Demo buruh di batam

Hari ini, ketika lagi naik angkot, terlihat ribuan buruh sedang bergerak di daerah batam centre. Mereka mulai berdemo menentang revisi RUU perburuhan di sekitar kantor walikota dan gedung DPRD Kota Batam. Memang Revisi RUU payah...menguntungkan sekali bagi pihak perusahaan dan merugikan pihak buruh.
Selamat berjuang..

Demo buruh di batam

Hari ini, ketika lagi naik angkot, terlihat ribuan buruh sedang bergerak di daerah batam centre. Mereka mulai berdemo menentang revisi RUU perburuhan di sekitar kantor walikota dan gedung DPRD Kota Batam. Memang Revisi RUU payah...menguntungkan sekali bagi pihak perusahaan dan merugikan pihak buruh.
Selamat berjuang..

Hujan tak normal

Sekarang di batam sedang masa gelap, awan lagi menggelayuti kota batam. Aneh memang kota batam, pagi panas, sore hujan. Jam 10 panas jam 11 hujan..Mungkin karena batam merupakan pulau kecil yang cuacanya diombang-ambingkan oleh angin laut. Kalau waktu di jawa hujan ya hujan lama..panas ya panas lama. Disini, mau njemur baju jadi was-was. Sering lho saya baru lima menit njemur harus angkat jemuran gara-gara tiba-tiba hujan padahal tadi masih panas.
Dari inilah sebenarnya saya mengkhayal seandainya ada alat jemuran otomatis. Jika hujan tiba-tiba maka secara otomatis alat itu menutupi seluruh jemuran dengan atap...he..he..kayaknya kita sebagai bangsa indonesia harus kreatif nih..
Yah ..memang kita ini kurang kreatif, buktinya yang menciptakan kulkas adalah orang barat. Tujuan orang barat membuat kulkas adalah untuk menyimpan makanan, tapi di indonesia malah kulkas lebih dikenal untuk membuat es, maklum kita ini cuacanya tropis. Harusnya kita yang menciptakan kulkas lebih dulu ya??

Hujan tak normal

Sekarang di batam sedang masa gelap, awan lagi menggelayuti kota batam. Aneh memang kota batam, pagi panas, sore hujan. Jam 10 panas jam 11 hujan..Mungkin karena batam merupakan pulau kecil yang cuacanya diombang-ambingkan oleh angin laut. Kalau waktu di jawa hujan ya hujan lama..panas ya panas lama. Disini, mau njemur baju jadi was-was. Sering lho saya baru lima menit njemur harus angkat jemuran gara-gara tiba-tiba hujan padahal tadi masih panas.
Dari inilah sebenarnya saya mengkhayal seandainya ada alat jemuran otomatis. Jika hujan tiba-tiba maka secara otomatis alat itu menutupi seluruh jemuran dengan atap...he..he..kayaknya kita sebagai bangsa indonesia harus kreatif nih..
Yah ..memang kita ini kurang kreatif, buktinya yang menciptakan kulkas adalah orang barat. Tujuan orang barat membuat kulkas adalah untuk menyimpan makanan, tapi di indonesia malah kulkas lebih dikenal untuk membuat es, maklum kita ini cuacanya tropis. Harusnya kita yang menciptakan kulkas lebih dulu ya??

Burung kakak tua

Burung kakak tua..
hinggap di jendela
nenek sudah tua..
giginya tingggal dua..

Syair ini sering dinyanyikan anakku yang baru berumur 1.5 tahun tentunya dengan bahasanya dia sendiri, hanya dia dan kedua ortunya yang tahu.
Syair yang sederhana,namun penuh makna.
Di kala kita telah tua, gigi kita tinggal dua..apa yang akan kita lakukan??
Rasa penyesalan ataukan rasa kebanggaan??
Tentunya kita tidak akan tahu kecuali kalau sudah tua beneran. Namun dengan sering bertukar fikiran dengan orang yang lebih tua maka kita akan semakin banyak pengalaman, wawasan tentang hidup sehingga hal-hal yang tidak baik bisa kita hindari sejak dini.

