Been a while away from home 2012-02-10 10:17:00

Chikita's turnngeblog deui, ga ada topik sbetulnya...cuman "biar eksis aja" (*potenziomodeon*), teu aya nu maca oge padahal. Ga papa! asal tetep eksis!mmm naon ya?? kemaren Sarah ngambil cuti soalnya ada job interview (*ssst aku critanya ga bole bilang sapa2*). Malem sebelumnya, Sarah minta dibantuin buat nyiapin interview. She needs input from me?...me?...me of thousands unvictorious job

Tips Bepergian Dengan Bawaan Minimal

Semenjak tinggal di Sorong, aku jadi belajar untuk travelling dengan bawaan seringan mungkin. Eh emangnya sebelumnya enggak?

Enggak laah... waktu di Prabu, namanya dinas itu palingan cuman ke Jakarta. Jadi yang kulakukan adalah: gak bawa apa-apa selain laptop, kan di Jakarta punya baju. Dinas ke Bandung juga gitu... cuman bawa baju kerja aja, soalnya di Bandung ada banyak baju rumah. Kalo ke kota lain? Aku gak pernah "travelling light", bawa koper gelinding aja, terus masukin ke bagasi.

Tapi setelah di Sorong, lain ceritanya. Masukin barang ke bagasi pesawat itu adalah suatu proses yang kurang menyenangkan. Ketika tiba di Sorong, kita harus menunggu lama dan sumuk untuk mendapatkan barang kita, ditambah lagi ada resiko barangnya terbawa ke Manokwari atau Jayapura.

Terus konon kabarnya, bandara Hasanuddin adalah bandara paling semena-mena dalam urusan memperlakukan bagasi. Padahal bandara itu termasuk yang paling sering kusinggahi sekarang. Kalo mau ke Balikpapan, harus lewat Makassar dulu kan? Jadi kalo gak bawa sesuatu yang besar atau berat banget (misal: 2 lusin tuna kaleng, atau baju untuk kebutuhan berhari-hari dan multi-acara), lebih baik gak masukin barang ke bagasi.

Dalam kunjungan 6 hari 5 malam ke Makassar kemarin, aku berhasil mendapatkan pola barang bawaan yang lumayan ringkas. Begini tips dan trik-nya:

Untuk perjalanan dinas 6 hari, cukup bawa 3 pcs atasan untuk kerja, 2 pcs celana panjang kerja, 3-4 pcs kaos (kalo bisa polo shirt), 2 pcs daster,dan 1 sepatu crocs warna hitam. Oya, jangan lupa baju dalam secukupnya. Pastikan baju kerja terbuat dari bahan yang "anti kusut", atau paling nggak "kalopun kusut bisa gak keliatan kusut".

Untuk pagi dan siang hari, tentu memakai baju atasan dan celana panjang kerja. Untuk baju atasannya dicuci tiap hari dengan fasilitas laundry, sedangkan celananya 2 hari sekali. Sebenernya sih bisa aja celananya sehari sekali dicuci dengan laundry, tapi kalo aku kurang pede.

Untuk sore dan malam hari memakai celana panjang kerja + polo shirt. Kenapa polo shirt? Takutnya ada undangan makan malam dari tuan rumah. Kalo budaya di kantorku sih, yang namanya polo shirt cukup pantas digunakan untuk acara tersebut. Kalo ada acara formal, nah itu ceritanya lain... sebaiknya bawa koper aja, hehehe... kecuali kalo punya dress yang anti kusut dan bisa dilipat jadi ringkas. Tapi formal dinner sangat jarang dilakukan di kantorku. At least di bagianku.

Untuk pagi, siang, sore, malam... pakenya sepatu crocs terus. Pilih sepatu crocs dengan model yang paling formal dan warna yang netral. Kalo aku pilih Lily Hitam (*bukan jualan*). Jangan lupa rajin membersihkannya pagi-pagi sebelum ke kantor. Sepatu crocs warna hitam itu gampang kumal. Tapi untungnya bersihinnya juga gampang. Bisa pake lap basah (kalo super kotor), atau dengan spons/lap sepatu yang biasanya disediakan di hotel bintang 3-5. Gosok dikit, langsung kinclong kok.

