Libur Akhir Tahun 2014 + Tahun Baru 2015

Tahun ini tadinya kami berencana pergi jalan-jalan ke luar kota bersama keluarga Elan, tapi di malam sebelum berangkat, kami ditelpon: mobil yang akan kami sewa mengalami kecelakaan. Karena tidak bisa menemukan mobil baru, kami pindah tujuan ke tempat yang tidak … Continue reading

Selamat Natal 2014

Postingnya telat banget, tapi kalo digabung dengan posting tahun baru akan kepanjangan, jadi akhirnya diputuskan dipisah aja. Tahun ini Jonathan ikutan drama Natal di sekolahnya, jadi salah satu dari tiga orang majus. Karena ini dimainkan oleh anak-anak yang masih sangat … Continue reading

10 Keunikan Kota Bandung

1. Sejuk dan dingin. Karena dikelilingi oleh pegunungan, Kota Bandung terasa sejuk dan dingin. Konon, dahulu Bandung merupakan danau purba yang besar, dikenal dengan sebutan ‘Danau Bandung’ atau ‘Situ Hiang.’ Sekitar 3.000 tahun yang lalu, danau ini mulai surut dan membentuk bentangan tataran yang luas, yang kini ditempatkan oleh Kota Bandung.

2. Makanan khas dan beragam. Bandung mempunyai beragam kuliner yang khas dan enak. Oleh karena itu, tidak salah jika Kota Bandung sering didatangi oleh para wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Mereka sengaja mendatangi Bandung untuk mencari berbagai kuliner khas Kota Bandung yang terkenal, sepertI batagor, surabi, colenak, cireng, dan sebagainya.
Kue Serabi
Kue Serabi

3. Kota Belanja. Bandung dikenal sebagai kota tujuan Belanja. Pakaian dapat dibeli di factory outlet dan distro yang terdapat di sepanjang Jalan Dago dan Jalan RE Martadinata (Jalan Riau). Oleh-oleh bisa dibeli di Pasar Baru dan Pasar Kosambi. Berbagai model sepatu terdapat di Cibaduyut. Adapun tekstil dapat dibeli di Cigondewah. Bahkan,buku-buku dan majalah tua bisa dibeli di kawasan Cikapundung dan pasar buku Palasari, Buahbatu.

4. Kota tua bersejarah. Bandung masih memiliki bangunan-bangunan tua peninggalan zaman Belanda yang masih dipelihara dan dilestarikan. Ada 637 bangunan tua di kota Bandung yang dipertahankan keberadaannya sebagai cagar budaya.

5. Bandung Lautan Api. Kota Bandung pernah dibumihanguskan pascakemerdekaan negara kita, Republik Indonesia, yang kemudian dikenal dengan peristiwa Bandung Lautan Api. Perisitiwa itu menimbulkan kerusakan bangunan di sebagian kota Bandung.

6. Konferensi Asia-Afrika. Kota Bandung pernah disebut-sebut sebagai ibukota Asia-Afrika oleh Perdana Menteri India, Jawaharlal Nehru, dalam pidato di Konferensi Asia-Afrika. Di Kota Bandung memang pernah dilangsungkan Konferensi Asia-Afrika pada 1955,suatu pertemuan yang menyuarakan semangat antikolonialisme. Pertemuan tersebut dihadiri oleh para pemimpin Asia-Afrika.
Gedung Sate tempo dulu
Gedung Sate tempo dulu

7. Kebun binatang. Kebun binatang ini didirikan pada 1930 yang kemudian diresmikan pada 1933  oleh Bandung Zoological Park (BZP). Kebun Binatang Bandung merupakan salah satu kawasan wisata yang sangat diminati oleh masyarakat, terutama pada akhir pekan dan libur sekolah.

8. Kota Kembang. Kota Bandung mendapatkan julukan ‘Kota Kembang’, karena keasrian Kota Bandung yang memiliki banyak pohon besar. Sebutan Kota Kembang diduga muncuk sejak zaman kolonial di mana para gadis Belanda sering mengadakan karnaval menggunakan sepeda maupun kereta yang marak dengan hiasan bunga.