Burung kakak tua

Burung kakak tua..
hinggap di jendela
nenek sudah tua..
giginya tingggal dua..

Syair ini sering dinyanyikan anakku yang baru berumur 1.5 tahun tentunya dengan bahasanya dia sendiri, hanya dia dan kedua ortunya yang tahu.
Syair yang sederhana,namun penuh makna.
Di kala kita telah tua, gigi kita tinggal dua..apa yang akan kita lakukan??
Rasa penyesalan ataukan rasa kebanggaan??
Tentunya kita tidak akan tahu kecuali kalau sudah tua beneran. Namun dengan sering bertukar fikiran dengan orang yang lebih tua maka kita akan semakin banyak pengalaman, wawasan tentang hidup sehingga hal-hal yang tidak baik bisa kita hindari sejak dini.

Sekarang Aku Mengerti…

Ini adalah cerita tentang pengalaman pertamaku dengan alat musik bernama saxophone.

Setelah survey kesana-kemari (dari berbagai website, forum diskusi tentang saxophone, dsb) dan minta pendapat sana-sini: Banyak yang tidak merekomendasikan saxophone buatan RRC, dan aku agak ragu-ragu dengan saxophone Jupiter yang sudah disurvey dan tinggal dibeli. Apakah harganya yang lumayan itu sesuai dengan nilai saxophone-nya? Hmm... Akhirnya aku memutuskan untuk membeli saxophone second-hand sebagai langkah awal.

Aku datang ke Bursa Alat Musik Tiup di rumahnya bu Tina, tepatnya di daerah Pasar Rebo. Aku mendapatkan alamat bu Tina dari mailing list indojazz dan juga dari majalah Intisari. Banyak yang merekomendasikan tempat bu Tina ini untuk urusan saxophone.

Bu Tina dan mas Didiet (anaknya bu Tina) langsung mengeluarkan beberapa kotak saxophone alto. Salah satunya Selmer Bundy. Hiiiyyy.... dengernya aja serem. Kesannya buat orang prof banget gitu loh (padahal gak ngaruh). Kata mas Didiet itu lumayan mahal, karena ”Selmer Bundy” itu tadi. Dah gitu saxophone itu gold-lacquered dan lapisannya udah mbladus. Duh... kayaknya susah ngerawatnya.

Ada juga yang vintage, alias bener-bener antik. Aku jadi inget saxophone-nya Michael Lington yang udah mbladus sana-sini. Kata bu Tina, para pemain prof justru banyak nyarinya yang mbladus gitu... Biar gak dibilang pemula (hmm... gak penting banget ya?)

Nah... aku langsung naksir sama saxophone nickle-plated Weril buatan Brazil. Kayaknya gak butuh perawatan macem-macem (terutama untuk lapisannya). Harganya pun cocok sama aku, mengingat aku belum bisa sama sekali. Rencananya kalo sudah lumayan, baru tukar tambah ke yang agak bagusan.

Belum puas aku lihat-lihat si Weril ini, tau-tau mas Didiet memberikan mouthpiece ke aku, dan menyuruhku untuk mulai meniup. Ini lumayan susah ternyata...

Instruksinya: Gigi atas menempel di mouthpiece, bibir bawah jangan terlalu rapat, sebuulll... Pertama kali niup, yang keluar cuma angin. Gak ada bunyi TOET... Setelah percobaan yang kesekian kali, akhirnya dapet juga tuh bunyi TOET yang dicari-cari. Jadi bunyi itu dihasilkan dari getaran reed yang terpasang di bawah mouthpiece. Dia bergetar karena udara yang keluar dari mulut kita.

