travelling di era communicator dan google earth

“Mari sejenak lupakan rutinitas!”

Itulah kalimat godaan yang melintas di otakku minggu-minggu ini. Ya! Gw butuh penyegaran sejenak. Lupakan semua rutinitas. Dead line. Project Time Line. Business Process Flow. User Requirement. Prototype. Boredom. Tediousness. Worries. Tampaknya ide untuk travelling di long weekend ini lumayan realistis. Gw bersyukur sekarang gw hidup di jaman teknologi tinggi. Mau tau gimana rasanya travelling di era communicator dan google earth?

These are things I’ve done.
Dimulai dengan menentukan kota tujuan terlebih dahulu: Singapore dan Kuala Lumpur. Kenapa? Karena rute yg sengaja gw pilih adalah lewat perbatasan beberapa negara: Jakarta Cengkareng (CGK) ke Batam Hang Nadim (BTH). BTH ke Batam Center. Batam Center ke Harbour Front. Harbour Front ke Tanjong Pagar. Tanjong Pagar ke KL Sentral Stesien. KL Sentral Stesien ke LCCT. LCCT ke Jakarta Cengkareng lagi. Lebih hemat fiskal udara. Lagi pula paspor gw termasuk bebas fiskal kalo ke Singapore lewat Batam horray.

Pertanyaan berikutnya adalah: What things to see? Where do we stay? How do we get there? Mari kita liat satu-satu.

What things to see?
Mo ngeliat apa aja di dua kota itu, gunakan google. Tinggal ketik beberapa kata kunci, dan muncullah daftar PoI (Places of Interest). Little India, Orchard Rd, Rafless Center, dll. Mo tinggal dimana? Tinggal cari informasi hotel di kota itu. Beberapa hotel menyediakan daftar harga kamar per malam. Sialnya hotel yang dipilih nggak ngelayanin online payment. Tapi gak papa. Toh tinggal telp aja. Takut nelpon SLI kemahalan? Hare gene masih takut SLI? tinggal make VoIP dari provider telpon seluler gw. Booking via telpon. Confirm via telpon. Untungnya manajemen hotel mo ngerti, meski tanggal gw traveling itu termasuk peak time. Mudah kan? Tinggal pilih hotel mana yang sesuai dengan kantong...

Where is the hotel located?
Pas masih di Jakarta, Google Earth lah yang mempermudah. Tinggal download aplikasi itu, trus masuk ke Google Earth Community. Cari orang yg udah ngupload data tentang Singapore. Luckily, ada pihak parawisata sono yang udah ngebuatin seluruh tempat, area, transportasi. Dari lokasi masjid, mal, daerah, ampe jalur MRT juga udah dibuat lengkap! Keren kan. Lihat gambarnya di sini.



Jadi udah tau mo naek MRT jalur mana, brenti di stasiun apa. Beda banget dengan pertama kali ke sini. Dulu cuma modal peta dari Periplus ama peta wisata dari Tourism Center di Harbour Front. Peta Periplusnya lengkap si, ampe lokasi masjid juga ada di situ. Tapi nggak bisa ngebayangin gimana gedungnya, lokasinya deket apa, berapa jaraknya.. Kalo di google earth? Hmm... Mo hitung jarak antar titik? Bisa! bentuk gedungnya juga jelas. Malah kalo ada yg udah ngebuatin Google 3D Sketch, gedung-gedung di sono keliatan tiga dimensinya. Cool Stuff!

How do we get there?
Transportasi memang hal yang ngebingungin kalo lagi travelling. Tapi untung udah ngedonlot jalur MRT di Singapore. Udah tau stasiun mana yang terdekat dengan tempat tujuan. Trus, buat transportasi ke KL? Gw make kereta api Senandung Malam punyanya KTM Berhad (http://www.ktmb.com.my/) skalian bisa pesan online. Sayangnya, rencana awal untuk memilih kompartemen yang bisa dipake buat tiduran, malah gak dapet. Beberapa minggu sebelum keberangkatan, gw ama temen gw udah mencoba pesen lewat online reservation di situs itu. Sayangnya tiga kali mencoba gagal, dan setelah ditelp ke customer servicenya (tentunya pake VoIP lagi :P) pun dinyatakan online systemnya memang lagi bermasalah. Yah, ini lah risiko hidup di jaman teknologi. Rely on technology. Kalo teknologinya rewel kaya gitu, ya mo dikata apa? Pas beberapa minggu kemudian di coba, malah tinggal kompartemen yang duduk. Yah, lumayan lah. Mumpung masih bisa reserve. Online payment with VISA is accepted! Jalur pulang ke Jakarta? Tinggal pesan ke http://www.airasia.com/. Lagi-lagi ini pun gak dapet yang promo. Kalo dari CGK ke KL harga promosinya Rp499.000 trus ditambah promo Buy 1 get 1 Free dari Clear Card. Yah, namanya telat mengetahui informasi gini jadinya. Terpaksa harga agak normal dari KL ke CGK.

