20 Tahun Star Trek: TNG – Yang Berubah Buat Aku

Wwuuuiii... 20 tahun!! Betah banget yak?

Ya, tahun ini adalah perayaan 20th Anniversary-nya Star Trek: The Next Generation (TNG). Sudah 5 tahun berlalu sejak terakhir kali nonton movie-nya (yang mengecewakan banyak pihak ityuuu). 10 tahun berlalu sejak menonton final episode "All Good Things...". Surprisingly, sampai hari ini aku masih belum bosen juga... yeah, itu adalah salah satu hal yang tidak berubah sejak 1991.

Tapi berkaitan sama TNG tadi... gak semua hal gak berubah, ada juga yang berubah. Misalnya:

1) Dulu aku lebih senang menonton episode yang action-oriented, tapi akhir-akhir ini ketika aku me-"rerun" episode2 TNG di Dell-Takodel-Kodel, aku malah lebih enjoy nonton yang banyak ngomongnya. Karena ternyata, aku baru nyadar kalo dialognya tuh dalem banget, dan ternyata (lagi) banyak pelajaran-pelajaran yang dulu gak begitu aku pedulikan (atau mungkin dulu aku gak ngerti kali ya?) tapi sekarang ternyata baru ketangkep maknanya.

2) Dulu aku sebel banget kalo episodenya tuh melibatkan "Wesley Crusher Saves The Day", tapi ternyata sekarang aku adalah pembaca setia blognya Wil Wheaton dan juga column Geek In Review-nya Wil Wheaton. (Wil Wheaton adalah aktor yang berperan jadi Wesley Crusher)

3) Data. Dulu aku sebel banget Data dimatikan di Star Trek: Nemesis. Sekarang, aku setuju dengan alasannya Brent Spiner pengen mematikan Data. Meskipun aku tetap lebih senang kalo misalnya Data gak usah dibunuh, tapi gak usah muncul lagi di movie ataupun series yang dibuat setelah Nemesis. Kenapa? Karena Spiner benar tentang dia sudah sama sekali gak keliatan muda. Di Insurrection, meskipun sudah 49, dia masih bisa jadi Data yang innocent. Tapi di Nemesis enggak. Setiap kali dia memasang muka "Data-with-his-curiosity-face", dia sama sekali gak keliatan "curious" seperti halnya di series ataupun di movies 7-8-dan-9. Garis-garis wajah Spiner yang emang menunjukkan umurnya itu (53 pada saat Nemesis) membuat Data jadi keliatan "thoughtful", kayak si Data tuh punya beban hidup gitu loh. Padahal kan salah satu hal yang bikin Data jadi so lovable adalah tampang curious dan innocent-nya yang menggemaskan itu.

Jadi, itu tadi beberapa hal yang berubah ttg TNG. Nanti aku teruskan lagi dengan cerita lain. Happy 20th Anniversary TNG!!

The Bourne Ultimatum

Film ini diadaptasi dari novel yang ditulis oleh Robert Ludlum. Sebelumnya pada tahun 1988 pernah dibuat seri televisi The Bourne Identity yang dibintangi oleh Richard Chamberlain. Film ini merupakan kelanjutan dari film The Bourne Identity (2002) dan The Bourne Supremacy (2004) mengisahkan kehidupan seorang penderita amnesia bernama Jason Bourne (diperankan Matt Damon) yang [...]

Pemeriksa Ejaan Bahasa Indonesia untuk Firefox

Saya sudah mencari addon Firefox untuk memeriksa ejaan bahasa Indonesia, agar ketika menulis berita di compactbyte.info, ejaannya tidak ngawur, tapi ternyata saya tidak menemukannya. Jadi akhirnya saya putuskan untuk membungkus sendiri kamus ejaan bahasa Indonesia yang ditujukan untuk OpenOffice agar dapat diinstall sebagai kamus ejaan di Firefox. Hanya dibutuhkan waktu beberapa menit untuk membungkus kamus [...]

the dream city: jakarta like today

hari ini, 8 agustus 2007, jakarta sedang mengadakan pesta demokrasi kecil-kecilan. Pilkada DKI Jakarta.

