Priority

Today, we have a plan to arrange a dinner before everybody leaving for Summer Vacation.Someone "special" is the one that has that initiative, that's very nice isn't it?But unluckly, I have many things to be finished in two days.I know my limit and my priority.If I'm Yudis at several days ago.. so I'll skip my work and attending the dinner, and work like a hell afteward.But, as I declare my self,

Occhio non vede, cuore non fa male

That's another quote that I learn from the wonderful.Many things we can do beyond our capability since we have a belief and a will.If there is a will then there is a wayI can do many things as long as I still have a will or motivation to do so.Motivation:it is a feeling/a mental state that motivate you to do something. This thing comes from your sense (e.g., eyes, skins, ears, nose, etc).It is a

Occhio non vede, cuore non fa male

That's another quote that I learn from the wonderful.Many things we can do beyond our capability since we have a belief and a will.If there is a will then there is a wayI can do many things as long as I still have a will or motivation to do so.Motivation:it is a feeling/a mental state that motivate you to do something. This thing comes from your sense (e.g., eyes, skins, ears, nose, etc).It is a

Honey-Dipped

Honey-Dipped itu adalah lagu pertama yang ada di album Saxophonic-nya Dave Koz. Aku gak ngerti maksudnya si Dave Koz ngasih judul seperti itu apa yaa… mungkin dia mau menceritakan tentang sesuatu yang manis, menggemaskan… seperti makanan yang dicelup ke dalam madu?

Ternyata baru-baru ini aku menemukan sesuatu dengan judul yang sama: donat rasa baru dari Dunkin Donuts. Namanya juga Honeydipped.

Pertama nyobain, waktu aku dikasih sample donat rasa madu di Dunkin Hero Mampang. Terus disuruh nulis komentar. Hmm… aku langsung tauk pasti rasa ini dibikin untuk menyaingi donat-nya J.Co yang manis itu. Donat-nya Dunkin kan memang kurang manis, karena adonannya dirancang untuk diberi topping-topping aneh seperti misalnya donat strawberry, rasa manisnya didapat dari selai strawberry yang ada di dalam donat itu. Begitu juga yang lainnya, memang sengaja dibuat seperti itu supaya rasa topping-nya yang menonjol. Jadi aku sendiri gak begitu suka donat plain-nya Dunkin yang hanya berbalut gula halus. Honeydipped ini penampakannya seperti donat plain, tapi ada lapisan madu kering di luarnya, rasanya lebih mantap, lebih manis, tapi manisnya beda… bukan manis gula, melainkan manis madu, kebetulan cocok sama aku… jadi ketika ditanyai apa komentarku, aku tulis saja komentar ala Tora Sudiro: Enyak! Enyak! Enyak…!!!

Belakangan aku baru tauk kalo ternyata donat rasa madu itu dikasih nama Honeydipped. Kayaknya sih lumayan laku. Waktu pergi ke kantor pos besar, aku masuk ke Dunkin, ternyata dia sudah kehabisan Honeydipped yang donat besar, akhirnya aku beli munchkin-nya saja. Tapi makan munchkin kan lebih berbahaya dibanding makan donat besar… ehehehe… karena kecil-kecil, jadi gak kerasa… akhirnya makan satu, makan lagi, makan lagi, dan makan lagi. Jadi banyak deh…

Tapi aku masih kurang yakin… apakah donat itu adalah sesuatu yang bisa dideskripsikan oleh lagunya Dave Koz…. Hehehe… maybe next time, kalo aku mau makan Honeydipped-nya Dunkin, harus pake background music Honey-Dipped-nya Dave Koz…

DAMN….

Damn... Today, I feel bad.. :( even I stay in nice place for Summer School Miss somebody... and even worse, we have a small roar before.. :( so it makes me even more uncomfortable. No Phone Credit, so I can't do anything No Internet Connection, once I have She is not online No Internet Phone, because I lost my headset Want to buy Phone Credit through internet, I can't because my credit card

Playlist-ku Hari Ini

Tumben-tumbenan hari ini aku bisa duduk anteng dan ngoprek coding, biasanya duh gak bisa bertahan lama… entah itu ada gangguan, entah tiba-tiba kehilangan ide… pokoknya gak betah deh.

Playlist WMP-ku hari ini yang menemani coding, isinya:

My Other Half – Indra Lesmana
Dari Rumah Ketujuh, aku sudah pernah bahas lagu ini kan… di sini.

Arti Kehidupan – Balawan

Hoohoo… si Magic Finger, kadang-kadang permainan gitarnya terdengar seperti piano atau bahkan harpa. Pertama kali tertarik dengerin lagunya Balawan waktu nganterin Azhar beli iPod. Wah… kok ada orang bisa maen gitar sampe kayak gitu?

