Archive for February, 2008

Feb 28 2008

Banyak Maunya

Published by rhin under Uncategorized


Comments Off

Feb 28 2008

Lessons From The Past

Published by yohanes under Uncategorized


Comments Off

Feb 27 2008

Published by Greenleaf under Uncategorized


Comments Off

Feb 26 2008

My Gadgets

Published by yohanes under Uncategorized


Comments Off

Feb 25 2008

Awww….

Published by KITA! under Uncategorized

Kenapa ya?? Kok gak pernah menang kuis Java Jazz…?? Hihihi… Selalu nama orang lain yang tercantum dalam daftar pemenang, ndak pernah salah satu dari 4 nama yang kumasukkan (apa mestinya aku masukin 6 nama?? Gak cuman 4? Kurang kali ya?)

Hmm… tanganku sakit nih, apakah karena kebanyakan makan bawang goreng palu. Uh-oh, makanan itu sangat irresistible… apalagi kalo dicampur abon solo yang masih kriuk dan setengah pedas… waaatttaaa….

Ayooo giitttaaa… selesaikan thesismu segera, abis itu kau bisa suka-suka, mau les saxophone kek, mau les vokal kek, mau ikut les mobil lagi (selesai les ntar beli piring, kemudian mengkado diri sendiri dengan piring tersebut. Udah 3 kali bok!!). Haha… sebelum 21 Juni tahun ini, kamu sudah harus beraniiii…

Hii… gak jelas banget sih posting ini… yah begini deh akibatnya… kalo lagi pengen posting, tapi gak punya bahan spesifik, dan pikiran lagi melanglang buana kemana-mana… Awww…

Comments Off

Feb 22 2008

Photo Albums

Published by yohanes under Uncategorized

Comments Off

Feb 22 2008

Memahami Hidup

Published by yohanes under Uncategorized


Comments Off

Feb 20 2008

Jelek! Berisik! Jangan Dibeli!

Published by KITA! under Uncategorized

Ini tentang musik, harusnya masuk blogku yang satu lagi. Tetappii… isinya bukan review, tapi celaan… jadi di sini aja yaa…

Udah berapa minggu, tiap kali ke toko CD dan mencari albumnya Maia and Friends, selalu ditawarin Mulan Jameela, dan aku selalu menolak. Akhirnya kemaren aku ngopy MP3-nya album Mulan Jameela. Abisnya aku penasaran… Pas wiken ketemu Jati dan Hayat, mereka bilang albumnya Mulan ngerusak lagu-lagunya Andra dan Dewa. Meskipun penasaran, tapi tetep tak mau beli CD-nya… jadi ya sudah cari MP3 bajakan saja.

Ternyata… Mulan adalah bakat tersia-sia. Suaranya dia kan emang khas ya sebenernya… punya karakter gitu loh. Nah, tapi di album ini dirusak sama aransemen lagu-lagu di album itu yang kampring. Benar, coba kuulangi sekali lagi: kampring, kampungan, ndeso. Musiknya brisik… gak enak didenger.

Contohnya lagu terakhir: Pertama-nya Reza… aku pikir, Mulan bisa keren banget nyanyi lagu itu, dengan suaranya yang ambitus di bawah namun barbie itu… Tapi… lagi-lagi dirusak sama aransemen yang kampring… yang ada Mulan si Barbie Girl malah berubah jadi terkesan murahan… hmm… ya gitu deh maksudnya. Uh-oh… tak tega bilang dengan gamblang… mengotori blog-ku nanti…

Sebenernya, kalo ini penyanyi biasa, bukan Mulan sokongannya si Dhani Gendeng itu (heheheh… dukun darimana ini), maka aku cuman berkomentar “gak begitu bagus” atau “biasa aja” atau “aneh”… nah karena ini ada campur tangan Dhani Gendeng itu, jadi reviewku adalah: “Album Mulan Jameela tergolong JELEK!! BRISIK!! JANGAN DIBELI!!”. Pokoknya untung deh gak beli CD atau kaset-nya… Bisa saving 50rebu…

Hahaha… sebenernya ini ditambah lagi pengaruh dari event pindah gedung kantor ke gedung matre yang Dingin, Risih, Makanan Gak Enak, Berisik, Bau, ugh… makanya review-ku jadi vulgar gitu dan malah berubah jadi celaan…

Hmm… aku jadi pengen beli album Maia & Friends… tadinya aku mau nunggu album Duo Maia yang beneran… tapi kayaknya perlu juga beli yang ini, buat mendukung penjualan albumnya, biar lebih unggul dibandingkan si Mulan “Jangan Dibeli” Jameela.

Comments Off

Feb 19 2008

Garing… Anak PSM… Capek deh…

Published by KITA! under Uncategorized

Dalam Metro Mini 640 jurusan Tanah Abang-Pasar Minggu yang melintas di jalan Jenderal Sudirman, pada suatu sore yang cerah… Di sebelahku duduk sesama ex-anak PSM ITB yang tidak akan kusebutkan namanya…

Kenek 640: “Mingguuuu… Mingguu… Mingguuu…”
Anak PSM yang di sebelahku menggumam: “Ih… Sekarang kan hari Selasa.. bukan Minggu.”
Aku: “Bukan… itu maksudnya nyampe di tujuan ntar hari Minggu.”

Abis itu kami terdiam. Sesaat aku merasa kembali ke masa lalu, ke dalam sekre PSM yang bau namun penuh tawa. Selanjutnya aku nyambung: “Mas… gak semua orang ngerti yang kayak gituan…”.

Maksudku… dalam perjalananku di Pertamina misalnya, gak semuanya bisa ketawa atau bahkan menyeringai males kalo kita ngegaring. Lebih parah lagi, aku sih rasanya jarang mendapatkan kesempatan untuk ngegaring. Paling2 sekalinya ngegaring mendapat komentar: “Maksudnya apa sih? Kok gak nyambung…??” Lhaaa… emang sengaja… namanya juga ngegaring. Padahal menggaring itu menyenangkan… seperti bermain kata-kata dengan menukar-nukar konteks (kalo diformalisasi, mungkin bahasanya jadi seperti itu).

Anak PSM yang tadi: “Jadi untuk ngerti garing, perlu intelejensia juga ya…”
Aku: “Heheheh…”

Mungkin bukan seperti itu tepatnya, kalo diterjemahkan jadi kesannya: “makin garing makin pandai…” atau “yang gak garing maka gak pintar”. Gak seperti itu sih… Lebih tepatnya… yang ngerti bahwa seseorang lagi bermaksud menggaring adalah orang lain yang punya cara berpikir sejalan dengan si penggaring. Mungkin karena aku di lingkungan yang sama dengan temanku itu cukup lama, makanya kami punya jalan pikiran yang selaras.

Aduh… beginian aja kok dibahas ya?? Itu juga salah satu ciri anak PSM, kalo lagi santai, suka ngebahas yang gak penting dengan gaya yang serius. Tapi kadang2 dari yang gak penting itu keluar ide-ide giling.

Yang penting… Hidup Garing!! Garing membuat hidup lebih berwarna…

Comments Off

Feb 19 2008

thx guys… :)

Published by Riris under Uncategorized


Comments Off

Next »