Udah? Segitu aja?

Belom lah! Gw perlu tau di sana gimana waktu sholatnya. Untung communicator gw udah gw install Prayer Minder. Aplikasi ini bisa ngebantu gw buat nyari orientasi kemana gw harus menghadap kiblat. Nggak kaya qiblah finder yang laen, aplikasi ini menunjukkan arah kiblat berdasarkan panduan dari posisi matahari. Jadi pengguna diminta untuk mensejajarkan garis yang ada di aplikasi ke matahari. Berikutnya tinggal ikuti garis penunjuk qiblah. Beres kan? Oh, belum! Gimana dengan Waktu Sholat? Aplikasi ini juga bisa nunjukin waktu sholat berdasarkan local time. Tinggal sesuaikan aja penunjuk waktu gw. Jam yg gw pake kebetulan support World Time: It’s Casio G-Shock! Time to get tough! Hehehehe...

Mo tau konversi mata uang? Gw tinggal gunain WorldMate bawaan dari Communicator gw. Mumpung masih dalam masa gratis dari Nokia. Pusing berapa Rupiah 349 SGD? Ato 2488 MYR? Tinggal ketik aja angka itu di WorldMate sesuai dengan Original Currency-nya. Beres dah muncul konversi ke Rupiahnya. Konversi juga berdasarkan live data dari servernya WorldMate. Mudah kan?

Masalah dokumentasi gimana? Yah, beres lah. Kamera Digital Canon S3 IS beserta 1GB SDCard Ultra II + 1 GB SDCard Extreme III dari SanDisk. Masih kurang? Ada iPOD beserta Camera Adapternya... Jadi, masalah digital storagepun solved :D Meski pada hari terakhir perjalanan, kamera gw tak terjaga dengan baik hingga terjatuh dari ketinggian yang signifikan. malangnya S3IS ku...

Anyway, asyik sih travelling kaya gini. Gak perlu lagi pusing. Meski gw jg agak2 dipusingkan dengan beberapa angota traveling yang sok tau. Kalo gw nanya2 ke local citizen ato nyari info ndiri, malah dibilang ngehambat. “Percaya deh ama gw” Eh, malah jadi menjauhi arah yang seharusnya. Bukannya ada teknologi yang lebih mudah dan murah dari teknologi GPS, Google Earth, dan hi-tech lainnya: Bertanya. Toh, di negara kita ini masih kuat kalimat pribahasa yang berbunyi “Malu Bertanya Sesat Di Jalan”

Ya sudah lah... Overall, gw enjoy dengan travelling kali ini. Next time and next destination? Hmm... Thailand! ( Next Gadget? Hmmm... GPS may be ;)

HI… READER

Actually, these days.... I put a tracker on my blog in such way I can know where are the readers coming from, and I hope I can deduce who are you....but most of the it I couldn't,.... :(kindly of you if you shout for my sake... so I can know you.As Asian Quote:" You never care somebody.. if you doesn't know them"

HI… READER

Actually, these days.... I put a tracker on my blog in such way I can know where are the readers coming from, and I hope I can deduce who are you....but most of the it I couldn't,.... :(kindly of you if you shout for my sake... so I can know you.As Asian Quote:" You never care somebody.. if you doesn't know them"

Learn from Butterfly

A Caterpillar has already became a beautiful butterflyNone in this world will disgust again with itEverybody is greatful to see it and always wonders with the colorsWe remember that a beautiful butterfly is used to be a disgusting caterpillar.After some suffers, it becames one of the most beautiful creatures.Egg --> Caterpillar --> Pupa --> Butterflyso it is really look like our lifeLoss -->

Learn from Butterfly

A Caterpillar has already became a beautiful butterflyNone in this world will disgust again with itEverybody is greatful to see it and always wonders with the colorsWe remember that a beautiful butterfly is used to be a disgusting caterpillar.After some suffers, it becames one of the most beautiful creatures.Egg --> Caterpillar --> Pupa --> Butterflyso it is really look like our lifeLoss -->

Liburan Kemerdekaan 3: Walking Machine Hero

Bagian terakhir dari liburan HUT RI aku habiskan bersama kawan lama: novel Star Trek. Rasanya sudah lama banget gak baca novel Star Trek. Hmm, sebenernya sih... gak segitunya... terakhir aku baca novel VOYAGER waktu awal tahun ini, tapi yang itu ceritanya standar aja, gak istimewa banget. Yang istimewa itu biasanya bikin kita terbawa di dalam rollercoaster emosi dari cerita novel tersebut.