9. Paris van Java. Kota Bandung sering kali diibaratkan sebagai kota Parisnya Indonesia. Julukan ini berawal dari Jalan Braga, salah satu jalan di Bandung, di mana pada zaman dahulu merupakan tempat berkumpulnya orang-orang Belanda untuk berbelanja atau sekadar berjalan-jalan. Bangunan-bangunan yang terdapat di Jalan Braga sendiri yang berasitektur Eropa pun masih berdiri kokoh.
Jalan Braga tahun 1930an
Jalan Braga tahun 1930an

10. Kota pendidikan. Bandung merupakan kota pertama yang memiliki perguruan tinggi teknik di Indonesia, yaitu technische Hoogeschool yang sekarang berganti nama menjadi Institut Teknologi Bandung (ITB). Soekarno, presiden pertama Indonesia, pernah menempuh pendidikan di institut tersebut.

Lagunya Billy Boyd

Siapa itu Billy Boyd? Yang suka film Lord of The Rings mengenalnya sebagai Pippin. Si Billy Boyd ini baru saja mendapatkan tugas untuk jadi penyanyi theme song-nya film The Hobbit yang terbaru. Judulnya The Last Goodbye. Dari judulnya, lagu ini punya setidaknya 2 maksud: 
1) the last goodbye dari Bilbo kepada para Dwarves, rekan-rekan perjalanannya dari Shire ke Erebor.
2) the last goodbye dari groupnya Peter Jackson untuk para penggemar Middle Earth. 

Buat aku, setelah mendengarkan lagu: lirik, melodi, dan harmoninya, lagu ini adalah tentang perjalanan. Semakin sering mendengarkan lagu ini, yang terbayang adalah perjalanan menyusuri alam pegunungan New Zealand, yaa... menjelajahi the beauty of Middle Earth as represented in Peter Jackson's LOTR and The Hobbit movies.  

The road is now calling
And I must away

Ini emang tentang perjalanan. Buat Bilbo: perjalanan pulang dari Erebor ke Shire. Buat aku: perjalanan menjelajahi "Middle Earth".

Over hill and under tree
Through lands where never light has shone
By silver streams that run down to the sea

Under cloud beneath the stars
Over snow and winter’s morn
I turn at last to paths that lead home

Buat Bilbo: ini menggambarkan perjalanan dia dari Shire ke Erebor and vice versa. Over hill : lewat Misty Mountain, under tree : lewat Mirkwood, dst. Lagipula liriknya ini disadur dari puisi Roads Go Ever On and On yang ada di buku The Hobbit.

Buat aku: masih juga tentang our NZ Trip. Over hill: Haast Pass yang mengingatkan sama Caradhras Pass, under tree: Aspiring National Park!, through lands where never light has shone: Queenstown katanya si Flip posisinya gak bagus jadi jarang kena matahari, by silver streams that run down: Haast River, Kawarau Gorge, dst.

Buat tim-nya Peter Jackson: pasti mereka menjelajah NZ dengan jauh lebih seru dibandingkan aku!!

And though where the road then takes me, I cannot tell

Buat Bilbo: iya bener kayak gitu. 
Buat aku: yaa gak gitu juga sih.... kan udah ada GPS. Haha!! 

We came all this way but now comes the day
To bid you farewell

Buat Bilbo, buat aku, buat semua: Setiap perjalanan kan pasti akhirnya pulang kan?

Many places I have been
Many sorrows I have seen
But I don’t regret nor will I forget
All who took that road with me

Yups! Pastinya gitu sih. Bilbo pasti gak nyesel mendampingi para Dwarves dalam perjalanan mereka, gak nyesel telah melakukan the unexpected journey.


