Jadi peserta CTF yang bener dong, jangan malu-maluin

Tahun lalu saya mengkritik panitia Cyber Jawara karena soal CTF-nya ngawur. Sekarang gantian saya mengkritik peserta yang ngawur di penyisihan online. Banyak peserta yang sharing jawaban, seperti mencontek soal ujian. Tahun ini, panitia Cyber Jawara dan pembuat soal sudah bekerja sangat baik. Soal yang dibuat berkualitas, dan mereka juga mengecek jawaban peserta dengan teliti sehingga kelakuan curang … Continue reading "Jadi peserta CTF yang bener dong, jangan malu-maluin"

Ke Belanda

Dari RHME2 tahun lalu saya mendapatkan hadiah mengikuti kursus security gratis di Riscure Delft, Belanda. Karena ini bukan perjalanan dinas dari kantor, jadi saya perlu mengurus segala sesuatu sendiri, dan saya bisa bebas menceritakan perjalanannya. Visa Di Chiang Mai tidak ada kedutaan Belanda, jadi untuk mengurus Visa saya perlu ke Bangkok. Sebenarnya mengurus Visa bisa dilakukan … Continue reading "Ke Belanda"

Review buku: Randomness Inside My Head

Udah lama banget ga ngeblog. Beberapa post terakhir ditulis sama Joe, tapi ini tulisan khusus karena udah janji buat nulis review buku pertama sepupu saya Rijo Tobing hehe. Dari sejak tahun lalu udah dapat bukunya yang edisi self-published tapi belum sempat baca ketinggalan di Jakarta gara-gara packing pulang yang terburu-buru. Akhirnya pas pulang kemaren beli … Continue reading "Review buku: Randomness Inside My Head"

Kesibukan dan Oprekan Agustus 2017

Seperti biasa, jika sudah lama tidak posting, ceritanya digabung. Posting ini campuran cerita mengenai SIM Card Hologram, RHME3, perjalanan ke Singapore dan cerita mengenai tablet Android. SIM Card Hologram Tanggal 26 Juli 2017 saya melihat posting mengenai program developer untuk Hologram dan saya segera mendaftar untuk mendapatkan SIM Card gratis. Secara singkat, dengan SIM card … Continue reading "Kesibukan dan Oprekan Agustus 2017"

Buku, musik, film, dan software legal

Dari dulu kami berusaha untuk tidak membajak berbagai hal, baik itu software, buku, maupun film. Saat ini menurut saya sudah lebih mudah dan sudah relatif murah untuk hidup legal. Posting ini sekedar membagikan layanan apa saja yang saya pakai saat ini. Untuk masalah buku, ada beberapa pendekatan yang kami ambil. Buku Jonathan dan Joshua biasanya beli baik second … Continue reading "Buku, musik, film, dan software legal"

Tinggal di Irlandia, apa saja yang perlu disiapkan?

Sudah lebih dari 2 bulan, kami sekeluarga tinggal di Galway, Irlandia. Galway berjarak kurang lebih 209 km dari ibukota Dublin, atau 2.5 jam perjalanan bus. Secara umum, di Irlandia, termasuk Galway, hampir sepanjang tahun turun hujan. Menurut informasi, di sisi timur dan tenggara Irlandia, hujan turun selama 150 hari dalam setahun, sementara di sisi barat, 225 hari.

Kali ini saya ingin berbagi mengenai proses pengurusan visa ke Irlandia. Kabar baik bagi kita warga negara Indonesia, kita tidak diwajibkan membayar biaya pengurusan visa ke Irlandia. Namun ada beberapa hal yang perlu dicermati tentang visa ke Irlandia, mengingat mereka punya sistem yang berbeda dari negara Eropa lainnya.

Umumnya kita akan mendapatkan single entry visa di paspor kita, terlepas apakah kita mengajukan visa jangka pendek (tipe C) atau panjang (tipe D). Dengan single entry visa, kita hanya boleh masuk sekali saja ke Irlandia dan boleh tinggal di sana selama visa berlaku. Jika kita keluar sebelum visa berakhir, kita harus mengajukan entry visa lagi untuk masuk ke Irlandia.

