Minuman Kemanjaan

Satu lagi minuman kemanjaan buatku, tapi yang ini gak penuh dosa seperti halnya hot choc kesukaan: peppermint infusion with honey. Yummy... semalem abis seharian ngoprek di depan PC, untuk pertama kalinya menggunakan mug besar birthday gift from a friend (huhuhu, maaf ya gak dari kemaren-kemaren pakeknya, abis emang jarang minum selain air putih kalo di rumah). Ambil 1 teabag peppermint infusion atau peppermint tea (uhhh, kenapa sih gak ada brand lokal yang ngeluarin varian peppermint? biar harganya bersahabat). Isi penuh mugnya dengan air panas. Masukkan teabag-nya. Terus tambahin 3 sendok teh madu (biar manis tapi gak kemanisan).

Fotonya? Aahh... tak usah ya. It looks like an ordinary cup of tea kok, but it tastes better!

Biaya Bungkus Ulang Pos Indonesia

Ini bukan berita baru, semua orang yang pernah nerima kiriman dari luar negeri di Indonesia pernah mengalaminya. Tapi rasanya agak semakin mengesalkan belakangan ini. Ceritanya dari Chiang Mai sini, kirim paket ke Indonesia itu cukup murah dibandingkan sebaliknya. Kirim square charity ke Amerika aja cuma 2 USD gitu loh, ke Indonesia paling mahal pernah kirim square [...]

Kenapa Tabasco Enak

Kali ini aku mau bahas tentang: Tabasco. Saus pedas encer ini lumayan cocok sama lidahku. Meskipun gak sering banget digunakan pada waktu makan seperti halnya kecap, tapi sebotol Tabasco selalu tersedia di dapur.

Semula kupikir saus Tabasco terbuat dari cabai yang bentuknya gendut-gendut seperti cabai paprika atau sebesar jalapeno pepper. Konon kata majalah, cabai tersebut dikeringkan selama 3 tahun sebelum diolah jadi saus.

Kemaren Sabtu, ada acara di Discovery Travel & Living yang membahas tentang sambel-sambel ter-oke di US, salah satunya Tabasco ini. Di acara tersebut dijelaskan bahwa saus Tabasco ini dibuat oleh sebuah perusahaan keluarga sejak tahun 1868. Bahan dasarnya adalah Tabasco pepper yang "dimatangkan" selama 3 tahun di dalam barrel (drum), seperti anggur. Jadi bukan dijemur/dikeringkan seperti yang kukira sebelumnya.

Tabasco peppernya sendiri ternyata bukan cabe-cabe gendut seperti paprika atau jalapeno, tapi cabe kecil-kecil yang buat aku: they look extremely familiar. Setelah aku cek di Wikipedia, ternyata Tabasco pepper itu salah satu varietas dari tumbuhan yang punya nama latin Capsicum frutescens.

Nah, ternyata... di Indonesia sini, tumbuhan Capsicum frutescens tadi sangat terkenal dan lumrah dikonsumsi oleh masyarakat. Buahnya selalu tersedia di tukang-tukang gorengan. Bukan cuman tukang gorengan yang melengkapi dagangannya dengan buah tersebut, tapi juga tukang gado-gado, yang jualan seafood di Pangandaran, yang jualan Mie Godok, yang jualan Sup Ikan Batam, di dalam brongkos, ternyata ada di mana-mana... Kita biasa mengenalnya sebagai Cabe Rawit, atau di Bandung dikenal sebagai Cengek.

Jadi saus Tabasco yang sudah melanglang buana dari Avery Island, Louisiana, US itu, ternyata satu species dengan cabe rawit. Makanya cocok di lidah.

Dari perjalanan browsing Wikipedia mencari keterangan tentang Tabasco, aku menemukan yang namanya skala Scoville, yaitu skala yang mengukur tingkat kepedasan cabe. Ternyata cabe rawit yang kita kenal sehari-hari, atau disebut Chili Padi kalo di Malaysia itu, mempunyai nilai 50000-100000 dalam skala Scoville. Sedangkan Tabasco pepper hanya berkisar 30000-50000.

Hmm... jadi Tabasco sauce dan potongan cengek mungkin bisa saling mensubstitusi ya? Kalo mau makan sup krim gak ada tabasco sauce, pakek potongan cengek aja. Sebaliknya mau makan tahu sumedang gak ada cengek, cocolin tabasco sauce aja. Matching gak ya?