Begitu juga dengan aku, sejauh ini bahkan gak nyesel udah dapat pengalaman Haast Pass yang gak bisa dilewati, gak nyesel ngalamin as patah waktu ke Mt.Sunday. Waktu habis kejadian Haast Pass sih sempet nyesel kenapa kok gak bisa ke Milford. Tapi sekarang sih udah enggak lagi. Pengalaman mirip Caradhras itu malah jadi sesuatu yang unik dan bikin empati pada Fellowship of the Ring, dan tentu saja: membuat jadi ada alasan untuk kembali ke NZ!

Itu dari sisi lirik ya...

Dari sisi melodi dan harmoni, di beberapa bagian emang kerasa kalau ini tentang perpisahan (ketika musiknya minor), tapi perpisahan yang dilakukan dengan bahagia, dengan diiringi doa restu dari pihak-pihak yang berpisah (kalimat-kalimatnya berakhir di major chord). Ya seperti itulah yang terjadi di dalam buku. Bilbo berpisah dengan Dwarves, Bilbo berpisah dengan Elvenking.  Selalu diiringi dengan blessing.

Kadang kalau inget ini theme song buat film terakhir The Hobbit jadi pengen nangis, tapi di sisi lain ada hal-hal yang bikin bahagia juga, misal ketika akhirnya film yang udah ditunggu-tunggu selama setahun rilis juga. Seperti halnya ketika kita dalam perjalanan, di satu titik kita sedih harus meninggalkan perjalanan itu, tapi juga senang karena udah kangen rumah, dan berakhir dengan pulang sambil senyum-senyum sendiri. Itulah kerennya lagu ini, bisa mencampur aduk perasaan pendengarnya yang mau memahami isinya.

Mari kita menunggu filmnya main di bioskop. Penantian setahun ini cukup menyenangkan, apalagi diisi dengan trip ke "Middle Earth", membuat jadi gak hanya bisa menonton filmnya, tapi juga ikut "mengalami" filmnya. Tempat-tempat yang ada di dalam film juga jadi terasa lebih nyata, bisa membayangkan baunya, udaranya, yah gitu deh. Dan aku bersyukur karena mendapat kesempatan untuk melakukan trip tersebut. Semoga bisa dapat kesempatan lagi untuk ke sana.

Selamat menikmati lagunya, filmnya, dan.... ternyata aku masih utang catatan perjalanan. Hehehe... Namarie.... :)

The Geeks

Aku dan Omla ketemu di sebuah Data Center. Yaah... sebenernya sih kenalan pertama di ruang rapat, tapi bener-bener mulai kenal satu sama lain yang aku inget sih di ruang NOC sebuah Data Center. Karena tempat ketemu-nya aja udah geeky, jadi wajar aja 2 manusia yang saling bertemu juga geek. Tepatnya Star Trek Geek ketemu Tolkien Geek.

Suatu hari si Star Trek Geek ikut jadi Tolkien Geek gara-gara proses persiapan, realisasi, dan dokumentasi trip impian penggemar Lord of The Rings. Mulai lah ada pembicaraan-pembicaraan aneh.

Tentang Lembas Bread KW-KW
Pulang dari Jogja, kami membawa sebungkus roti khas dari Pasar Imogiri. Yah setidaknya aku pikir roti tersebut belinya di pasar Imogiri, karena sudah beberapa kali ke Jogja roti yang seperti itu dapatnya dari bude yang tinggal di Imogiri.

Roti ini beda dengan roti-roti yang aku jumpai di Jakarta ataupun di kancah internasional. Rasanya agak manis seperti bolu, teksturnya gak terlalu lembut dan agak bantet (tapi gak sekeras rotinya orang Eropa), remahnya gampang sekali berceceran, permukaannya gak mengkilap. Sekilas memandang, aku jadi ingat sama Lembas Bread yang di LOTR. Jadi aku menyebutnya Lembas Bread KW-KW.

Sehari setelah dari Jogja, jalanan di sekitaran kantor macet total, akibatnya Omla bakal kesulitan untuk mencapai kantorku untuk urusan jemput-menjemput. Jadi aku putuskan untuk jalan kaki dari gambir ke bioskop Metropole.