Kenapa crocs? Aku milih crocs untuk bahan dan kenyamanannya. Kalo bahan sih... yah untuk antisipasi aja... takutnya keujanan atau gimana gitu... kalau pake sepatu kain/kulit, kan repot mengeringkannya. Nah, kalo kenyamanannya... bayangkan kalo kita pergi dinas, pastinya gak cuman muter-muter di seputaran hotel dan kantor kan, paling gak... pasti pengen juga jalan-jalan ke tempat lain, entah itu mall (aku ini kan orang Sorong yang haus mall), tempat wisata (kuliner), atau sekedar sight-seeing.

Untuk perlengkapan mandi, aku biasanya hanya membawa sikat gigi lipat dan pasta gigi. Untuk sabun dan sampo pakai jatah dari hotel saja. Kalau kosmetik, nah ini yang agak banyak menyita tempat di dalam tas. Intinya sih bawa yang seringkas-ringkasnya tapi tetep memperhitungkan kebutuhan untuk perawatan dan juga make up. Aku sendiri gak terlalu "minimalis" kalo untuk urusan kosmetik.

Untuk bepergian dengan pesawat, biasanya kita bakalan kedinginan (AC-nya kan dindin badindin). Kalo bawa jaket, bakalan menuh-menuhin tas, terus pas udah di luar pesawat gak kepake lagi. Untungnya kaum wanita punya solusi pengganti jaket: syal, pashmina, atau apapun namanya itu yang bisa berfungsi sebagai selimut mini dan bisa dilipat jadi ringkas.

Last but not least: gadget. Kalo gadgetnya sendiri (kecuali laptop) gak terlalu makan tempat. Yang biasanya makan tempat itu chargernya. Nah, kalo ada charger yang multifungsi, akan lebih baik lagi. Kalo aku sih masih membawa charger-charger yang original dibuntel dalam 1 tas kosmetik.

Kemudian semua barang tadi dikemas dalam 1 ransel 2-in-1 (maksudnya dia bisa berfungsi sebagai ransel, tapi bisa juga digelindingkan seperti koper) dan 1 hand-bag Ciciero. Pulang dari Makassar masih bisa menyelipkan oleh-oleh abon tuna 1/4 kg, minyak cap beruang 250ml, balsem tawon (1 doang sih), sarung sutra murahan, dan seperangkat skin care bodyshop rasa tea tree oil ke dalam ransel 2-in-1.

Intinya mah... sebagai perempuan yang pergi-pergi sendiri, kalo bisa diusahakan untuk tidak membawa barang bawaan yang kita gak mampu untuk bawa sendiri ke dalam cabin. Kalo ada yang dirasa merepotkan... ya masukin bagasi aja. Kalo gak mau masukin bagasi, ya jangan bawa barang banyak-banyak. Mudah kan?

SOQ-BPN dengan Sriwijaya Air

Sabtu minggu lalu aku dan Omla berkunjung ke Balikpapan. Itinerary kami hari itu adalah Sorong-Makassar jam 11.40 WIT dengan Sriwijaya Air, kemudian dilanjutkan Makassar-Balikpapan 17.05 WITA, tapi sebelum berangkat mendapat SMS dari Sriwijaya Air bahwa keberangkatan dari Makassar akan tertunda menjadi 18.05 WITA. Pukul 19.05 WITA direncanakan mendarat di Balikpapan, mengambil bagasi berupa koper kecil, kardus berisi keripik keladi, dan kardus berisi 2 lusin tuna kalengan. Setelah itu menuju hotel Blue Sky untuk check in, dan langsung ke restonya Blue Sky untuk makan malam bersama pak boss dan kawan-kawan. Mungkin akan sedikit terlambat ke acara makan malam, dan mungkin kami akan datang dengan kostum yang agak lusuh. Transit di Makassar selama 4-5 jam pasti bikin lusuh kan?

Tapi realisasinya ternyata berbeda....

