympia, 4 parties and 2 relationship twists.. A shattered beginning in the life of a relaxed MBA fresh man.. it's time to put life into perspective.....