Sebelum jalan kaki, aku makan dulu roti Lembas KW-KW itu. Terus jalan kaki deh. Ternyata.... sampe di depan gereja Immanuel, ada P20 lewat... terus lalu lintasnya gak terlalu macet seperti yang dibayangkan. Hmmm.... akhirnya aku naik. turun di dekat stasiun Cikini. Habis itu jalan kaki sampai ke Carrefour Cikini (cuman 100-150 meter sajah). Belanja sebentar, terus lanjut jalan kaki lagi ke Metropole. Sampai di Metropole terus masuk Starbuck. Beli Vanilla-Rooibos dulu. Setelah itu pulang naik mobil.

Otw pulang, baru deh mikir... membandingkan pengalaman barusan dengan pengalamannya Frodo-and-Sam jalan kaki dari Amon Hen ke Mordor. Mereka cuman bawa sangu beberapa potong Lembas dari Lothlorien, tapi kuat untuk berminggu-minggu jalan kaki sampai ke kawah Mt.Doom. Padahal sekali makan cuman segigit kecil aja. Jadilah aku ngomong gini: "Sepertinya aku belum bisa jadi anggota Fellowship of The Ring... dah makan Lembas Bread KW-KW 1 potong gede tapi tetep aja jalan dari Gambir sampe Metropole harus dibantu sama P20. Habis itu pake pitstop di Starbak pula! Mana ada Starbak di deket Mordor..."

Gimana Kalau The Three Hunters Sering "Pitstop"? 
Setelah mulai rajin olahraga lagi, metabolisme fisikku kembali ke jaman lebih muda dulu. Akibatnya adalah aku harus menuntaskan urusan panggilan alam sebelum pergi-pergi, kalau enggak dalam perjalanan terpaksa harus masuk pitstop untuk menunaikan panggilan alam.

Suatu hari dalam sebuah perjalanan, baru saja aku selesai melakukan pitstop, Omla bilang: "Wah gimana bisa jadi anggota Fellowship of The Ring kalau dikit-dikit pitstop..."

Aku: "Hmm... ngomong-ngomong, itu The Three Hunters waktu ngejar Orcs, masa' gak butuh pitstop sih? Tapi kalo pitstop nanti ketinggalan jauh ya?" (dalam bayanganku, kalau Frodo-and-Sam sih bisa pitstop sesuka hati mereka karena gak sambil ngejar rombongan Orcs, sedangkan Aragorn-Legolas-Gimli kan ngejar Orcs...)

Omla: "Ya mungkin Legolas sama Aragorn mereka suka pitstop juga, kalo pas si Gimli ketinggalan..."

Aku: (terus beneran ngebayangin Legolas dan Aragorn gantian pitstop di semak-semak sambil nungguin Gimli).

Tentang Evenstar Pendant 
Aku punya kalung Evenstar KW-KW. Sering aku pakai, bahkan ketika ke kantor. Suatu hari kami jalan-jalan ke mall, terus masuk ke counter gadget merk ternama. Mbak-mbak SPG yang di counter tersebut tiba-tiba bertanya:

SPG: saya kenal kalungnya mbak. 
Me: uh-huh? 
SPG: Lord of the rings kan? 
Me: iya. (Nyengir) 
SPG: Arwen kan? Berarti ini Aragorn-nya? (Nunjuk Omla)
Me (dalam hati): sebenernya saya Legolas mbak, dan ini Gandalf!

 

Bahagia

Seperti biasa: kadang mau menuliskan kisah bahagia, tapi takut dua hal: pertama kadang takut kalo kebahagiaan yang diceritakan tidak bertahan lama, dan yang kedua: kebahagiaan yang diceritakan akan membuat orang lain iri. Tapi selalu ingat dua hal juga: justru harus … Continue reading

Semenit Sehari

Saya jadi lebih menghargai waktu, dan lebih bersyukur dengan keputusan pindah rumah ke dekat kantor gara-gara “iklan” SSD. Baru-baru ini saya membeli m-Sata SSD untuk laptop saya. Ketika sedang riset mengenai SSD untuk mendapat informasi terbaru (karena saya sudah memakai … Continue reading