masa penantian.. lagi nunggu ceritanya...jd aku ngeblog aja, moga2 aja waktu cepat berlalu. Hari ini aku ama hendro lagi krisis kepribadian. Aku ga bakal cerita ttg yang hendro, takut ntar hendronya protes kekeke. Jadi sperti biasa aku critanya ttg aku, trus aku trus aku lagiii. Tiap hari aku slalu ngerasa bodo banget, tp hari ini ga...weisss. Hari ini aku ngerasa DUNGUUUUU banget, ampe

Surat Berantai Gaya Baru

Jaman dulu ada yang namanya surat berantai. Biasanya surat itu juga berupa surat kaleng, jadi namanya surat kaleng berantai. Katanya kalau kita teruskan surat itu ke beberapa orang, niscaya kesuksesan akan menyertai kita sedangkan kalau tidak maka kita akan ditimpa sial. Di dalam surat berantai itu juga disertakan beberapa contoh orang-orang yang tertimpa sial karena [...]

My first time far from home 2008-08-06 15:41:00

hendro pindahan horeee hendro sejak sabtu kemaren dah tinggal di single appartemen, jd da ga sharing lagi. Tapi sayangnya harganya mahal banget, dah gitu kan aku juga pindah dari asrama mahasiswa ke guest house gitu, harga sewanya juga lumayan mahal. Jadi kl ditotal pengeluaran buat sewa rumah kita aja dah gede banget. Sedih, padahal kita mo hemat biar bisa nabung. Kata papa, kalo kita bisa

Minuman Kemanjaan

Satu lagi minuman kemanjaan buatku, tapi yang ini gak penuh dosa seperti halnya hot choc kesukaan: peppermint infusion with honey. Yummy... semalem abis seharian ngoprek di depan PC, untuk pertama kalinya menggunakan mug besar birthday gift from a friend (huhuhu, maaf ya gak dari kemaren-kemaren pakeknya, abis emang jarang minum selain air putih kalo di rumah). Ambil 1 teabag peppermint infusion atau peppermint tea (uhhh, kenapa sih gak ada brand lokal yang ngeluarin varian peppermint? biar harganya bersahabat). Isi penuh mugnya dengan air panas. Masukkan teabag-nya. Terus tambahin 3 sendok teh madu (biar manis tapi gak kemanisan).

Fotonya? Aahh... tak usah ya. It looks like an ordinary cup of tea kok, but it tastes better!

Biaya Bungkus Ulang Pos Indonesia

Ini bukan berita baru, semua orang yang pernah nerima kiriman dari luar negeri di Indonesia pernah mengalaminya. Tapi rasanya agak semakin mengesalkan belakangan ini. Ceritanya dari Chiang Mai sini, kirim paket ke Indonesia itu cukup murah dibandingkan sebaliknya. Kirim square charity ke Amerika aja cuma 2 USD gitu loh, ke Indonesia paling mahal pernah kirim square [...]

Kenapa Tabasco Enak

Kali ini aku mau bahas tentang: Tabasco. Saus pedas encer ini lumayan cocok sama lidahku. Meskipun gak sering banget digunakan pada waktu makan seperti halnya kecap, tapi sebotol Tabasco selalu tersedia di dapur.

Semula kupikir saus Tabasco terbuat dari cabai yang bentuknya gendut-gendut seperti cabai paprika atau sebesar jalapeno pepper. Konon kata majalah, cabai tersebut dikeringkan selama 3 tahun sebelum diolah jadi saus.

Kemaren Sabtu, ada acara di Discovery Travel & Living yang membahas tentang sambel-sambel ter-oke di US, salah satunya Tabasco ini. Di acara tersebut dijelaskan bahwa saus Tabasco ini dibuat oleh sebuah perusahaan keluarga sejak tahun 1868. Bahan dasarnya adalah Tabasco pepper yang "dimatangkan" selama 3 tahun di dalam barrel (drum), seperti anggur. Jadi bukan dijemur/dikeringkan seperti yang kukira sebelumnya.

Tabasco peppernya sendiri ternyata bukan cabe-cabe gendut seperti paprika atau jalapeno, tapi cabe kecil-kecil yang buat aku: they look extremely familiar. Setelah aku cek di Wikipedia, ternyata Tabasco pepper itu salah satu varietas dari tumbuhan yang punya nama latin Capsicum frutescens.

Nah, ternyata... di Indonesia sini, tumbuhan Capsicum frutescens tadi sangat terkenal dan lumrah dikonsumsi oleh masyarakat. Buahnya selalu tersedia di tukang-tukang gorengan. Bukan cuman tukang gorengan yang melengkapi dagangannya dengan buah tersebut, tapi juga tukang gado-gado, yang jualan seafood di Pangandaran, yang jualan Mie Godok, yang jualan Sup Ikan Batam, di dalam brongkos, ternyata ada di mana-mana... Kita biasa mengenalnya sebagai Cabe Rawit, atau di Bandung dikenal sebagai Cengek.

Jadi saus Tabasco yang sudah melanglang buana dari Avery Island, Louisiana, US itu, ternyata satu species dengan cabe rawit. Makanya cocok di lidah.

Dari perjalanan browsing Wikipedia mencari keterangan tentang Tabasco, aku menemukan yang namanya skala Scoville, yaitu skala yang mengukur tingkat kepedasan cabe. Ternyata cabe rawit yang kita kenal sehari-hari, atau disebut Chili Padi kalo di Malaysia itu, mempunyai nilai 50000-100000 dalam skala Scoville. Sedangkan Tabasco pepper hanya berkisar 30000-50000.

Hmm... jadi Tabasco sauce dan potongan cengek mungkin bisa saling mensubstitusi ya? Kalo mau makan sup krim gak ada tabasco sauce, pakek potongan cengek aja. Sebaliknya mau makan tahu sumedang gak ada cengek, cocolin tabasco sauce aja. Matching gak ya?

Friendster Mobile Site – Now edit your profile!

In our continuing effort to make friendster mobile a standalone site for you all, this week we released another new feature.

You can now edit your profile at m.friendster.com! Just select "Edit" from the bottom of any page and you will be able to edit information about yourself, including your name, status, hobbies and interests.

Enjoy!

- Friendster Team