Setelah berhasil ”membunyikan” mouthpiece. Mouthpiece tadi lantas dipasang di si Weril. Mulailah… aku mencoba membunyikan nada-nada. Karena belum kuat support nafasnya, akhirnya jadi pendek-pendek, itupun sukur-sukur bisa bunyi… Seringkali bunyinya jadi kayak peluit, atau gak naik 1 oktaf. Oya, karena bunyinya pendek-pendek, jadi serasa lagi berada di pelabuhan… bunyinya kayak klakson kapal: NOOOTTT…
Hihihihihi… ancur banget deh…

Setelah sedikit keringetan, bu Tina bilang mau diajarin sama suaminya. Wuih… lumayan juga tips-and-tricknya. Ternyata kalo nadanya rendah, biar gak naik 1 oktaf, harus sedikit dilonggarkan bibir bawah kita… Tips untuk melonggarkan bibir: CEMBERUT. Untuk mendapatkan nada yang tinggi, harus sedikit dirapatkan, kuncinya: TERSENYUM.

Waktu aku mulai sering dapat cara yang enak buat niup… bibir bawah rasanya geli-geli gitu deh, karena kena getaran reed. Terus pipiku rasanya penuh banget sama udara. Tapi sekarang aku mengerti… kenapa Dave Koz keliatan menggemaskan ketika meniup saxophone…. :-D

dreampossible: stand against your ideas

having watched smallville third session, it makes me think of something. on the episode where Lana had broken leg, some misterious guy so called Adam is shown up to support her to face her fate. it is not how hard you pass the day, but it is who is besides you. on the other episode, Clark temporarily blind. his parents help him to go along with this disability.

it's glad to have someone be there to support you. no matter how hard your day is, it would be just an easy day. even it our worst, it still our best..

...
no one could ever know me
no one could ever see me
seem your the only one who know
what it's like to be me

some one to face the day with
make it thru the rest with
some one i'll always laugh with
even it my worst,
i'm best with you...
the rembrants - i'll be there for you


nice isn't it?

but how'd you feel if everyone is stand against you?neither supports nor helps are given to you, just because your idea is not inline with theirs. for me? truly, it won't stop me. i'll consider it as challange to make my ideas come true. how far would i go from here? only time will tell.. cause i'm only human.. only human..

*** every success man must have a dream before they got success,
cause dreampossible is not impossible ***

dreampossible: stand against your ideas

having watched smallville third session, it makes me think of something. on the episode where Lana had broken leg, some misterious guy so called Adam is shown up to support her to face her fate. it is not how hard you pass the day, but it is who is besides you. on the other episode, Clark temporarily blind. his parents help him to go along with this disability.

it's glad to have someone be there to support you. no matter how hard your day is, it would be just an easy day. even it our worst, it still our best..

...
no one could ever know me
no one could ever see me
seem your the only one who know
what it's like to be me

some one to face the day with
make it thru the rest with
some one i'll always laugh with
even it my worst,
i'm best with you...
the rembrants - i'll be there for you


nice isn't it?

but how'd you feel if everyone is stand against you?neither supports nor helps are given to you, just because your idea is not inline with theirs. for me? truly, it won't stop me. i'll consider it as challange to make my ideas come true. how far would i go from here? only time will tell.. cause i'm only human.. only human..

*** every success man must have a dream before they got success,
cause dreampossible is not impossible ***

Masih Juga Tentang Musik

Pindah-pindah Toko Kaset
Aku mau cerita tentang kunjungan ke toko-toko kaset weekend ini.

Hari Jum'at (24 Maret) aku ke PS, ternyata Disc Tarra yang ada di basement sudah raib entah kemana. Perasaan baru aja ke situ bareng tante-tante MM-UGM. Ya sudah... aku ke Duta Suara saja. Beli Samson pesenannya Ndulo, sama beli CD Jazz Masa Kini. CD Jazz Masa Kini-nya sih lumayan. Ada yang asik lagunya, ada juga yang tergolong jazz mumet. Sampe sekarang belum sempet mendengarkan ulang. Tapi bravo lah buat generasi baru jazz Indonesia!!