Imbasnya? beberapa hari sebelumnya banyak terjadi pengerahan massa, poster yang ditempel di sembarang tempat seperti pintu masuk kediaman gw, umbul-umbul besar yang menutupi rambu-rambu lalulintas, pewacanaan tanpa otak yang hanya saling menjatuhkan lawan tanpa memaparkan visi misi yang jelas dan mudah di cerna, janji-janji muluk, cuci otak calon pemilih dengan ikon-ikon aneh, sampe kumis dibawa-bawa...

yah, meski pesta pora ini jg bagi sebagian pihak menguntungkan. Dana paling tidak Rp.91M duit beredar dong... yah, itung-itung bagi-bagi rejeki... mulai dari percetakan tabloid yg memojokkan kandidat lain sampe banner yang menyampah.

dan gw paling gak suka kampanye pengerahan massa... keduanya berjanji untuk bisa mengatasi macetnya jakarta. tapi lihat apa yang mereka lakukan di jumat kemarin (03 Agustus 2007). Membuat macet total! udah tau itu weekend, tanpa kampanye pun jakarta udah macet. ini malah pengerahan massa gila-gilaan, banyak-banyakan... walhasil, jam pulang kerja macet :(
meski gw belum pemegang KTP jakarta, gw mendukung kalo Jakarta pilkada terus! lihat saja hasilnya hari ini.. sepi, tenang, nyaman... ntar kalo udah kepilih Gubernur dan wakil, di pilih lah 5 Walikota Jakarta, libur lagi... trus kalo udah walikota dipilih secara langsung, pilihlah perangkatnya, misalnya Camat, Lurah, RW, RT, sampe Kepala Keluarga juga! :D biar libur terus, sepi terus!

~yangsedangbermimpijakartayanglebihbaik~

the dream city: jakarta like today

hari ini, 8 agustus 2007, jakarta sedang mengadakan pesta demokrasi kecil-kecilan. Pilkada DKI Jakarta.

Imbasnya? beberapa hari sebelumnya banyak terjadi pengerahan massa, poster yang ditempel di sembarang tempat seperti pintu masuk kediaman gw, umbul-umbul besar yang menutupi rambu-rambu lalulintas, pewacanaan tanpa otak yang hanya saling menjatuhkan lawan tanpa memaparkan visi misi yang jelas dan mudah di cerna, janji-janji muluk, cuci otak calon pemilih dengan ikon-ikon aneh, sampe kumis dibawa-bawa...

yah, meski pesta pora ini jg bagi sebagian pihak menguntungkan. Dana paling tidak Rp.91M duit beredar dong... yah, itung-itung bagi-bagi rejeki... mulai dari percetakan tabloid yg memojokkan kandidat lain sampe banner yang menyampah.

dan gw paling gak suka kampanye pengerahan massa... keduanya berjanji untuk bisa mengatasi macetnya jakarta. tapi lihat apa yang mereka lakukan di jumat kemarin (03 Agustus 2007). Membuat macet total! udah tau itu weekend, tanpa kampanye pun jakarta udah macet. ini malah pengerahan massa gila-gilaan, banyak-banyakan... walhasil, jam pulang kerja macet :(
meski gw belum pemegang KTP jakarta, gw mendukung kalo Jakarta pilkada terus! lihat saja hasilnya hari ini.. sepi, tenang, nyaman... ntar kalo udah kepilih Gubernur dan wakil, di pilih lah 5 Walikota Jakarta, libur lagi... trus kalo udah walikota dipilih secara langsung, pilihlah perangkatnya, misalnya Camat, Lurah, RW, RT, sampe Kepala Keluarga juga! :D biar libur terus, sepi terus!

~yangsedangbermimpijakartayanglebihbaik~

New Star Trek

Aku bukan fans The Original Star Trek, akan tetapi... ketika membaca berita Character ini, ternyata aku cukup tak sabar menunggu film Star Trek yang terbaru yang rencananya akan di-release akhir tahun depan.

Original Star Trek dibuat ulang..?? Dengan cast yang sama sekali berbeda (kecuali Old Spock, katanya sih Leonard Nimoy juga yang bakalan main). Bakalan jadi seperti apa ya? Bisa gak ya, para penggemar Star Trek menerima, bisa gak ya aku menerima karakter Star Trek--yang sudah sangat well-established selama 40 tahun dan sudah sangat identik aktor-aktor tertentu--dimainkan oleh aktor baru? Gimana jadinya kalo Captain Kirk gak pakek gaya anehnya William Shatner? Apakah this new actor, whoever he will be, bakalan menambahkan gaya-Shatner-yang-aneh-tadi di penampilannya?

Hmm... aku semakin gak sabar... menunggu Star Trek yang baru...

Pindah Pindah….

     Setengah tahun terakhir ini aku pindahan terus-terusan. Hampir tiap bulan pindah. Jadi tambah pengalaman bertemu dengan banyak macam tetangga, mulai dari yang paling baik, yang biasa (ini yang paling umum), dan yang paling jahat. ) Lumayan… jadi introspeksi, biar nggak jadi tetangga yang jahat. Tapi memang yang paling buruk adalah tetangga yang baik di depan kita tapi jahat di belakang. Semoga kita nggak pernah jadi orang yang seperti itu.