Embraceable You – Laura Fygi
Lagunya Gershwin ini dibawakan dengan seksi sekali sama ibu Laura Fygi… Suara alto badaknya itu loh… empuk banget… (bantal kali yee…) Lagu ini sepertinya dipersembahkan buat orang-orang yang menggemaskan…

Linus & Lucy – Dave Koz, David Benoit, dkk
Aslinya soundtracknya serial kartun Peanuts, kalo mendengar lagu ini selalu membayangkan Snoopy yang lagi lompat-lompat. Versi ini dimainkan oleh Dave Koz. Waktu pertama kali denger, begitu intronya mulai… wualah… langsung tertangkap nuansa-nuansa Dave Koz-nya.

You Make Me Smile – Dave Koz
Dari album Lukiman… lead melody-nya emang bikin orang pengen senyum… Btw, intro-nya Linus & Lucy tadi mirip sama intro lagu ini...

Know You By Heart – Dave Koz feat.David Benoit
Lagu ini…menggambarkan kesederhanaan, so simple... Aku suka…

Just The Way You Are – Nial Djuliarso
Nial adalah salah satu artis yang terlewatkan di Java Jazz… tadinya aku pikir dia pianis klasik… aku pikir ngapain sih panitia Java Jazz kok masukin lagu klasik…tapi entah kenapa aku kepikir untuk nonton, hanya karena gak niat-niat banget… ya wis bablas… Ternyata kemudian aku beli CD-nya di Makassar, wualah… pantesan aja perasaanku mengatakan aku harus nonton Nial!! Ternyata keren bouw... suasana yang ditimbulkan tuh santai banget... cocok buat didengerin ujan-ujan sambil duduk-duduk di sofa baca buku, lama-lama... bluk... ketiduran.

Alfie – Kenny G, Burt Bacharach
Yang satu ini, aku sudah lama punya CD-nya, tapi baru belakangan memperhatikan lagu yang ini... ternyata lumayan romantis juga... Oya, ini juga salah satu lagu pertama yang aku coba dengan si Weril. Sampe sekarang belum bisa memainkannya tanpa cela. Hehehe…

A Dream is a Wish Your Heart Makes – Jim Brickman
Ini juga pernah aku bahas rasanya… di sini. Cocok banget, kalo lagi putus asa terus mendengarkan lagi ini…

Windmills of Your Mind – Nial Djuliarso
Lagu ini kesannya misterius banget… terutama suara trumpetnya itu yang membuatnya misterius… tapi teteup… enak buat leyeh-leyeh… hehehe…

I Finally Found Someone
Kalo ini sih gara-gara terakhir ke Bandung bareng temen-temen, aku nemu lagu ini di radio sampe 3 kali. Abis itu kepikiran terus. Akhirnya nyari partiturnya… dan setelah itu… aku jadi sering maenin lagu ini.

Pick Up The Pieces – Kenny G, eh duet sama siapa yak?
Tadinya aku hanya berpikir bahwa lagu ini asik… tapi setelah mendengarnya Live di Java Jazz (bukan Kenny G tentu saja yang memainkannya) oleh Gadiz dan Bass, ternyata… lagu ini… asik baaangggeeettt… tapi emang album Kenny G yang ini exceptional, sama sekali enggak kayak Kenny G yang bikin si Bulo ilfil sama saxophone.

Keliru – Dave Koz
Ini salah satu “muatan lokal” dari album The Dance. Tadinya biasa aja… tapi waktu dengerin Live-nya… Uuugghh… baagguuusss…. Dave Koz-nya jadi makin guanteng… Wah, kayaknya dari tadi banyak sekali terpengaruh sama nonton Live yaa… kayaknya emang nonton Live tuh beda sama denger di CD/Kaset, kalo nonton Live ada bonus emosi yang disampaikan oleh si performer yang kadang gak bisa kita tangkep kalo hanya dengar saja gak liat orangnya.

Someone To Watch Over Me – Laura Fygi
Alto badak lagi… kalo aku pertama kali kenalan sama lagu ini waktu masih di PSM-ITB. Seiring dengan berjalannya waktu, banyak hal yang membuat aku jadi lebih memperhatikan lagu ini… duh… romantis deh…

Satu Untukku – Indra Lesmana
Dari Rumah Ketujuh lagi… another swing dari Indra Lesmana…kayaknya emang aku seneng semua lagu yang ada di album ini deh.

Don’t Sleep Away The Night – Glenn Fredly
Dari album Aku & Wanita. Pertama denger dinyanyikan oleh Daniel Sahuleka... antik banget... Kalo aku sih lebih seneng versinya Glenn.