Hari Sabtu, aku jalan-jalan ke Gramedia Matraman, ceritanya ada teman yang nyari tas laptop. Liat-liat ke Disc Tarra, tapi gak ada yang asik.

Hari Minggu, bagaikan dapet jackpot... ternyata bisa kelar kuliah jam 1/2 5. Wah... masih ada 1 1/2 jam lagi sebelum berangkat ke airport. Kemana ya? Ya sudah, kali ini tujuannya adalah Duta Suara Jl. Sabang.

Dengan membawa kopian buku kuliah yang berat banget itu, aku pergi ke Duta Suara. Seperti biasa... naik ke pojokan khusus Jazz yang di lantai 2. Coba ya... duile... di situ menemukan CD-CD Jim Brickman dengan harga normal (yang disebut "gak normal" adalah harga impor), contohnya albumnya yang Grace.

Karena CD gak ada yang menarik (dan juga karena lagi agak2 ngirit), akhirnya muter di tempat kaset. Mborong Red Paradise (album-nya Java Jazz yang menduduki posisi kanan bawah), terus 1 album Dave Koz (sayangnya gak ada Lukiman - maksudnya Lucky Man, album Dave Koz yang kedua, tahun 1993), terus best collectionnya Stan Getz, sesepuh jazz saxophonist. Ceritanya lagi pengen menumbuhkan motivasi nih...

Oya, mbak-mbaknya yang di kasir baik banget. Dia liat kotak kaset Dave Koz agak pecah, terus dia ngingetin loh... wah... untung deh, aku agak kurang teliti waktu ngambil. Jadi ambil yang baru deh.

Jam 6 kurang 15, bentar lagi harus berangkat ke airport. Iseng-iseng aku pindah ke Duta Suara mungil yang terletak gak berapa jauh dari Duta Suara yang besar. Nah, di situ lebih banyak lagi CD Jim Brickman, termasuk Disney Storybook loh. Wauw... untungnya harganya sama (malah sedikit lebih mahal) dari yang aku beli. Jadi gak mengalami penyesalan. Hehehe...

Aku masih usaha nyari Lukiman. Di tempat CD gak ada. Terus kasetnya juga nowhere to be seen. Eh...tapi ketika aku berjalan ke arah pintu keluar. Aku melihat kaset Dave Koz yang The Dance, di rak nomor dua dari bawah. Ketika aku geser, di belakangnya ada kaset Saxophonic, geser lagi. BINGO!! Lukiman!! Setengah tak percaya, aku ambil kaset itu. Terus geser lagi... ternyata di belakangnya Saxophonic lagi, gak ada Lukiman lagi. Padahal udah janjian sama temanku, kalo nemu Lukiman, mesti beli 2.

Setengah memelas, aku minta ke mbaknya: "Ada lagi gak mbaak?". Dia telponin ke toko sebelah. Ternyata gak ada. "Kalo CD-nya mbak?". Akhirnya dibantu juga sama mas-mas yang lagi beres-beres kaset. Gak ada juga. Wuuuaaa... ya sudah beli 1 saja dulu. Itu aja udah untung bisa nemu. Duh, senangnya...

Ke Yamaha Gatsu
Hari Senin (27 Maret), akhirnya aku berhasil juga sampe di Yamaha yang di Jl. Gatot Subroto. Mau nanya-nanya kursus musik. Setelah bertanya sama mas-mas yang ada di depan, aku dan Ndoro menuju lantai 3, tempat les musik.

Waktu liftnya terbuka, jreng... sekelompok anak kecil dan babysitternya keluar dari lift. Gruduk, gruduk, gruduk. Hihihi... lucunya... Anak-anak itu memang lucu-lucu, tapi aku juga lucu, karena mau les bareng sama anak-anak kecil yang lucu-lucu itu!!

Mas-mas yang di sekolah musik sangat kooperatif dan informatif. Bahkan kita ditunjukin buku musik yang dipakai sebagai materi les piano pop. (hihi... padahal kita bukan nanya les piano). Pokoknya keluar dari situ tuh sambil tersenyum puas deh.

