Executive Lounge Citibank Ngurah Rai Bali

Liburan sudah selesai, sudah harus pulang ke Bandung. Setelah menikmati panasnya udara Bali hampir seminggu, berkeliling ke tempat-tempat wisata 2,5 hari dan sempat pake acara demam tinggi segala, akhirnya kami akan kembali ke Bandung. Menunggu pesawat ke Bandung, perut lapar. Ah..mari kita coba executive lounge lagi. Seperti sebelumnya, tinggal bayar untuk 1 orang, lumayan daripada [...]

Di Bali

Ternyata ada juga paket wisat murah di Bali, misalnya dari Balitrip. Kami jadi bisa memperpanjang liburan bulan madu di Bali. Posting ini diketik di Tanah Lot, sambil menunggu sunset dengan 3G XL.

Yay, finally dancing again…

..n it's unusual this time becoz it was bhangra ;p Thanks to my fellow indian buddies.. totally Indianized now to the bone.. hehe... not really.. Wonderful food and show and people.. nice weekend.. before reading week begins and the exams...

Sekalian …

Hmm, susah mau bikin judul posting. Mau nulis: “Sekali merengkuh dayung, dua tiga pulau terlampaui”, tapi ke bali nggak pake kapal, apalagi merengkuh dayung. Mau nulis “Sekali ke Bali, dua tiga pulau terlampaui”, tapi setahuku ke Bali nggak lewatin pulau apapun Intinya sih di Bali ini kami sekalian melakukan banyak hal. Yah di Bali, kami [...]

Cirebon: Efek Samping

Ternyata perjalanan panjang ke Cirebon ada efek sampingnya. Pertamanya, waktu hari Selasa aku bersin-bersin di kantor. Aku pikir ketularan si Bi yang kalo mau pilek tiba-tiba jadi raja bersin. Hehe, maaf ya Bi sudah berprasangka…

Dah gitu, hari Rabu masih masuk kantor seperti biasa. Terus menjelang siang itu mulai deh… kedinginan, dah gitu sakit-sakit di tangan, kaki, juga mulai pusing dan kerasa panas di muka. O-ouw… ini sepertinya demam deh… terus juga sakit kalo menelan. Sampe-sampe untuk lunch aku milih menu yang gak biasa: Sop Daging dan Nasi. Hehe… gak biasanya aku mau makan pake kuah yang disiramin ke nasi. Kalo yang ini sih demi kemudahan menelan aja…

Selesai makan, aku ke klinik di lantai 3. Kayaknya lebih lama ndaftar dan nunggu-nya dibandingkan di dalam kamar praktek. Dokternya tuh meriksanya hanya ngeliat tenggorokan pake senter, terus komentarnya: “Wah ini bener-bener sakit.” Ya ampyun…si dokter ini, kalo gak sakit, mana mau aku ke klinik. Misalkan sakitnya masih bisa ditahan pun aku malas ke klinik.

Trus aku minta dijemput jam 2. Selama nunggu jam 2 itu, mulai deh… kayak cacing kepanasan. Soale sakit yang di tangan dan kaki itu pindah-pindah, datang dan pergi. Tapi akhirnya jam 2 bisa cabski. Dari Kwarnas terus ke Mercu Buana, abis itu ke UI, abis itu ke Simpruk (ini mah gak langsung pulang yak). Hehe… biarin gak langsung pulang, yang penting bisa tidur di mobil, dah lumayan banget, gak terlalu menderita.

Sampe di rumah, Snoopy-Snoopy diungsikan ke tempat tidur sebrang, termasuk Snoopy Yang Besar Sekali, takut Snoopy-nya terserang virus. Jadinya aku bobok sendirian.

Sore-sore sekitar jam 6-7, aku kebangun, iseng-iseng nge-check si Sapi. Rencananya dia pulang dari Cirebon hari Rabu naik KA jam 2. Ternyata bok… si Sapi gak jadi balik ke Jakarta, karena dia demam dengan gejala yang mirip denganku. JRENG-JRENG…. Ini dia… artinya kita sakit karena virus yang sama, kemungkinan kena di tempat dan waktu yang sama, masa inkubasinya sama. Diperparah dengan pesta Vienetta waktu di Cirebon. Aku sih tadinya gak kepikiran Vienetta, biasanya gak sensitif sama makanan dingin, apalagi es krim.

Aku pikir… sakit tadi gak ada hubungan dengan perjalanan ke Cirebon, tapi karena si Sapi sakit juga, barengan pula, jadi kayaknya emang karena itu sih. Aku sih curiga kita kena virusnya mungkin pas di atas kereta. Keretanya kan AC, terus banyak orang lalu lalang, belum lagi di luar lagi banjir. Trus kita mungkin kurang makan waktu itu. 2 potong Dunkin Donuts + Baso Malang Oasis rasanya sih cukup sampe pagi, sepanjang perjalanan pun gak kelaparan tuh, tapi mungkin sebenernya kurang. Makan baso-nya emang udah jam 5 sore sih… harusnya baso-nya diitung snack doang kali yee. Oya, plus kurang tidur juga. Ya sudahlah… akhirnya si virus dapat kesempatan untuk beraksi…

Hari Kamis aku gak masuk kantor. Ternyata istirahat itu ngaruh yaa… leyeh-leyeh nonton TV aja (gak perlu tiduran terus) dah ngebantu banget. Ayo, pergi sana virus… Hush…hush…

Hari Jum’at masuk kantor lagi, dah milih baju batik warna coklat, maksudnya biar matching sama jaket-nya. Ternyata… nyampe di deket Patung Pak Tani, baru nyadar kalo jaketnya ketinggalan di rumah!! Ya udah deh, terpaksa nahan dingin seharian.

Gara-gara abis terkena serangan virus, selama di kantor, jadi agak-agak paranoid. Tiap kali ada orang bersin-bersin, aku jadi tengok-tengok, jangan-jangan orang itu ketularan virusku… hehehehehe….

Di Surabaya

Apa sih nama bandaranya surabaya? (mau nyari di Google tapi baterenya mau abis, males nyolok) Transit di sini setengah jam. Nggak ada WIFI. Posting pake 3G XL.

Anyway

"People are unreasonable, illogical, and self-centered.
Love them anyway.
If you do good, people will accuse you of selfish, alterior motives.
Do good anyway.
If you are successful, you will win false friends and true enemies.
Succeed anyway.
The good you do today will be forgotten tomorrow.
Do good anyway.
Honesty and frankness make you vulnerable. The biggest person with the biggest ideas can be shot down by the smallest person with the smallest mind.
Think big anyway.
What you spend years building may be destroyed overnight.
Build anyway.
People really need help but may attack you.
Help people anyway.
Give the world the best you have and you might get kicked in the teeth.
Give the world the best you’ve got anyway."

~Author Unknown

Anyway

People are unreasonable, illogical, and self-centered.Love them anyway. If you do good, people will accuse you of selfish, alterior motives.Do good anyway. If you are successful, you will win false friends and true enemies. Succeed anyway. The good you do...

Ngalong bersama Codefest AOSSS ke-8

Teringat pada masalalu, mengerjakan tugas kuliah, mengerjakan tugas akhir, mengerjakan tesis, belajar untuk ujian karena sistem SKS yang dianut (iya maksudnya sistem kebut semalam). Masa-masa di mana stamina masih sangat oke untuk terbangun selama 24 jam (bahkan pernah bangun 48 jam menyelesaikan tugas besar dengan adrenalin yang membuat tetap terjaga). Lepas dari bangku kuliah, pernah [...]