     Kalau sebelumnya masih dalam satu kota, akhirnya sekarang pindah negara, ke Singapura. Karena sering pindah, sebagian besar barang sudah kukirim pulang ke rumah ortu. Tapi, masih banyak juga. Untung ada ibuku juga yang membantu menyortir barang. Walau udah disortir, ternyata masih terlalu banyak untuk masuk bagasi pesawat. Yang tertulis di tiket sih jatahnya 20 kg per orang. Karena perginya berdua dengan suami, jadi 40 kg. Tapi barang yang harus dibagasikan ternyata 51 kg. D Untungnya gak disuruh bayar lagi. Mungkin kliatan kalo aku kurus, jadi bisa diambil dari jatah berat badan.

     Tiket pesawat sudah dipesan sejak beberapa minggu sebelum berangkat. Sebenarnya kalau saja Garuda nggak rese’ dalam hal tiket pesawat antarnegara, maunya naik Garuda, biar nambah point GFF-ku. Tapi ternyata rese’nya bikin kapok! Bayarnya harus dateng ke kantornya langsung padahal pesen via Garuda Call Center. Alasannya, urusan pajaknya yang bikin ribet. Hmmm, ya mbok diurus dengan baik sana, masak urusan dapur dibawa ke depan pelanggan. Udah gitu, gak dijelasin dari awal. Jadi waktu mau bayar kok gagal terus… setelah ditanyakan lagi, baru ketahuan penyebabnya. Biaya telpon membengkak deh, buat nelpon lebih dari 5x ke GCC. Kapok dah!

     Akhirnya aku memilih naik Emirates. Sebenernya pinginnya naik SIA, tapi nggak tega ama suami. Ya, itungan ekonomisku sih, daripada buat naik SIA, bisa jadi filter lensa beberapa biji deh. Klak klik sebentar di Internet, dapet deh tiket. Harganya juga lebih murah daripada Garuda. Kapan ya, maskapai Indonesia bisa seperti itu.

     Dengan tiga koper besar barang domestik, satu kardus berisi rice cooker kecil, dua tas jinjing berisi dokumen, satu backpack buat laptop dan kamera, dan satu camera handbag yang nggak berisi kamera; proses pindah pun dimulai. Benda-benda cair sudah diamankan di koper-koper. Surat izin terbang dari dokter sudah kupersiapkan juga. Alhamdulillah, tidak ada masalah yang berarti.

     Ketika check in, aku melihat ke counter Emirates sebelah. Ada wanita yang sepertinya TKI sedang ditanya macam-macam oleh petugas check in-nya. Terlihat kasihan. Kenapa ya, mereka seperti dipersulit, padahal nasibnya juga udah sulit. Aku jadi bersyukur, kami bukan blue collar worker.

     Ini adalah pengalaman pertama naik 747 buatku, walau nggak sampai 2 jam. Lumayan juga fasilitasnya. Kamera di moncong ama bawah pesawatnya keren, walau cuma kliatan lampu-lampu karena perjalanannya malem. Ada channel Al Qur’annya juga. Cuma makannya aja yang keburu-buru, karena pesawat udah mau mendarat. Yang jelas, jauh dari mengecewakan! Yang lebih asyik lagi, sampai di Singapura kami masuknya lewat Terminal 2 dan nggak ada pemeriksaan macam-macam. Kata suamiku, beda banget dengan waktu beliau keluar lewat budget terminal. Ribet!

     Setelah sampai di negeri orang, jadi banyak mensyukuri negeri sendiri. Merindukan wanginya beras Indonesia, tempe mendoan pasar Simpang yang cuman seribu rupiah, pisang Pontianak yang gurih, … dan banyak hal lainnya. Indonesia itu benernya kaya, cuman dijajah bangsanya sendiri. ( Ayo-ayo, kita merdekakan Indonesia dari diri kita sendiri! Indonesia Raya, merdeka, merdeka! Jadi buka-buka you tube dan download lagu Indonesia Raya nih… )

Pindah Pindah….

Setengah tahun terakhir ini aku pindahan terus-terusan. Hampir tiap bulan pindah. Jadi tambah pengalaman bertemu dengan banyak macam tetangga, mulai dari yang paling baik, yang biasa (ini yang paling umum), dan yang paling jahat. :) Lumayan... jadi introspeksi, biar...