Dua Kawan – Indra Lesmana
Lagi... dari Rumah Ketujuh... suka juga sama liriknya, tentang 2 orang sahabat yang berubah status menjadi lebih dari sekedar sahabat (ya emang itu sih intinya film Rumah Ketujuh...).

Together Again – Dave Koz
Kalo ini mendapat tempat spesial buatku, karena ini lagu background-nya acara Gula-Gula di Trans TV, acara masak-masak favorit. Waktu lagi nonton gitu, aku mikir... kayaknya kenal deh... pernah denger lagu ini dimana yah...

Juwita Malam – Nial Djuliarso
Biasa disebut Juwita Maghrib sama anak-anak PSM. Kayaknya lagu ini timeless banget deh... dinyanyiin sama anak-anak PSM, enak. Dinyanyiin sama slank, enak juga. Dimainkan oleh Nial, enak juga...

Sesaat Kau Hadir – Balawan
Another song from the Magic Fingers... gak special banget sih… tapi seneng aja dengernya…

Belaian Sayang – Glenn Fredly, Dewi Sandra
Katanya lagu ini yang bikin Dewi Sandra ada affair sama Glenn, sampe akhirnya mereka menikah. Kalau liat judulnya, kesannya agak-agak mesum gak sih… eh tak taunya… lagu ini adalah lagu nina-bobok alias lullaby. Wuah… sesuai fungsinya sebagai lullaby, tentunya lagu ini menimbulkan kesan damai.

Love Me – Glenn Fredly
Kalau yang terakhir ini… kesannya hangat… sehangat hot choc-nya Oh La La kah?

Yah... itu dia lagu-lagu yang menemaniku melakukan coding. Lumayan banget, bisa melenyapkan efek menyebalkan dari coding. Heheheh… heran deh… aku malah bisa coding dengan nyaman, ketika orang yang terobsesi sama coding di kantor lagi cuti… kalo ada orang itu, malah semakin malaassss…. (payah nih…)

Mana Yang Lebih Berisik?

Helo…helo… Manusia pecinta saxophone telah kembali… huehehehe… setelah 3 minggu aku tinggalkan, akhirnya kemaren membuka lagi kotak saxophone dan mengeluarkan isinya, kemudian memasukkannya kembali… hehe… enggak ding… terus mulai meniup-niup si Weril itu.

Setelah memainkan beberapa lagu, mmm… bibirnya jadi pegel… karena… udah lama gak kena getaran si reed… Hehe… ini contoh yang salah yah… kalo pengen cepet bisa sebenernya harus kontinu latiannya. Terus kayaknya aku udah mulai keabisan lagu untuk dipelajari sendiri… lagian aku baru bisa niup 2 oktaf… dari Eb (kalo di partitur Saxophone jadi ditulis C) ke Eb lagi… kalo lebih rendah dari itu, bunyinya jadi loncat 1 oktaf ke atas, terus kalo lebih tinggi dari range itu, yang keluar cuma angin… hehe… akhirnya lagu yang bisa kumainkan dengan komplit, jadi terbatas.

Sebenernya sih emang niat les dari dulu, biar tekniknya benar, terus sekalian belajar menciptakan solo-solo (maksudnya berimprovisasi), tapi… kenapa yaa… kok gak jadi-jadi… oya, gara-gara jadwal kuliah rasanya sih…

Terus kemaren menemukan stand partitur dari jaman SMP dulu. Sudah sedikit berkarat di sana-sini sih… tapi lumayan banget deh, jadi mengurangi resiko sakit leher... Kalo gak ada stand partitur itu, aku suka naruh partitur di atas meja, tapi kalo di atas meja, aku kesulitan untuk ngeliat, suka ketutupan sama si sax. Jadi mesti agak nunduk sedikit kalo mau ngeliat isi partitur.

Kalo gak di atas meja, aku kadang suka pakek stand part-nya piano. Tapi posisi pianonya enggak banget: di ruang TV... wuah... padahal suara sax-nya kan lebih keras dari suara piano, jadi mengganggu yang nonton TV. Palingan bisa pakek stand-nya si Privia... tapi lebih parah lagi... si Privia kan ada di teras belakang, kalo maen sax di teras... artinya maen lagu-nya harus dipersembahkan buat tetangga belakang rumah!! Huahahahaha...

Oya, aku bingung deh... barusan kan aku bilang suara sax-nya lebih keras dari suara piano. Nah... padahal kan piano soundbox-nya guede dan luas, jadi kebayang kan ruangan yang digunakan untuk meresonansikan nada-nada yang dimainkan juga lebih gede ketimbang saxophone. Belum lagi ada fasilitas pedal sustain. Kalo diliat dari fakta-fakta tersebut, harusnya saxophone gak lebih kenceng dari piano kan? Atau emang selama ini hanya perasaanku aja ya? Bisa jadi gini kan... kalo maen piano, kan udah terbiasa... jadi kedengerannya enak... sedangkan maen saxophone masih pleat-pleot... jadi kedengerannya berisik. Jadi ketika maen piano, meskipun keras, gak ada yang keganggu... sedangkan saxophone... yang maen aja suka terkaget-kaget sendiri. Kalo lagi salah cara niupnya, ekspektasi bunyinya seperti apa, ternyata yang keluar beda bunyinya... Hehehe...