Aku gak akan menulis review secara detail dari novel-novel yang aku baca kemaren, tapi ini dia beberapa yang istimewa:

I, Q (The Next Generation - TNG) - Cara penulisan novel ini sedikit berbeda dari novel Star Trek pada umumnya. Kalo biasanya storyteller-nya adalah si penulis, di novel ini storyteller-nya adalah Q, yang menceritakan pengalamannya sendiri. Di situ asiknya... karena dilengkapi dengan komentar-komentar lucu si Q (sebagai superior being) terhadap segala sesuatunya termasuk terhadap Picard dan Data (yang dianggap Q sebagai "lesser being"). Trus di novel ini Picard dan Data tidak digambarkan selalu serius dan cool, mereka kadang melakukan tindakan atau mengeluarkan statement bodoh atau bahkan annoying. Yah... mereka kan juga manusia.... (eh...salah ya? Data kan bukan manusia...). Jadinya aku cekikikan sendiri baca novel ini. Eh kok jadi banyak sih?

Homecoming 1 & 2 (Voyager) - kalo yang ini tentang nasibnya crew USS Voyager setelah mereka kembali ke Alpha Quadrant. Seneng aja, jadi ada penjelasan kan, setelah mereka sampai di Alpha Quadrant, kemudian apa yang terjadi pada crew-nya Voyager yang 1/2-nya bekaas "penjahat" itu. Ceritanya sebenernya biasa aja, tentang conspiracy gitu deh... tapi nasib crew Voyager itu yang bikin menarik.

Immortal Coil (TNG) - nah ini novel yang pertama kubaca kemaren, dan yang paling berkesan. Bercerita tentang misteri artificial intelligence di dunia Star Trek. Banyak banget kejutan-kejutan, sampe pada suatu titik... aku bertanya: loh... kenapa kok semua tokoh baru di novel itu ternyata android? (ups, spoiler)... bukannya di Writer's Bible-nya Star Trek ada ketentuan bahwa tidak ada android selain Data dan Lore ya? Terus ternyata tokoh yang aku duga sebagai "android juga", ternyata bukan android. Terus love story-nya juga gak norak. Tapi ujung-ujungnya... meskipun banyak AI muncul di cerita itu, ternyata Data, my walking machine hero, tetep merupakan sosok yang unik.

Ngomong-ngomong love story, mau tauk love story di Star Trek yang paling aku sebelin? Kisah cintanya Picard dengan Anij di Star Trek 9!! Sebel banget... gak suka... tokoh itu gak cocok buat jadi "The Captain's Woman".

Kembali ke novel...

Star Trek: Nemesis - yang ini? Aku gak jadi baca... itu yang membuatnya jadi istimewa!! Padahal... sejak tahun 2002 (waktu filmnya di-launching) aku mencari-cari novel ini. Dan sekarang... setelah mendapatkannya, ternyata aku ragu-ragu untuk membacanya... aku males membacanya. It's not the worst Star Trek movie loh, sebenernya it's not a bad Star Trek movie at all (meskipun revenue dari film itu menyatakan lain)... tapi... thanks to Data... aku jadi ilfil sama film / novel ini, karena dalam Nemesis, my beloved android mattiiii!!. Huhuhuhuhu...

Whooaa... yeah... sekarang aku mau cerita tentang Data. Mungkin sedikit terlambat, should have done it long time ago. Data adalah pahlawan masa remajaku, dulu sih aku sangat bangga sama Data, tapi pernah suatu masa, setelah bertambah usia... ternyata sulit untuk mengakui hal tersebut, bahkan sulit untuk mengakui bahwa I'm a Trekkie (or Trekker? Apapun deh...). Mungkin karena di masa itu aku berpikiran: ternyata aku norak sekali sih... hmm mungkin bukan norak, even worse: a freak...? Katanya... tanda-tanda seorang freak salah satunya adalah "suka Star Trek". Yah, tapi bodo amat deh, biarin aja dibilang freak (semua orang juga punya sisi yang bisa membuatnya dibilang freak kan?).