Friendster Mobile Site – Now edit your profile!

In our continuing effort to make friendster mobile a standalone site for you all, this week we released another new feature.

You can now edit your profile at m.friendster.com! Just select "Edit" from the bottom of any page and you will be able to edit information about yourself, including your name, status, hobbies and interests.

Enjoy!

- Friendster Team

Perjalanan ke Jakarta – Part 1


Siapa suruh datang Jakarta
Siapa suruh datang Jakarta
sendiri susah sendiri rasa
edo’e…. sayang….

(Koes Plus - Siapa Suruh Datang Jakarta)

Selasa malam (22/7), kira-kira pukul 21.10 pesawat Mandala jurusan MES-CGK akhirnya mendarat mulus di landasan pacu Bandara Sukarno-Hatta, Jakarta. Muncul sedikit rasa gentar saat menginjakkan kaki kembali di Jakarta yang sudah ditinggalkan sejak beberapa tahun lalu. Berita-berita kriminal yang acap kali muncul dalam siaran berita televisi seakan-akan mengingatkan bahwa betapa kerasnya hidup di ibukota ini. Pukul 21.30, saya keluar dari terminal kedatangan dan segera bergegas ke tempat pemberhentian bus damri yang akan membawa saya keluar dari bandara ini. Namun sialnya, bus damri jurusan Blok M baru saja lewat dari sana. Alhasil terpaksa saya menunggu dengan harap-harap cemas apakah masih ada bus dengan jurusan yang sama beroperasi meski waktu sudah menunjukkan pukul hampir 10 malam sementara tempat yang dituju masih jauh. Seorang bapak dengan pakaian dinas perhubungan dan memegang sebuah handie-talkie, mengatakan bahwa bus dengan jurusan tersebut masih ada.

Setengah jam berlalu, bus yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya dengan mengingat kembali ruas-ruas jalan di Jakarta, saya memilih naik jurusan Pasar Minggu karena sang kenek mengatakan bahwa bus tersebut akan melewati tugu Pancoran. Aha…kalau begitu, berarti bus ini akan lewat jalan Gatot Subroto, dan saya bisa turun di perempatan Kuningan dan melanjutkan perjalanan yang tinggal sedikit lagi ke Mal Ambasador, Casablanca. Namun saya salah perhitungan sedikit, karena sepanjang jalan bus tersebut masuk tol dan baru keluar di Pancoran. Tak apalah, saya pikir, karena dari Pancoran ke Ambasador tidak terlalu jauh lagi.

Di Ambasador, saya mestinya bertemu dengan seorang teman dan menginap di tempatnya. Saya sudah wanti-wanti ke dia, bahwa saya sudah di Jakarta dan sedang on the way ke sana. Lagi-lagi nasib sial, tak sekalipun telpon saya ke handphone-nya diangkat - dia ketiduran. Ah…..terpaksa saya mengubah rencana dan menginap di rumah tulang (red - paman, saudara perempuan dari ibu) di kawasan UKI, Cawang. Sebenarnya saya tidak terlalu suka tinggal di sana, bukan karena ada masalah dengan keluarga tulang, namun lokasinya menurut saya cukup jauh dari kota (kawasan sudirman, kuningan dkk). Belum lagi jalur itu (depan UKI, MT Haryono, Gatot Subroto, dkk) sangat macet pagi dan sore membuat saya mesti pulang cepat agar tidak kemalaman tiba di rumah.

Saya tiba di depan rumah pukul 11.30 malam, semua orang sudah tidur. Akhirnya dengan mata yang masih ngantuk, pagar dibuka langsung oleh tulang. Basa-basi sebentar, akhirnya tulang kembali masuk kamar dan saya naik ke lantai dua. Kalau saya kebetulan ke Jakarta dan menginap di sana, saya biasanya tidur di kamar anak lelakinya di lantai dua. Berharap segera mendapat tempat tidur yang empuk, saya mencoba membuka pintu kamar. Dua kali saya coba namun tidak pernah terbuka. Ah….kesialan ketiga yang terjadi beruntun dalam waktu tiga jam. Akhirnya saya pun mencoba tidur di kursi panjang yang ada di sana. Huhh…bukannya tidur nyenyak, malah jadi sasaran gigitan nyamuk. Sudah capek, becek, gak ada ojek - eh, gak bisa tidur maksudnya. Alhasil malam itu saya cuma bisa tidur selama dua jam plus badan merah-merah bekas garukan. Tapi untunglah, dua jam itu cukup efektif untuk beraktivitas sepanjang hari berikutnya.