Untuk visa jangka panjang, dalam 90 hari sejak kedatangan, kita harus mengurus Certificate of Registration atau GNIB card sebagai bukti ijin tinggal (stay permit). Berbeda dengan di Italia, stay permit ini tidak berfungsi sebagai visa. Untuk keluar masuk Irlandia, kita harus mengurus re-entry visa. Tetapi tenang, pengurusan re-entry visa tidak mengenakan biaya apapun buat kita warga negara Indonesia. Pengurusan re-entry visa ini butuh waktu 10 hari kerja, sejak aplikasi kita diterima di Dublin.

 


Jalan-jalan di Bangkok

Meskipun sudah 10 tahun di Thailand, kami cukup jarang jalan-jalan ke Bangkok. Selain jaraknya yang cukup jauh, menurut kami Bangkok kurang nyaman karena kemacetannya. Durasi terbang ke Bangkok memang hanya satu jam, tapi biasanya butuh naik taksi dua jam untuk sampai ke pusat kotanya. Seperti biasa, kami ke Bangkok hanya jika ada urusan administratif, kali … Continue reading "Jalan-jalan di Bangkok"

Visa Keluarga ke Italia (Ricongiungamento Familiare)

Sudah hampir tiga tahun saya tinggal di Italia untuk menempuh pendidikan lanjut (postgraduate studies) dengan beasiswa dari kampus sejak 2014. Setahun saya berpisah dari keluarga karena mereka baru datang di tahun 2015 dengan visa keluarga. Visa keluarga ini berbeda dengan visa turis, karena tidak memiliki batas waktu tinggal dan bisa melamar pekerjaan di Italia. Sebenarnya tidaklah rumit mengurus visa keluarga di Italia, tetapi memang it takes time and patience. Jadi buat rekan-rekan sebangsa dan setanah air yang sedang dan mau mengajukan visa keluarga, bersabarlah dan ikuti saja aturannya.

Sudah beberapa kali saya mendapat pertanyaan dari  rekan-rekan mahasiswa bagaimana mengurus visa keluarga. Oleh karena itu saya coba tuliskan kembali pengalaman saya di artikel ini, barangkali bisa membantu para pembaca. Namun demikian, perlu dicatat bahwa informasi yang saya tulis ini adalah pengalaman tahun 2014 yang lalu untuk Family Reunion (liat penjelasan di bawah) dan di propinsi Bolzano (Provincia Autonoma di Bolzano).

Kita dapat memperoleh visa keluarga dengan dua cara: (1) Family Reunion atau (2) Family Cohesion. Untuk kedua jenis visa tersebut, kita memerlukan sebuah sebuah clearance bahwa kita memenuhi syarat untuk mengundang anggota keluarga (istri, anak, orangtua) untuk tinggal bersama-sama dengan kita di Italia – dalam bahasa Italia disebut NULLA OSTA. Perbedaannya adalah pada Family Reunion, NULLA OSTA diurus sebelum keluarga datang, sementara pada Family Cohesion, diurus setelah keluarga datang di Italia.

Pengajuan NULLA OSTA ini harus melalui kantor khusus yang disebut Patronato dalam bahasa Italia. Salah satu Patronato ini adalah ACLI (saya tak tau apa kepanjangannya). Kita bisa mengajukan NULLA OSTA pada hari-hari tertentu saja, karena layanan ini gratis.

Untuk Family Reunion berikut ini adalah dokumen yang harus disediakan (saya lupa dibuat 2 atau 3 rangkap):