Nungguin Patti Austin & Dave Koz di ANTV
Malamnya, nungguin siaran ulang Java Jazz di ANTV, kebetulan kali ini artisnya Patti Austin feat. Dave Koz. Pulang kantor tuh mandi dulu, terus mulai nguprek-nguprek privia, leyeh-leyeh (niatnya tidur, tapi ga jadi), makan malam, nguprek-nguprek privia lagi. Akhirnya... jam 1/2 11 sampe juga ke acara yang ditunggu-tunggu.

Patti Austin suaranya pancen oye... duile... hidup alto!! Aku memang suka mendengar penyanyi-penyanyi jazz alto. Mungkin juga... itu yang mengawali pergaulanku dengan musik jazz. Penyanyi alto yang suaranya gede-gede itu.

Tapi sebenarnya yang ditunggu adalah Dave Koz. Aku belum puaaasss... nonton Dave Koz. Sepertinya Dave Koz-nya sengaja disimpan, aku sampe nyaris ketiduran di sofa depan TV. Untung Ndulo bolak-balik nanya: "Mana nih Dave Koz-nya?", "Yah... dia tiduuurrr... katanya nunggu Dave Koz..."

Akhirnya lagu Smoke Gets in Your Eyes (bahasa Indonesianya: kelilipan) yang ditunggu-tunggu datang juga. Dan Dave Koz pun keluar... Horeee... hihihi... dia memang menggemaskan. Ternyata Smoke Gets ini lagu nomor 2 dari akhir. Lagu terakhir, Dave Koz ikutan maen lagi sih. Kalo di acara live-nya, kata koran sih Dave Koz sempet main Keliru dan juga You Make Me Smile. Uh oh, sayang sekali berakhir di meja editor...

Tentang Dave Koz
Dave Koz itu ganteng, tapi banyak artis lain yang juga ganteng. Lagunya Dave Koz enak-enak, Smooth Jazz gitu loh, tapi banyak juga musisi lain yang lagunya enak. Jadi kenapa dong dia menjadi “special”?

Dave Koz itu… MENGGEMASKAN!! Itulah kesan yang aku terima ketika nonton live-nya. Aksi panggungnya lucu, dan ketika dia memainkan saxophone-nya, wah ekspresi wajahnya itu loh... hihihi... bikin pengen mencubit pipinya. That’s what make him “special”. Beda dengan Kenny G atau Michael Lington yang kesannya cool dan jaim.

Sebelum Java Jazz, aku gak begitu memperhatikan yang namanya Dave Koz, yah just another saxophone guy lah. Kalopun ada yang membuatku terkesan, itu adalah lagu You Make Me Smile. Karena lagu itu kesannya playful banget, jadi benar-benar membuatku pingin senyum ketika mendengarnya. Selebihnya, biasa aja.

Penampilan Dave Koz di Java Jazz kemaren telah mengubah image Dave Koz di mataku dan membuatku memiliki beberapa penyesalan kecil. Yang pertama nih, aku pernah jalan-jalan ke Gramedia Matraman, terus lihat kaset Golden Slumbers: A Father’s Lullabies, albumnya Dave Koz yang isinya nina bobok, tapi waktu itu aku gak beli. Yang kedua, aku pernah beli CD Bajakan di Mangdu, salah satunya Golden Slumbers itu, ternyata terbawa temanku ke Jayapura, karena aku terlalu cuek gak telpon-telpon dia waktu dia masih di Jakarta (kejadian itu sebelum aku ke Java Jazz). Nah, di Golden Slumbers itu ada lagu Over The Rainbow. Lagu itu adalah lagu yang dimainkan Dave Koz, tepat ketika aku harus meninggalkan JHCC. Jadi sekarang aku penasaran banget sama Golden Slumbers itu. Hiks…

Kesimpulannya, aku memang belum puas nonton Dave Koz di Java Jazz. Mr.Koz... ayoo... ke sini lagi dooonnnkkk...!!!