Agak mengerikan di pertengahannya, tapi alhamdulillah happy ending...

Kami berangkat dari Sorong jam 12.10 WIT. Untuk ukuran Sorong, itu sudah cukup tepat waktu lho. Perjalanan ke Makassar ditempuh selama 2 jam. Awalnya sih cuacanya baik-baik saja, tapi makin mendekati Sulawesi, makin banyak daerah bercuaca buruk. Waktu sampai di atas Sulawesi, mendungnya benar-benar tebal.... Pemandangannya abu-abu kemanapun mata memandang....

Awalnya sempat khawatir, karena setahu aku di sebelah Timur kota Makassar itu ada pegunungan. Dalam cuaca mendung tebal seperti itu, akankah si pesawat melewati pegunungan tersebut?? Ternyata sepertinya mereka mengambil jalan memutar, lewat laut, karena ketika awannya sedikit tersingkap kami sudah di atas garis pantai Makassar.

Pesawat mulai mengurangi ketinggian. Di atas garis pantai memang tidak ada awan, tapi bandaranya kok gak keliatan sama sekali yaa?? Pesawat melakukan approach untuk mendarat... dia terus turun, turun, dan turun... tapi pemandangan masih abu-abu, abu-abu, dan abu-abu... Jendela pesawat mulai dibasahi oleh uap air dari awan tebal tersebut. Daratan sama sekali nggak kelihatan.... Pesawat mulai bergoyang-goyang laksana bajaj. Akankah si pilot nekat mendaratkan pesawat di tengah mendung yang gak jelas itu??

Tiba-tiba pesawat seperti masuk ke turbulen, anjlok gitu. HIIII!!! Mengerikan!! Tapi kemudian ternyata dia kembali "nge-gas" untuk naik lagi. Si pilot mengumumkan bahwa pesawat akan berputar-putar untuk menunggu cuaca di bandara Makassar menjadi lebih baik. Wedew.... alhamdulilah gak jadi mendarat, tapi mau sampai kapan nunggunya?! Mendungnya setebel itu gitu loh... Kenapa gak mendarat di bandara lain aja yak? Aku mulai menebak-nebak, bandara mana yang paling dekat? Kendari? Palu?

Awalnya memang pesawat itu berputar-putar seperti sedang holding, tapi tidak lama kemudian pesawat itu menambah ketinggian dan lalu mengambil arah menjauhi kota Makassar. Aaahh... sepertinya mau mendarat di bandara lain nih. Tapi dimana? Kira-kira berapa lama? Apakah kami masih sempat mengejar pesawat selanjutnya?

Tak lama, pilot mengumumkan bahwa beliau akan mengalihkan pendaratan pesawatnya ke.... BALIKPAPAN!!!! Hooooreeeee....!!! Yiiiihhhaaaaa....!!!!

Okee... itu cuman dalam hati lho ya. Gak enak sama penumpang lainnya, karena pasti mereka khawatir bercampur bete. Aku juga tadi sempet khawatir bakalan ketinggalan penerbangan Makassar-Balikpapan.

Waktu pesawat sudah masuk ketinggian jelajah lagi, aku pun ke toilet. (udah nahan pipis dari tadiii...). Selesai urusan di toilet, mulai menanyakan ke mbak Pramugari apakah kami boleh turun di Balikpapan, karena kami punya tiket Makassar-Balikpapan, meskipun statusnya belum check-in. Doi berjanji untuk menanyakan ke Pasasi Sriwijaya di darat. Awalnya kayak ragu-ragu gitu si mbaknya, karena kami belum check-in. Tapi dia nyuruh kami nunggu di depan pas turun di Balikpapan nanti.

Mendarat di Balikpapan.... ternyata Balikpapan cerah ceria. Penumpang dipersilakan untuk menunggu di ruang tunggu. Kami disuruh mengikuti mas-mas Pasasi. Dia bilang  kami bisa turun, tapi dia minta tiket Makassar-Balikpapan kami.

