Hukuman Mati untuk Pemerkosa

Membaca berita pencabulan dan pemerkosaan di akhir Feb 2009 ini sangat memprihatinkan. Seorang anak balita di Malaysia diperkosa dan dicabuli dan wanita diperkosa dan kemudian mati. Dulu pemerkosaan dilakukan kepada wanita dewasa karena pelaku distimulus oleh korban atau pelaku sengaja menstimulus dirinya dengan membayangkan wanita tersebut.

Skrg situasi berbeda, dengan banyaknya Pornografi dan Video Porno maka rangsangan tidak selalu berasal dari korban. Korban hanya menjadi ajang pelampiasaan saja, bukan sebagai sumber rangsangan. Akhirnya yg terkena tidak harus wanita dewasa yg relatif susah untuk dipaksa tapi anak2 yg mudah diancam atau diiming-imingi baik laki-laki dan perempuan, pembantu rumah tangga atau bawahan.

Hukuman mati sudah selayaknya diberikan kepada pelaku pemerkosaan dan pencabulan, krn:

1. Mencegah terjadinya pemerkosaan dan pencabulan, korban akan menjadi trauma dan susah untuk disembuhkan. Beda dengan pencurian dimana uang yg dicuri kembali maka bagi korban permasalahan selesai. Pemerkosaan akan menimbulkan beban trauma yg akan berakibat masa depan korban.

2. Menimbulkan rasa takut bagi yang berniat melakukannya, sepertinya firman Tuhan tidak cukup untuk mengalahkan hasrat seksual pelaku sehingga diperlukan hukum positif yg lebih bisa menekan. Rasa takut akan kematian mampu utk menghadang hasrat seksual pelaku.

3. Mengurangi trauma korban, kematian pelaku akan mengurangi efek trauma bagi si korban. Bertemu kembali dengan pelaku akan mengingatkan kembali pada kejadian buruk itu. Keberadaan pelaku juga menimbulkan rasa tidak bebas.

4. Trauma bagi korban berefek panjang, korban bisa menjadi penakut, benci kepada pria, perilaku seks dengan kekerasan, pendiam tapi agresif.

5. Tidak membebani APBN, lebih baik uang yg dipergunakan utk menghidupi napi di penjara dipergunakan untuk membantu anak jalanan.

Dunia ini sudah tidak nyaman bagi anak-anak.

Saya belum mendengar ada partai yg mengajukan UU terkait hal ini, kalo ada akan saya pilih :D


Sex Based Economy

Perkembangan ekonomi dunia dari jaman dulu kala sampe sekarang sering dipilah-pilah menjadi resource based economy, knowledge and information based economy dan creative based econ0my.

Pada jaman dahulu sebuah negara/masyarakat dikatakan kaya dan makmur jika memiliki kekayaan alam berupa tanah yg subur dan luas. Hal ini menyebabkan terjadinya penjajahan dan perang memperebutkan kekayaan alam.

Perang telah usai. Lahirlah knowledge and information based economy dimana negara-negara dengan kemampuan intelektualitas tinggi dan menguasai ilmu dan teknologi menjadi negara yang kaya dan makmur. Contoh terbaik adalah Singapura dan Jepang. Kedua negara ini miskin sumberdaya alam, tapi mereka mampu menjadi negara yang makmur karena menguasai manajemen keuangan dan teknologi.

Knowledge is belong to everyone. Mencari ilmu adalah hal yang mudah dengan adanya internet.  Menjadi pinter itu mudah. Semakin banyak orang pintar maka semakin tidak penting sebuah kepintaran. Kini yang dicari adalah orang kreatif untuk mengisi industri kreatif seperti Animasi, komik, computer game, film, video klip dan desain. Industri kreatif membutuhkan teknologi, tapi yang terpenting tetaplah kreativitas yang jarang dimiliki orang. Membuat produk software itu gampang, tapi produk macam apa yg laku di pasaran? butuh kreativitas.

Persaingan bebas produk-produk kreatif terus berkembang. Mekanisme pasar juga berjalan. Produk yang menariklah yang akan laku di pasaran. Sudah datang atau mungkin mau datang, Sex Based Economy.

Mari kita lihat komik maupun computer game, walau itu produk kreatif mereka selalu menonjolkan sisi-sisi sensualitas seperti tokoh yg berbaju minim.  Komik Mahabarata maupun Chinmi tidak banyak menonjolkan sensualitas, tapi komik Jepang skrg? hehehehhe

Sinetron dan film pun tidak lepas dari itu, belajar acting sudah dapat dilakukan di sekolah-sekolah acting. Ini bagian dari knowledge. Film sendiri adalah produk kreativitas. Tapi film maupun sinetron tetap membutuhkan tokoh yang cantik/tampan  dan tentu bisa acting :D

Kurang afdhol kalo bisa acting tapi ga menarik secara fisik. Jaman dulu, artis bener-bener yang bisa acting, ga menarik masih bisa sukses. Skrg kalo ga menarik scr fisik tidak akan sukses, walau actingnya bagus sekalipun. Emang penonton mo menikmati acting?

Iklan televisi dan video clip juga tidak lepas oleh pengaruh dari Sensualitas. Saya pernah baca di Majalah Swa, membahas tentang Sensual Marketing. Salah satu poin penting adalah bahwa kecantikan, ketampanan dan keseksian mampu membuat calon customer melihat produknya walo mungkin tidak jadi membeli. Istilah kerennya Eye Catching.

Karena kebutuhan utk “Eye Catching” itulah maka kecantikan dan ketampanan menjadi modal utk mendapatkan kue ekonomi :D . Mencari pekerjaan juga lebih mudah jika kita menarik secara fisik, terutama di bidang-bidang yg berkaitan dengan publik seperti penyiar, bintang film dll.

Selamat datang di Sex Based Economy!!!

Ini adalah tulisan saya sendiri, tidak didukung data yg kuat, hanya menggunakan perasaan. Jadi sangat mungkin salah hehhehe