tindakan medis yang aneh…

kok ya tiap tahun adaa aja biaya perawatan di rumah sakit :( setelah tahun lalu berkenalan dengan Varicella zoster, sekarang berkenalan dengan Dengue virus yang dibawakan langsung oleh sang Aedes aegypti. Entah kenalan dimana dengan mereka.. tapi yang jelas, mereka telah membuat aku menginap selama sepuluh hari di rumah sakit dan 4 hari istirahat di rumah (mertua).

Tau kan gejala-gejala demam berdarah kalo udah fase yang "parah"?

Demam, suhu naik turun, bintik-bintik merah muncul, dan sakit kepala yang sangat hebat. Sedikit berlebih memang. Tapi memang itulah adanya. Yang aneh, tubuh ini tidak terlalu merasakan demam, meskipun termometer digitalku menunjukkan angka 39.9 Celcius. Bintik-bintik merah yang sedikit muncul. Tapi... sakit kepala yang hebat itu memang terjadi selama hari ke-4 dan ke-5.

Kepada perawat saya minta obat untuk sakit kepala ini, tapi cuma diberikan Ponstan. Memang obat ini populer di kalangan masyarakat. Ada yang minumnya bulanan ketika sedang mengalami dysmenorrhea, ato pula yang cuma pusing-pusing biasa tapi udah gak mempan lagi minum obat pasar yang mengandung Paracetamol.

Karena ku telah mengenal ponstan dan efeknya jauh sebelum aku masuk kuliah, jadi kutinggalkan ponstan. Bagiku, itu cuma painkiller biasa yang "menipu" otak dengan tidak mengirimkan impuls rasa sakit di syaraf. Cuma bertindak sebagai inhibitor saja. Jelas, obat tersebut cuma ku sampingkan di meja.

Tapi karena sakit yang berlebihan ini, dokter pun menyarankan memberikan aku sesuatu cairan ke dalam tabung infus. Hasilnya? hmm... benar-benar ampuh! Rasa sakit itu hilang begitu saja. Khawatir aku diberi semacam obat penenang seperti morphine (heheh.. berharap lebih ya?) langsung ku tanya ke perawatnya. Perawatnya bilang itu cairan Novalgin.

Hmm.. untungnya, meski terbaring di rumah sakit, tetep aja ada akses internet melalui N95 :) Langung buka browser, dan googling tentang Novalgin... ternyataa...

darn!

itu juga sama aja dengan painkiller. Malah dibilangin dibeberapa situs hasil googling itu "super painkiller". Novalgin atau Metamizole telah dilarang dibeberapa negara. Beberapa laporan tentang efek samping penggunaan Novalgin ini lumayan mengejutkan. Bahkan ada yang melaporkan efek kematian.

Sadis nih rumah sakit. Masa' di luar negeri aja udah dilarang, tapi di Indonesia masih beredar. Baru hari ke-5 aja udah gak betah. Jangan-jangan bisa dijadikan kelinci percobaan obat yang lain nih...

Alhamdulilah, masih bisa sehat lagi setelah dirawat selama 10 hari di sana.. Cuma masih gak habis pikir saja, kok bisa-bisanya ya aku mengalami tindakan medis yang aneh ini...

tindakan medis yang aneh…

kok ya tiap tahun adaa aja biaya perawatan di rumah sakit :( setelah tahun lalu berkenalan dengan Varicella zoster, sekarang berkenalan dengan Dengue virus yang dibawakan langsung oleh sang Aedes aegypti. Entah kenalan dimana dengan mereka.. tapi yang jelas, mereka telah membuat aku menginap selama sepuluh hari di rumah sakit dan 4 hari istirahat di rumah (mertua).

Tau kan gejala-gejala demam berdarah kalo udah fase yang "parah"?

Demam, suhu naik turun, bintik-bintik merah muncul, dan sakit kepala yang sangat hebat. Sedikit berlebih memang. Tapi memang itulah adanya. Yang aneh, tubuh ini tidak terlalu merasakan demam, meskipun termometer digitalku menunjukkan angka 39.9 Celcius. Bintik-bintik merah yang sedikit muncul. Tapi... sakit kepala yang hebat itu memang terjadi selama hari ke-4 dan ke-5.

