Jajanan Sorong: The Series

Desember 2013 kemarin, kami merayakan "ulang tahun ke-2" penempatan di Sorong. Selama 2 tahun di sini, aku dan Omla yang kalo masak tergantung mood, sudah mencoba berbagai macam makanan di dunia kuliner Sorong.

Sorong bukanlah surga makanan seperti Surabaya, Medan, atau Bandung. Tapi jajanan di sini lumayan beraneka ragam untuk ukuran kota kecil: dari yang makanannya gak enak sampe yang makanannya bikin kangen.  Begitu juga tempatnya: dari yang kumuh, puanas, sumuk, dan gelap, sampe ke tempat yang cozy ber-AC, semua ada.

Serial jajanan ini tujuannya untuk memberikan informasi bagi para calon pengunjung kota Sorong. Misalnya yang pada mau ke Raja Ampat, pasti mampir Sorong dulu kan?

Selamat menikmati...

Menulis program Alkitab, dulu dan sekarang

Di posting ini saya ingin sedikit bernostalgia membuat program Alkitab di device Nokia 3650 yang sangat terbatas, sampai device terbaru Blackberry 10 yang sangat mudah. Isinya kebanyakan teknis pemrograman mengenai betapa sulitnya dulu membuat program Alkitab, dan betapa mudahnya sekarang … Continue reading

Pindah hosting ke dedicated server

Cerita akhir 2011 lalu: pindah hosting ke csoft.net, tapi kecewa jadi Februari 2012 kemudian pindah kembali ke prgmr.com. Sebenarnya selama hampir setahun terakhir ini, saya tidak menemui masalah apa-apa di server VPS saya (walaupun di server VPS yang lain kadang … Continue reading

Happy New Year 2013

Tahun baru, posting baru. Ini foto saya dengan Jonathan di depan gereja CMCC. Papa Jonathan yang jepret fotonya jadi ga ada dalam foto. Sudah beberapa tahun ini Tahun baru dilalui di Chiang Mai. Pergantian tahun kali ini Jonathan lagi-lagi terbangun … Continue reading

Selamat Natal 2012

Natal tahun ini kami rayakan di Chiang mai. Dan seperti tahun lalu kami ga mengikuti kebaktian malam Natal. Di sini kebaktian malam Natal itu mulainya jam 11 malam. Awalnya kami berencana untuk mengikuti kebaktian malam Natal, mengingat tahun ini kami … Continue reading

Baca Aturan Pakai

Aku dibesarkan bersama dengan buku-buku manual. Iya, bapak rajin menyimpan buku manual, dari mulai alat elektronik, mobil, sampai manual urusan kerjaannya bapak. Sehingga waktu aku kecil, kalau sudah kehabisan bahan bacaan, kadang buku manual pun aku embat. Bukan yg urusan kerjaan tentunya.

Atas kebiasaan itu, seringkali panik kalau beli barang elektronik tapi gak ada manualnya. Bukan berarti gak bisa survive tanpa manual sih, aku bisa menjalankan Gtab-ku juga tanpa bantuan manual kok (meskipun tersedia dalam bentuk hardcopy di dalam dus). Tapi gak semua peralatan elektronik tuh very user-friendly.

Nah, kebetulan aku bekerja di bidang IT, yang melibatkan banyak perangkat elektronik. Software atau hardware, baca manual itu penting, karena yang ditangani itu bukan mainan. Trus, pertama kali datang ke Sorong, aku  terheran-heran, garuk-garuk ketombe, dan koprol karena semua perangkat IT gak aku temukan manualnya. Lha? Terus kalo ada kerusakan begimane dong? Tebak-tebak buah manggis? Bahkan ketika ada manualnya pun, kita masih perlu tebak-tebakan. Gimana kalo gak ada?

Selidik punya selidik, sepertinya karena sebagian besar personilnya kurang menguasai bahasa Inggris, jadi mungkin manual perangkat IT yg mayoritas berbahasa inggris dianggap ga ada gunanya.

Untunglah setahun kemudian datanglah adik-adik junior generasi penerus harapan bangsa. Kepada mereka ini aku berusaha menurunkan kebiasaan baca dan ngumpulin manual. Sekarang manual kami sudah tersedia dalam bentuk softcopy.

Tapi rupanya masalah manual ini bukan cuma jadi masalah di IT loh.

Tadi sore di ruang makan, salah seorang mbak-mbak bagian administrasi ngajak ngobrol:
Mbak2: Bu, dietnya berhasil ya? Itu masih langsing.
Aku (dalam hati): langsing apanya, 3 minggu lalu turun 2 kg, dibawa pergi ke Jkt dan KL udah naik 2 kg lagi.
Mbak2: Saya gak berhasil bu, pdhal udah minum WRP sekali minum 2, tapi malah jadi lapar terus. Jadi makannya malah jadi banyak.
Aku: ...speechless...

Bukannya udah ada aturan pakainya ya? *tepok jidat*

WRP itu sekali minum 2 sachet emang. Tapi kalo udah minum itu ya jangan makan yg lainnya sampe waktu makan berikutnya kalee.

Ini dia nih, ternyata manual bukan cuma penting buat alat elektronik, tapi juga buat makanan dan khususnya obat. Jadi, jangan lupa baca manual ya!