Mimpi Yang Aneh…

Semalam aku bermimpi… setting-nya bener, tapi waktunya gak bener, terus ada tokoh nyasar masuk situ…

Jadi… aku tiba-tiba ada di Sabuga – Sasana Budaya Ganesha. Auditórium-nya ITB yang segede gambreng itu, jaman kuliah dulu langganan masuk situ minimal setahun 3 kali, buat nyanyi di wisudaan orang-orang. Di dalam mimpiku ini, aku juga mau nyanyi wisudaan, tapi waktunya itu sekarang-sekarang ini. Aku ikutan nyanyi karena menggantikan anak-anak PSM yang pada pergi ke Xiamen untuk Choir Olympics. Anak-anak PSM yang tertinggal di Sabuga, aku gak kenal, hanya ada 1 wajah familiar dari PSM, kakak pianisku di PSM, tapi dia kan juga udah lama lulus… di mimpiku dia berperan sebagai sejenis Music Director. Terus ada satu lagi wajah familiar, tapi gak logis, karena dia teman kantorku, dan sama sekali bukan teman kuliah, juga bukan tukang nyanyi, aku heran kenapa dia bisa muncul di Sabuga. Tapi namanya juga mimpi… Meskipun aneh, tapi aku merasa temanku itu memang ada di tempat dan waktu yang seharusnya.

Nah, ternyata… PSM bukan hanya kekurangan penyanyi, mereka juga gak ada dirigen. Semua dirigen pergi ke Xiamen. Terus grand piano yang dikeluarkan juga jelek banget, kalo gak salah itu piano Aula Barat yang warna coklat tapi dalam keadaan rusak berat. Aku bersikeras bahwa Sabuga punya piano bagus. Terus aku nyari ke backstage, ternyata menemukan grand piano hitam Sabuga yang seharusnya. Karena anak-anak PSM yang tersisa sudah duduk manis di panggung, jadi ga ada yang bantu nuker piano, akhirnya aku dorong-dorong dua piano itu sendiri. Ternyata enteng (ini juga gak logis, harusnya berat).

Setelah piano siap di tempatnya… aku siap duduk di kursi piano, dan siap menunggu isyarat MC untuk memainkan Mars ITB. Yang ini logis, mirip seperti ritual aslinya. Tapi… dirigen kan belum ada… terus dua orang temanku yang dalam dunia nyata tidak saling mengenal itu tiba-tiba muncul… temanku yang pianis (sebagai Music Director) menyuruh teman kantorku untuk jadi dirigen Mars ITB… tapi temanku panik dan gak biasa, jadi dia minta tukeran. Karena kasian sama temanku akhirnya aku jadi dirigen Mars ITB, terus temen kantorku yang main piano, herannya dia tauk bagaimana memainkan iringan piano Mars ITB (di kehidupan nyata temenku ini gak bisa main piano). Trus hal janggal lainnya: kenapa bukan temanku yang pianis aja yang main piano, padahal dia jago banget main piano… terus kenapa wisudaan mesti pake music director segala… seolah-olah wisudaan adalah konser paduan suara yang njlimet.

Nah waktu lagi tengah-tengah nyanyi Mars ITB itulah aku denger ada yang bunyi-bunyi asing, ternyata HP-ku alarmnya bunyi. Udah jam ½ 5 pagi… tidur bentar lagi ah… tapi gak seperti biasanya yang habis mimpi terus lupa, mimpi semalam masih aku ingat jalan ceritanya… Apa artinya ya? Apakah aku harus bantu anak-anak PSM? Apakah temen kantorku tiba-tiba pengen ikut PSM? (loh? Gak mungkin yaa…) Ataukah aku sekedar kangen aja sama ritual di PSM? Hmm… mimpi yang aneh…

Thanks to the Earth

Hi the Earth, I wish you can read this statement [leave me a sign if you can read it, can the Earth write in Blog? hihihihi] Thanks for everything.... For teach me: How to behave How to react How to keep the principle things above of everything And for nice time and opportunity also. It's a long time, I live in your hold without any thanks, even implicitly. As a human, I always live to

SHOUTING

mmmmmmmmmmmmmmmm K****N pengen ketemu... one day more...[always one day more in any point of the time] You can do it.... :D The capability of a man is unlimited if he wants. It is the case also for the stupidity.