Waktu aku masih ABG, aku hanya melihat Data sebagai tokoh yang unik, lain dari tokoh lainnya yang umumnya manusia, superior (pintar, kuat, apalagi?). Kalo sekarang? Aku melihatnya tetap sebagai sosok yang superior, unik, dst...dst..., tapi satu hal yang menjadikannya dia berbeda adalah: Data itu polos... Tadinya kupikir Data itu so naive hanya karena dia emotionless... tapi setelah Data akhirnya meng-install emotion chip, ternyata dia tetap (dibuat) polos, naive, innocent... coba aja liat wajahnya (maksudku Data, bukan Brent Spiner), innocent banget... sepertinya menyenangkan berteman dengannya... dia bukan tipe orang yang suka menyembunyikan udang di balik bakwan, apalagi bala-bala (apakah replicator di USS Enterprise mampu membuat bala-bala?)...

Satu hal yang menarik tentang Data: he's an android kan... bukan seseorang yang secara natural memiliki orang tua, punya anak, punya sodara... tapi... dari semua tokoh di The Next Generation, ternyata... Data lah yang keluarganya paling dikenal oleh pemirsa. Dia punya ibu, dia punya bapak, punya siblings, punya anak, punya piaraan. Oya, aku menyebut keluarganya Data itu sebagai: Keluarga Yang Aneh... tapi ini buat lain kali aja ceritanya...

Yah itulah...Data have been and will always be my favorite android... (tuh kan... sekarang aku bisa mengakuinya)... Hmm... oya, foto ini adalah kartu ulang tahun yang diberikan oleh 2 orang temanku waktu ulang tahunku ke-17. Makasih teman-teman... hihi... Btw, aku baru sadar beberapa minggu lalu, hadiah yang mereka berikan bersama kartu itu, ternyata lebih unik dari yang aku kira: "celengan Snoopy lagi memegang Saxophone". Wow... what a coincidence: Data, Snoopy, dan Saxophone... mungkin mereka dapet sejenis premonition ya? Aku kan gak pernah berpikir untuk belajar saxophone sampai akhir 2004...? (naon sih...)

And the nite has come..

It is 10 minutes to 9. The sun is finally out of sight, thank God. One of the things that I take for granted back at home yet I dreaded so heavily where I’m living here now. I don’t know...

Liburan Kemerdekaan 2: Ratu Dangdut

Sepulang dari Bandung, aktivitasku berikutnya adalah jadi personel grup Ratu Dangdut!!! Hehehe...

Finally... setelah nyaris 3 tahun, kami... para penghuni kamar 902 Simpruk berkumpul berempat lagi!! Hmm... sebenernya sih... kalo ketemu sama mereka sih lumayan sering. Tapi BERKUMPUL-BEREMPAT itu yang belum pernah terjadi setelah keluar dari Simpruk.

What a day... Semula berencana untuk ke Waterboom, tapi gak jadi. Akhirnya ke Mal Kelapa Gading. Tentu saja aku gak akan cerita ttg Mal Kepala Gading-nya... itu mah garing...

Kita-kita... pada dasarnya masih seperti dulu juga... suka ngerumpi dan ngetawain orang... bahkan kadang-kadang saling ngerumpiin satu sama lain di antara kita... heheheh... hayah... bener kan girlz? Suka makan... Suka nyanyi bareng, tapi kalo disuruh nyanyi sendiri di depan, males banget... palingan nyanyi sambil loncat-loncat di kamar, atau palingan bikin album pas lagi mandi... (and magically... tiba-tiba ada backing vocal dari kamar mandi-nya kamar sebelah).

Siang itu setelah jemput Hayat di stasiun, kita berkeliling Mal KG dulu... terus jam 11.30, makan siang di Rice Bowl. Abis itu keliling lagi... abis itu aku kelaparan... benar-benar kelaparan... jadi aku beli D'Crepes (ngantrenya luar biasa...), sementara mereka makan sate padang 1 piring rame-rame. Ternyata setelah menghabiskan 1 porsi D'Crepes, aku masih kelaparan, jadi nyari Milo. Huehehe... kok jadi nggragas gini... :-P

Setelah itu, kita mulai beraksi di Happy Puppy... lagu yang kita pilih kebanyakan lagunya Ratu (yeah... karena gak usah pake teriak-teriak, enak nyanyinya) dan lagu Dangdut (makanya Ratu + Dangdut = Ratu Dangdut). Lagu hits hari itu adalah lagu "SMS".