Piuffhhhhh…..ini jakarta bung! Siapa suruh datang Jakarta….

My first time far from home 2008-07-27 07:45:00

Randy Pausch sudah pergi Tiap hari ngecek terus blognya, dah lama banget ga perna ada update. Hiks, pas tadi liat lagi, ternyata ada kabar buruk. Randy Pausch meninggal dunia tanggal 25 July 2008 pagi. Hiks, sedihnya, tp padahal aku ga kenal. Cuman karena baca blog dia terus, jd ngerasa kayak kenal aja. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran. -----------

Enaknya Jadi Perempuan

Aku suka foto ini, karena temanya gak jelas, sebenernya aktivitas apa yang sedang dilakukan. Kalo lihat baju kaos dan mansetnya: aku lagi sepedaan. Kalo liat sepatunya dan lingkungan sekitarnya: lagi mau bercocok tanam. Kalo liat helmnya: lagi kerja di proyek. Sebenernya: lagi ngejar-ngejar tim drilling di Survey Seismik. Bener-bener cuman ngejar dan terus nonton, gak ikut bantuin, cenderung ngerecokin malah...

Nah sesuai dengan judul postingnya... ternyata, jadi cewek ada keuntungannya juga terkait dengan aktivitas nonton orang kerja di cuaca terik. Karena cuman cewek yang peduli untuk melindungi diri biar kulit gak kebakar terik matahari. Proteksi yang kulakukan antara lain: sun block SPF 30 untuk tangan dan leher, foundation ber-sunscreen dari Erha buat muka, manset buat lengan, rambut panjang dibiarkan tergerai untuk melindungi leher belakang dan telinga, sampo yang aman dipakek tiap hari buat nyuci rambut tergerai tadi, dan tak lupa sunglasses.

Hasilnya? tanganku tetep hitam sih... gak bisa menghindar 100%, tapi at least gak sunburn. Nah, tappii... cewek juga punya mekanisme mengembalikan kulit hitam akibat berjemur dalam waktu relatif singkat (as long as gak sunburn loh). Kita bisa luluran, kita bisa pakek lightening lotion, bahkan untuk menghilangkan kusam di kulit, aku juga mencoba peel-off masker (dan ternyata ngefek loh... baru tauk deh kalo bisa). Kalo cewek gak bakal dibilang centil misalkan melakukan pernak-pernik perawatan diri.

Moral dari posting ini adalah: buat cewek-cewek... gak perlu jaim dan takut untuk melakukan aktivitas yang melibatkan "berjemur" atau "panas-panasan". Kalo alat proteksi diri lumayan lengkap, insya allah semua akan baik-baik saja.
Kalo sunblock, manset, dll yang kusebutkan di atas belum cukup, masih ada PAYUNG. Kalo cewek tiba-tiba pakek payung, gak bakal diolok-olok deh.

Sekali lagi... jangan takut jadi hitam!!

Hacking dan Reverse Engineering

Sejak dulu banyak yang bertanya kepada saya mengenai Hacking, dan mengenai  reverse engineering. Pertanyaan ini semakin sering muncul setelah saya menulis mengenai Hacking, Cracking dan IT Pemilu serta artikel Analisis Lengkap Virus Brontok. Pertanyaan yang sering muncul adalah yang sejenis ini "bagaimana caranya ngehack situs x", "bagaimana caranya ngehack program x", "di mana saya bisa [...]

New Home Page!!

This week we launched a new home page design (image below).

With this new design:

  • We bring a new look and feel to the home page
  • We moved the registration on home page - making it easier for new users to become part of Friendster.

Home_page_loggedout_after_3













Stay tuned for more updates….

As usual we appreciate your feedback and suggestions to improve.

- Friendster Team

My first time far from home 2008-07-25 10:37:00

Ohok srotttt ohok ohok, pas hari senin da kerasa si mo sakit, mata dah berair terus, trus tenggorokan da ga enak. Trus selasa pagi pas bangun tenggorokan da meradang. Cepet2 cari dokter di deket rumah, bukan buat minta obat, tp minta surat keterangan sakit kekeke. Abis itu sorenya lansung deh ke tempat hendro. Maksudnya biar diurusin, taunya sama aja, hendro pulangnya malem mulu..uurgghh.