- Kenangan Masa SMU Posting ini tidak akan membahas banyak hal waktu sama masih...
- Kembang Api di depan Jendela Barusan dikagetkan oleh cahaya di depan jendela. Ternyata masih ada...
- Acara TV masa kini Televisi, sebuah media untuk mendapatkan informasi apapun yang kita butuhkan,...
rawat inap & asuransi kesehatan
akhir desember tahun lalu, saya terpaksa menghabiskan 3 hari di sebuah rumah sakit swasta di dekat stasiun kereta api, bandung. diagnosa dokter terkena virus di lambung yang mengakibatkan mual dan susah makan. saya masuk ugd sekitar pukul satu siang. saya diperiksa oleh dokter spesialis penyakita dalam yang kebetulan sedang tugas jaga di ugd. dokter kemudian meminta saya melakukan pemeriksaan lab terhadap darah dan feces. setelah hasilnya keluar, dokter kemudian memberikan opsi rawat inap atau rawat jalan. tak lama berdiskusi, saya dan istri pun sepakat kalau saya saya rawat inap saja. dibanding rawat jalan, di rumah sakit sudah ada yg jaga, istri saya tidak perlu repot masak dan pekerjaan rumah lainnya (saya tak tega membiarkan melakukkannya sendiri – apalagi setelah diperiksa bahwa dia hamil). dengan rawat inap, saya tak perlu mengeluarkan ongkos rumah sakit sepeser pun, semua sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan saya – prudential. thanks to prudential.. :-)
selama dirawat tersebut, saya mencatat beberapa hal kekurangan yang mencolok dari pelayanan rawat inap di rumah sakit ini. pertama adalah jadwal kunjungan dokter yang tidak tentu. hari kedua saya dirawat, dokter datang sekitar pukul 3 sore, sementara hari ketiga pukul 12 siang. ini sangat mengganggu saya. karena sudah lebih baik, saya ingin segera pulang di hari ketiga. akibatnya saya mesti menunggu dokter tersebut sampai siang. perawat pun tidak mengetahui dengan pasti kapan dokter datang. ini juga terjadi pada rawat jalan. meskipun di jadwal dokternya pukul 08-13, jangan harap dokter sudah ada di sana pukul 08. saya juga pernah dirawat di rumah sakit lain di sekitar dago beberapa tahun lalu, akibat tipus. di sana dokter pasti datang sekitar jam 10 pagi.
kedua, tidak ada aturan yang jelas dengan tv di kamar pasien. waktu itu saya menginap di kelas 2 dengan 3 pasien satu kamar dan 2 tv. di rs lain, setiap jam 9 atau 10 malam, biasanya lampu dimatikan sehingga pasien bisa tidur dengan tenang. di sini, bahkan tv pun masih dibiarkan nyala meskipun tidak ada yang menonton. tidak ada perawat yang mematikan tv tersebut, terpaksa saya yang turun dan mematikannya.
ketiga, tempat tidur pasien tidak pernah dibersihkan setiap pagi dan seprei tidak diganti.
keempat, menu harian pasien selalu tetap setiap pagi. di rs lain, perawat biasanya memberikan dua pilihan. di sini, tidak.
overall, saya menilai pelayanan rawat inap di rs ini tidak terlalu baik. satu-satunya yang positif adalah rs ini sudah memiliki kerjasama dengan prudential, sehingga kita cukup memberikan kartu pru dan mereka yang akan mengurusnya sendiri. :-bd
Fifth wedding anniversary
- Selamat Datang Jonathan Nugroho Sudah 3 tahun 9 bulan 14 hari sejak pernikahan kami...
- Terima kasih Tuhan untuk semuanya Posting ini isinya ungkapan syukur saya buat semua hal yang...
Vaksin dan Perusahaan Farmasi
Been a while away from home 2012-01-23 14:49:00
Tidak semua sarjana itu sama
- Asosial tidak berarti AntiSosial Dari dulu sering dengar pendapat yang bilang kalau orang yang...
- Account tidak aktif lagi? basi banget!! Ini jawaban yang gw terima dari orang yang “bertanggung jawab”...
- Main Game itu bahaya!!! Gak percaya? Coba baca berita-berita ini: Man dies after playing...
Been a while away from home 2012-01-18 12:51:00
Been a while away from home 2012-01-16 12:22:00
Beberapa barang kecil dari dealextreme
- Waspada membeli barang elektronik murah Saya suka barang elektronik yang harganya murah, benda-benda yang tidak...
- Barang Berguna Sejak bisa mencari uang sendiri, saya banyak beli barang-barang. Kebanyakan...
- Dari antara 60 ribu jenis barang Tadi ke sebuah tempat yang namanya Home Pro untuk mencari...
Star Trek dan Istri Geek
Ketika sampai ke adegan klimaks (yang Enterprise hampir aja gak bisa melepaskan diri dari daya tarik blackhole setelah berhasil menghancurkan Narada -- pesawatnya si Nero), aku teringat pembicaraan minggu sebelumnya dengan si Omla.
Waktu itu kami nonton film yang sama, adegannya Scotty melepaskan warp core (inti warp), kemudian meledakkannya. Omla tanya: "Itu dia melakukan apa?" Aku jelaskan dengan panjang lebar: "Itu dia meng-eject warp core-nya. Warp core itu yang menjalankan mesin warp. Nah, terus dia meledakkan warp core tadi, dari ledakan itu kapalnya akan kedorong oleh shockwave yang ditimbulkan, sehingga gak jadi jatuh ke lubang hitam."
Si Omla cuma manggut-manggut. Oh yeah!! Aku bisa menjelaskan hal kayak begitu secara lancar...!! Tentu saja, karena trick peledakan warp core itu nggak sekali-dua kali muncul di Star Trek (generasi manapun). Geek ya gue?? Omla, you've got a geeky wife!!
Sebenarnya itu konsekuensi logis sih... Awal pembicaraan kami yang cukup panjang lebar dan "mulai mengarah ke hubungan yang lebih serius" (waktu masih PDKT dulu) terjadi di ruang.... Data Center, tempat yang sangat geeky. Jadi wajar dong ya... kalo nemu cewek geeky di tempat yang geeky.
Pikir-pikir... udah 20 tahun lebih aku jadi trekkie (or trekker? oh, whatever...). Sejak kelas 5 SD... sampe sekarang. Star Trek juga yang (mungkin) ikut menginspirasi aku untuk menyenangi komputer, sehingga punya pekerjaan seperti sekarang ini. Berarti Star Trek ikut mempengaruhi jalan hidupku. Kayak di episode Tapestry-nya Star Trek: The Next Generation lah. Macam reaksi berantai yang saling bertautan gitu.
Star Trek => jadi suka Komputer
Suka komputer => sekolah di Inpormatika
sekolah di Inpormatika => kerja di bagian IT
kerja di bagian IT => kesengsem cowok di Data Center, ehem!
Kesengsem cowok => mau kawin
Mau kawin => dimutasi ke Sorong supaya bisa barengan sama cowok itu.
So here I am: gara-gara suka sama Star Trek, jadi bermukim untuk sementara di Sorong...
Hmmm... jadi kepengen nonton lagi film-film Star Trek yang lama-lama.... :-P