Kalo menurut aturan penerbangan, kami gak boleh turun di situ harusnya, karena tiket kami Sorong-Makassar, mereka punya kewajiban untuk mengantar kami sampai ke Makassar. Tapi karena kami pegang tiket Makassar-Balikpapan dengan maskapai yang sama, tentunya itu jadi beda kasusnya. Dan sebagai konsumen yang bertanggungjawab dan menghargai aturan dunia penerbangan, tentunya kami harus merelakan tiket Makassar-Balikpapan kami ndak bisa diuangkan meskipun belum dipakai terbang. Toh Sriwijaya sudah mengantar kami ke Balikpapan dengan selamat. Cukup adil kan?

Sampai di bawah tangga pesawat, si mas-mas Pasasi tadi meminta tag bagasi kami. Kemudian.... dia melakukan hal yang gak kebayang susahnya: ngaduk-ngaduk bagasi pesawat. sendirian. mencari bagasi2 kami. HUUUAAAA....!!!! Terharruuu.... Untungnya bagasi kami sudah memakai tag: BALIKPAPAN, jadi mempermudah sedikit pekerjaan dia.

Ndak lama, akhirnya bagasi kami yang 3 biji itu ditemukan. Kami langsung serah terima bagasi di tangga pesawat, kemudian keluar dari airport dengan senyum lebar. Terima kasih Sriwijaya untuk pelayanan yang menyenangkan....

Time is Money

Gak berasa udah masuk bulan ke 2 tahun 2012, niat rajin posting blog cuma bertahan beberapa hari *sigh*. Jadi inget film in-time yang ditonton beberapa waktu lalu. Ide cerita ini bener-bener menggambarkan waktu adalah uang. Setiap orang secara genetik diset … Continue reading Related posts:
  1. Blog Time Masih seperti dulu, kalo ga ada ide yah kebanyakan ide...
  2. Time Flies Wow, tak terasa waktu berlalu. Hari ini adalah hari terakhir...

Tantangan masa depan

Saya merasa beruntung, waktu saya lahir, dunia Personal Computer baru dimulai, dan saya bisa mengejar ilmu teknologi komputer hingga saat ini. Menurut saya, generasi masa depan tantangannya lebih besar, karena perkembangan teknologi yang begitu pesat. Dari sejak kecil dulu, saya … Continue reading Related posts:
  1. Kenangan Masa SMU Posting ini tidak akan membahas banyak hal waktu sama masih...
  2. Kembang Api di depan Jendela Barusan dikagetkan oleh cahaya di depan jendela. Ternyata masih ada...
  3. Acara TV masa kini Televisi, sebuah media untuk mendapatkan informasi apapun yang kita butuhkan,...

rawat inap & asuransi kesehatan

akhir desember tahun lalu, saya terpaksa menghabiskan 3 hari di sebuah rumah sakit swasta di dekat stasiun kereta api, bandung. diagnosa dokter terkena virus di lambung yang mengakibatkan mual dan susah makan. saya masuk ugd sekitar pukul satu siang. saya diperiksa oleh dokter spesialis penyakita dalam yang kebetulan sedang tugas jaga di ugd. dokter kemudian meminta saya melakukan pemeriksaan lab terhadap darah dan feces. setelah hasilnya keluar, dokter kemudian memberikan opsi rawat inap atau rawat jalan. tak lama berdiskusi, saya dan istri pun sepakat kalau saya saya rawat inap saja. dibanding rawat jalan, di rumah sakit sudah ada yg jaga, istri saya tidak perlu repot masak dan pekerjaan rumah lainnya (saya tak tega membiarkan melakukkannya sendiri – apalagi setelah diperiksa bahwa dia hamil). dengan rawat inap, saya tak perlu mengeluarkan ongkos rumah sakit sepeser pun, semua sudah ditanggung oleh asuransi kesehatan saya – prudential. thanks to prudential..  :-)

selama dirawat tersebut, saya mencatat beberapa hal kekurangan yang mencolok dari pelayanan rawat inap di rumah sakit ini. pertama adalah jadwal kunjungan dokter yang tidak tentu. hari kedua saya dirawat, dokter datang sekitar pukul 3 sore, sementara hari ketiga pukul 12 siang. ini sangat mengganggu saya. karena sudah lebih baik, saya ingin segera pulang di hari ketiga. akibatnya saya mesti menunggu dokter tersebut sampai siang. perawat pun tidak mengetahui dengan pasti kapan dokter datang. ini juga terjadi pada rawat jalan. meskipun di jadwal dokternya pukul 08-13, jangan harap dokter sudah ada di sana pukul 08. saya juga pernah dirawat di rumah sakit lain di sekitar dago beberapa tahun lalu, akibat tipus. di sana dokter pasti datang sekitar jam 10 pagi.