Aku sendiri sebenernya gak begitu seneng nyanyi dangdut, karena cengkoknya susyah... daripada kedengerannya aneh... mendingan gak nyanyi sama sekali kan... Nah, lagu SMS itu... sebenernya aku sudah sering denger, I don't know where sih... gak ingat... tapi baru kali ini bener-bener memperhatikan lagu itu. Lagu itu ternyata aneh... karena intronya itu loh, ala house music, tapi nyanyinya Dangdut... tapi meskipun demikian... kita tetep menyanyikannya dengan semangat... dan akhirnya jadi theme song hari itu.

Setelah dua jam nyanyi sampe batuk-batuk... terus kita menuju ke Mal Artha Gading... nyari Sport Warehouse... kemudian makan malam di sana... Waktu duduk di Red Bean (untuk makan malam), waaaaahhh... baru nyadar kalo ternyata capek banget. Aku gak tauk tampangku sekusut apa malam itu, yang jelas punggung sudah pegel-pegel. Gak kerasa memang, karena dari tadi ketawa-ketawa melulu.. Makasih ya girlz...

Sistem Implant dan Yin Yang

AWW.

Anda pernah melihat listrik? Tidak kan. Anda tahu kenapa listrik di
rumah bisa memutar pompa, dan putaran pompa bisa menaikkan air ke
tandon atau ke saluran air?

Seperti itulah sistem energi dalam tubuh kita juga. Jika kita
menginginkan keseimbangan, maka tidak akan ada gerakan. Pompa
berputar karena adanya perbedaan voltase antara kutub negatif dan
positif dari kumparannya motornya. Jika perbedaan voltase = nol,
tidak akan ada gerakan arus listrik dan pompa berhenti berputar.

Kita hidup karena adanya perbedaan yin-yang di seluruh tubuh kita.
Jika kita berada dalam yin=yang, maka kita berhenti dan statis,
kemudian kita sakit dan akhirnya out. Ini membuat kita tidak merdeka.

Sitem implant membuat kondisi yin-yang dalam diri kita seimbang, dan
membuat input energi kita tidak bergerak. Karena itu power kita juga
tidak naik-naik. Itu gunanya meditasi MO dan nafas putar kita
lakukan agar sistem yin-yang kita seperti lambang Tao. Yin menuju
Yang, dan Yang menuju Yin, sehingga selalu bergerak.

Karena itu saya membuat sistem implant Off dulu dengan membuatnya
seimbang antar implant, baru kemudian dibuang. Dengan demikian
implant yang jauh lebih kuat dari kitapun dengan mudah bisa
dihabisi. Bahkan bisa dibalik agar implant memperkuat energi kita
sendiri. Itu yang membuat kita bisa merdeka.

Mudah-mudahan berguna.

Wassalam,

Kusnul Hadi

Sistem Implant dan Yin Yang

AWW.

Anda pernah melihat listrik? Tidak kan. Anda tahu kenapa listrik di
rumah bisa memutar pompa, dan putaran pompa bisa menaikkan air ke
tandon atau ke saluran air?

Seperti itulah sistem energi dalam tubuh kita juga. Jika kita
menginginkan keseimbangan, maka tidak akan ada gerakan. Pompa
berputar karena adanya perbedaan voltase antara kutub negatif dan
positif dari kumparannya motornya. Jika perbedaan voltase = nol,
tidak akan ada gerakan arus listrik dan pompa berhenti berputar.

Kita hidup karena adanya perbedaan yin-yang di seluruh tubuh kita.
Jika kita berada dalam yin=yang, maka kita berhenti dan statis,
kemudian kita sakit dan akhirnya out. Ini membuat kita tidak merdeka.

Sitem implant membuat kondisi yin-yang dalam diri kita seimbang, dan
membuat input energi kita tidak bergerak. Karena itu power kita juga
tidak naik-naik. Itu gunanya meditasi MO dan nafas putar kita
lakukan agar sistem yin-yang kita seperti lambang Tao. Yin menuju
Yang, dan Yang menuju Yin, sehingga selalu bergerak.

Karena itu saya membuat sistem implant Off dulu dengan membuatnya
seimbang antar implant, baru kemudian dibuang. Dengan demikian
implant yang jauh lebih kuat dari kitapun dengan mudah bisa
dihabisi. Bahkan bisa dibalik agar implant memperkuat energi kita
sendiri. Itu yang membuat kita bisa merdeka.

Mudah-mudahan berguna.

Wassalam,

Kusnul Hadi