  1. Certificate of housing suitability (Idoneità Alloggiativa) yang dikeluarkan oleh Ufficio Tecnico Commune tempat tinggal kita. Sertifikat ini menyatakan bahawa tempat tinggal atau apartemen kita cukup luas untuk menampung seluruh anggota keluarga kita. Pengalaman teman di Bolzano, butuh 1-2 bulan untuk memperoleh dokumen in. Menurut informasi, petugas dari Commune akan datang mengecek luas apartmen. Sebaliknya pengalaman saya, butuh waktu 2 jam untuk memperolehnya. Mungkin karena saya tinggal di commune kecil. Biaya: 16 euro (untuk marca di bolo) dan 5-10 euro untuk administrasi (saya lupa biaya persisnya).
  2. Kontrak tempat tinggal atau apartemen yang didaftarkan ke kantor pajak (Agenzia delle Entrate). Ada aturan tertentu mengenai luas apartemen – beda propinsi mungkin beda aturan. Sebagai contoh di Bolzano, untuk 2 orang dewasa luas minimum adalah 38 sqm dan 1 kamar tidur. Anak kecil yang dibawah umur 14 tahun tidak dihitung sebagai extra person untuk menghitung luas apartemen. Aturan ini mungkin berubah tiap tahun. Silakan dicek lagi di ACLI untuk memastikannya.
  3. Dokumen yang menyatakan bahwa kita memiliki dana atau gaji yang cukup untuk membiayai seluruh anggota keluarga. Saya tak hapal angkanya, silakan ditanyakan ke ACLI lagi, mereka punya angka yang detail. Pengalaman saya, dokumen yang dilampirkan adalah slip beasiswa yang diterima tiap bulan sejak saya datang sampai saat saya mengajukan NULLA OSTA. Saya juga menyertakan surat dari kampus tentang nilai beasiswa yang saya peroleh.
  4. Paspor seluruh anggota keluarga yang diundang.
  5. Marca di Bolo (2 atau 3 – saya lupa persisnya)

Bagaimana dengan surat/buku nikah dan aktar kelahiran anak? Seingat saya untuk NULLA OSTA tidak diperlukan. Tetapi saran saya sebelum datang ke Italia, diterjemahkan dulu ke dalam bahasa Italia. Ini perlu untuk mendaftarkan diri di Commune dan mendapatkan Carta D’identita (semacam KTP yang menyatakan alamat permanen).

Setelah kita mengajukan aplikasi NULLA OSTA melalui Patronato, kita diminta menunggu surat panggilan interview dari Commissariato (Pemerintah Propinsi). Saya mengajukan permohonan NULLA OSTA bulan September 2014 dan menerima surat undangan wawancara 3 minggu kemudian. Wawancara sendiri dilakukan 3 bulan setelah surat diterima. Saat interview, kita menyerahkan seluruh dokumen tersebut. Jika semua dokumen OK, kita diminta menunggu lagi sampai dokumen NULLA OSTA tersebut keluar.

Jika tidak ada masalah, NULLA OSTA yang asli akan dikembalikan ke kita dan satu lagi dikirim ke kedutaan Italia dimana keluarga akan mengurus visa mereka. NULLA OSTA yang asli tersebut harus kita kirim ke keluarga yang akan berangkat, sebagai salah satu syarat pengajuan long-term visa. Pengalaman saya, jika semua persyaratan dipenuhi, visa keluar dalam 3 hari.

Jika istri/suami membawa anak kecil (di bawah 18 tahun), maka butuh surat persetujuan dari istri/suami yang tinggal di Italia. Surat tersebut harus dicap petugas Comune (kota) setempat, dan disertakan sebagai syarat pengajuan visa.

Sesampainya di Italia, kita harus mengajukan aplikasi permesso di soggiorno (ijin tinggal) ke Questura (imigrasi) setempat. Saat ini, biayanya relatif murah, dibanding tahun pertama saya datang. Permesso di soggiorno bisa digunakan sebagai ijin berkunjung ke negara Schengen.

 

 

 

 

 


Ponsel Anda disadap? (bagian 2)

Setelah Anda membaca bagian pertama posting ini, pertanyaan yang kemungkinan muncul adalah: jadi bagaimana saya tahu kalau ponsel saya sudah terinstall program untuk menyadap? Jawaban sederhananya: jika yang menyadap level biasa, maka penyadapan akan sangat mudah dideteksi. Jika yang menyadap level negara, akan sangat sulit dideteksi. Sebelum mengecek Ponsel Sebelum mencurigai ponsel Anda, cek dulu semua account … Continue reading "Ponsel Anda disadap? (bagian 2)"

Ponsel Anda disadap? (bagian 1)

Beberapa waktu yang lalu ada yang mengirim pesan di Facebook: “Mas, saya merasa ada yang mengintip pesan WhatsApp saya”. Pertanyaan dilanjutkan dengan bagaimana caranya mengetahui apakah memang benar disadap, bagimana cara membersihkannya, dan juga bagaimana orang tersebut bisa masuk? Ada banyak alasan kenapa seseorang mungkin mau menyadap Anda. Mungkin Anda orang penting dan pemerintah mau menyadap Anda. … Continue reading "Ponsel Anda disadap? (bagian 1)"