kedua, tidak ada aturan yang jelas dengan tv di kamar pasien. waktu itu saya menginap di kelas 2 dengan 3 pasien satu kamar dan 2 tv. di rs lain, setiap jam 9 atau 10 malam, biasanya lampu dimatikan sehingga pasien bisa tidur dengan tenang. di sini, bahkan tv pun masih dibiarkan nyala meskipun tidak ada yang menonton. tidak ada perawat yang mematikan tv tersebut, terpaksa saya yang turun dan mematikannya.

ketiga, tempat tidur pasien tidak pernah dibersihkan setiap pagi dan seprei tidak diganti.

keempat, menu harian pasien selalu tetap setiap pagi. di rs lain, perawat biasanya memberikan dua pilihan. di sini, tidak.

overall, saya menilai pelayanan rawat inap di rs ini tidak terlalu baik. satu-satunya yang positif adalah rs ini sudah memiliki kerjasama dengan prudential, sehingga kita cukup memberikan kartu pru dan mereka yang akan mengurusnya sendiri. :-bd

 


Fifth wedding anniversary

Lima tahun yang lalu, atau 1826 hari yang lalu kami menikah, di Medan, Sumatra utara. Sekarang kami tinggal di sebuah aparteman di Chiang Mai, unit 1826. Sudah banyak sekali hal yang saya lalui bersama Risna sejak menikah. Rasanya saya tidak … Continue reading Related posts:
  1. Selamat Datang Jonathan Nugroho Sudah 3 tahun 9 bulan 14 hari sejak pernikahan kami...
  2. Terima kasih Tuhan untuk semuanya Posting ini isinya ungkapan syukur saya buat semua hal yang...

Vaksin dan Perusahaan Farmasi

Kadang saya membaca tulisan orang-orang yang menyatakan bahwa vaksin itu hanya untuk menguntungkan perusahan farmasi saja. Sebagai orang yang pro-vaksin. Saya ingin membagikan tulisan ini (sejak beberapa tahun yang lalu): Why Are Pharmaceutical Companies Gradually Abandoning Vaccines? Buat yang malas … Continue reading No related posts.

Been a while away from home 2012-01-23 14:49:00

Burst outkayaknya skrg yg kedua kalinya aku meledak lagi :s. Bukannya ga bisa nahan sebetulnya, cuman ga pengen nahan aja. Aku ngerasanya malah ga bener kl aku nahan hehe. PMS hrs disalurkan. (*alesan*)Yang dulu gara2 student si sebetulnya. Karna saat itu pertama kalinya aku marah banget, Sarah ama Chikita ampe takut. Sampe meluk segala biar aku tenang. Padahal itu marahnya ga pol, kayaknya malah

Tidak semua sarjana itu sama

Saya kadang gemes kalo melihat pembelaan seseorang yang bunyinya kira-kira begini “dokter saya bilang begitu kok”, “temen saya yang udah Phd aja percaya kok”, dsb. Intinya adalah terlalu percaya pada seseorang yang berpendidikan, tapi tidak mau mengecek sendiri. Istilahnya dalam … Continue reading Related posts:
  1. Asosial tidak berarti AntiSosial Dari dulu sering dengar pendapat yang bilang kalau orang yang...
  2. Account tidak aktif lagi? basi banget!! Ini jawaban yang gw terima dari orang yang “bertanggung jawab”...
  3. Main Game itu bahaya!!! Gak percaya? Coba baca berita-berita ini: Man dies after playing...