Kepada perawat saya minta obat untuk sakit kepala ini, tapi cuma diberikan Ponstan. Memang obat ini populer di kalangan masyarakat. Ada yang minumnya bulanan ketika sedang mengalami dysmenorrhea, ato pula yang cuma pusing-pusing biasa tapi udah gak mempan lagi minum obat pasar yang mengandung Paracetamol.

Karena ku telah mengenal ponstan dan efeknya jauh sebelum aku masuk kuliah, jadi kutinggalkan ponstan. Bagiku, itu cuma painkiller biasa yang "menipu" otak dengan tidak mengirimkan impuls rasa sakit di syaraf. Cuma bertindak sebagai inhibitor saja. Jelas, obat tersebut cuma ku sampingkan di meja.

Tapi karena sakit yang berlebihan ini, dokter pun menyarankan memberikan aku sesuatu cairan ke dalam tabung infus. Hasilnya? hmm... benar-benar ampuh! Rasa sakit itu hilang begitu saja. Khawatir aku diberi semacam obat penenang seperti morphine (heheh.. berharap lebih ya?) langsung ku tanya ke perawatnya. Perawatnya bilang itu cairan Novalgin.

Hmm.. untungnya, meski terbaring di rumah sakit, tetep aja ada akses internet melalui N95 :) Langung buka browser, dan googling tentang Novalgin... ternyataa...

darn!

itu juga sama aja dengan painkiller. Malah dibilangin dibeberapa situs hasil googling itu "super painkiller". Novalgin atau Metamizole telah dilarang dibeberapa negara. Beberapa laporan tentang efek samping penggunaan Novalgin ini lumayan mengejutkan. Bahkan ada yang melaporkan efek kematian.

Sadis nih rumah sakit. Masa' di luar negeri aja udah dilarang, tapi di Indonesia masih beredar. Baru hari ke-5 aja udah gak betah. Jangan-jangan bisa dijadikan kelinci percobaan obat yang lain nih...

Alhamdulilah, masih bisa sehat lagi setelah dirawat selama 10 hari di sana.. Cuma masih gak habis pikir saja, kok bisa-bisanya ya aku mengalami tindakan medis yang aneh ini...

forbidden kingdom

hari minggu kemarin tadinya berencana mau nonton earth ke blitz. tapi karena jadwal kosong saya adanya di sore hari (halah, sok sibuk amat), jam tayang yg paling memungkinkan yg 1/2 8 malam. terjadilah pertentangan. yg ditakuti adalah bosan, karena film ini adalah film dokumenter. selain itu adalah harga tiket... wakakakakak. secara ga punya cc mandiri maupun hsbc platinum.

jadilah nonton forbidden kingdom. ga nyesel. kocak banget. jackie chan, jet li. filmnya kaya jadi pertemuan tokoh-tokoh film kungfu. ada kera sakti, shaolin, drunken master, white hair bride, siapa lagi ya. banyaklah pokoknya. walopun sempet sebel aja, kenapa filmnya ga pake bahasa mandarin aja sekalian. lucu denger bintang filmnya bicara bahasa inggris.

dan ada lagi yg kurang. ga ada 'dibuang sayang'-nya. biasanya kan klo film2nya jackie chan selalu ada potongan2 scene gagal pas lagi credit titlenya :)

forbidden kingdom

hari minggu kemarin tadinya berencana mau nonton earth ke blitz. tapi karena jadwal kosong saya adanya di sore hari (halah, sok sibuk amat), jam tayang yg paling memungkinkan yg 1/2 8 malam. terjadilah pertentangan. yg ditakuti adalah bosan, karena film ini adalah film dokumenter. selain itu adalah harga tiket... wakakakakak. secara ga punya cc mandiri maupun hsbc platinum.

jadilah nonton forbidden kingdom. ga nyesel. kocak banget. jackie chan, jet li. filmnya kaya jadi pertemuan tokoh-tokoh film kungfu. ada kera sakti, shaolin, drunken master, white hair bride, siapa lagi ya. banyaklah pokoknya. walopun sempet sebel aja, kenapa filmnya ga pake bahasa mandarin aja sekalian. lucu denger bintang filmnya bicara bahasa inggris.

dan ada lagi yg kurang. ga ada 'dibuang sayang'-nya. biasanya kan klo film2nya jackie chan selalu ada potongan2 scene gagal pas lagi credit titlenya :)