unspoken words 2008-10-27 10:55:00

RunningNo Doubt(Tony Kanal and Gwen Stefani) Run, running all the time Running to the future With you right by my side Me, I'm the one you chose Out of all the people You wanted me the most And I'm so sorry that I've fallen Help me up, let's keep on running Don't let me fall out of love Running, running, as fast as we can Do you think we'll make it? (Do you think we'll make it?) We're

sleep one hour more…


Ternyata hari ini adalah hari terakhir DST (Daylight Saving Time) yang dimulai 30 Maret lalu. Artinya bahwa mulai hari ini perbedaan waktu antara Swedia dan Greenwich adalah 1 jam dan antara Karlskrona dan Indonesia adalah 6 jam. Jadi kalo sekarang pukul 16.14, maka di Medan sudah pukul 22.14. Kabaiknya adalah kalo tadi pagi saya punya tambahan waktu tidur 1 jam dari biasanya, hehehehe…

      

Where no one stands alone


Once I stood in the night with my head bowed low
In the darkness, as black as could be
And my heart felt alone
And I cried oh Lord
Don’t hide your face from me

Hold my hand all the way
Every hour every day
From here to the grave
I know
Take my hand
Let me stand
Where no one stands alone

Like a king I may live in a palace so tall
With great riches to call my own
But I dont know a thing
In this whole wide world
Thats worse then being alone

Hold me hand all the way
Every hour, every day
From here to the grave
I know
Take my hand
Let me stand
Where no one stands alone

Take my hand
Let me stand
Where no one stands alone

      

Petualangan Bandeng Asep dan Setrika Raksasa

Aku baru saja pulang dinas. Masih teler karena beberapa hari kurang tidur, tapi dinas kali ini lumayan unik. Banyak pengalaman baru dan aneh-aneh.

Red Alert!
Aku dari dulu gak suka terbang pagi-pagi, karena itu bertepatan dengan jadwalku menunaikan morning call. Tapi kali ini keadaan mengharuskan terbang pagi. Sampai di airport masih 40 menit sebelum jam keberangkatan, kupikir masih banyak waktu untuk mampir ke toilet dulu sebelum waktunya boarding, mumpung masih bareng Ndulo (yang mau terbang ke Solo). Biar barang cabin-ku ada yang jagain... gak mungkin dibawa masuk ke toilet.

Oya, barang cabinku ada 2: Visualiser Camera merk Samsung yang ngebayangin mesti nenteng2 barang itu di airport aja udah bikin stress (berat!), trus ransel isi laptop Dell D610 dan Asus EEE PC 701.

Tapi ternyata salah besaarrr... mbak-mbak di check-in counter yang gak punya kembalian buat airport tax itu bilang kalo yang ke Solo udah boarding. Jadilah kita lari-lari... uh-oh, ternyata Visualiser Camera aka Strikaan Raksasa itu gak seberat yang kubayangin... masih bisa dibawa lari.

Arrrggghhh... sekarang beratnya barang2 itu gak jadi masalah, yang jadi masalah adalah aku beneran harus morning call tuw. Kuputuskan untuk morning call di atas pesawat saja! (padahal aku paling pantang, tapi gimana lagi bok). Ternyata Surabaya dan Solo berada di 1 Gate, yaitu F4. Pas nyampe di F4, Surabaya juga udah boarding.

Ternyata... panggilan heboh yang bikin lari-lari tadi cuman tipuan... aku termasuk penumpang yang duluan boarding. Terbukti dari tempat bagasi di cabin yang masih kosong, jadi aku dengan leluasa bisa meletakkan ransel dan setrikaan raksasa. Masalahnya (lagi)... berapa lama lagi penumpang bakalan komplit...

Aku sempet kepikir untuk langsung masuk lavatory dan menunaikan morning call, udah mulai agak-agak mules gitu deh. Ini kan pesawat... bukan kereta api... jadi gak harus nunggu pesawatnya jalan kalo mau ke toilet. Tapi... karena ini morning call yang dilakukan di environment terlarang (menurut standarku), pasti makan waktu banget. Kalo lagi tengah-tengah morning call terus pesawatnya mau take-off gimana...??

Dalam kesempatan terpisah, Ndulo bilang: "Kalo mau take-off pasti pramugari-nya nge-check dulu di WC ada orang/gak." Oh yeah... bener emang, orang yang di WC harus keluar dulu sebelum take-off. Kalo belum keluar, pesawat gak akan take-off. Tapi... yang ada kalo morning callnya lama (dan pastinya begitu), pesawatnya jadi delay gara-gara nungguin 1 penumpang selesai morning call.... wah-wah, pasti begitu keluar dari lavatory, langsung jadi penumpang paling terkenal dalam penerbangan itu.

Kembali ke GA 302 lagi... aku terpaksa nunggu... dan wwwweeewww... ternyata pesawatnya gak berangkat-berangkat, karena masih ada 2 penumpang belum naik!! Dduuuuhhh.... :((

Setelah penumpang tersebut naik dan pesawat take-off, lampu seat belt gak mati-mati... Lengkap sudah...

Waktu akhirnya lampu seat belt dimatikan, aku langsung ngeloncatin 2 penumpang di kursi B dan C (ini juga bagian yang bukan preferensiku: duduk di jendela untuk penerbangan jarak pendek). Dan... pertama kali dalam sejarah... akhirnya aku morning call di pesawat...

SOERABAIA
Sampai Juanda!! Jalannya ke Arrival Hall jauh benerrrr... Setrika Raksasa mulai terasa beratnya, karena sambil aku jalan... barang itu nyenggol-nyenggol betisku... Tapi alhamdulillah, nyampe naik taksi dengan lancar. Langsung menuju Shangri-La. Pak Supir Taksi tanya: "mau lewat tol panjang mbak?" Ha? Apa itu pak? Emangnya ada tol pendek? Rupanya kata pak Supir, kalo mau cepet lewat tol panjang. Aku cuman bilang kalo sekarang ini aku justru perlunya gak cepet, hihihi... saat itu belum jam 8 pagi, padahal waktu check-in hotel kan setelah jam 12.

Ternyata meskipun gak lewat tol, sampe di Shangri-La jam 1/2 9 kurang gitu... Aku langsung nanya sama pak Bellboy gimana kalo mau nitip barang di concierge karena jam check-in-ku masih lama, daripada bengong aku mau jalan-jalan ke mall dulu (kalo udah buka). Pak Bellboy (yang aku lupa nanya namanya) nyaranin aku nanya dulu ke front office, siapa tauk dah boleh check-in. Ternyata BOLLLEEEHHH...!!!! Seeennnaaannggnnnyyaaaaa.... jadi bisa mbayar utang tidur deh sebelum beraktivitas (baca: kerja maning).

Manusia Gadget
Sebelum tidur... aku melakukan pengecheckan terhadap semua gadget yang kubawa. Hmm... aku tuh bukan penggemar gadget, meskipun suka Star Trek yang notabene berhiaskan perlengkapan "hi-tech", sekolah di Informatika, dan seneng nyoba-nyoba barang baru. Dulu sempet seneng beli ini-beli itu, tapi lama-lama kok kalo kebanyakan gadget tuh ribet. Tetapi... Untuk dinas kali ini aku terpaksa jadi manusia gadget. Sumpee... banyak banget: Dell D610, Asus EEE 7o1, Clip On Mic (transmitter + Receiver + adaptor), 2 wireless presenter, Wireless Router WRT54GC, Nokia 6120 (ya iyalah), setrikaan National Travel Series, dan Samsung UF-80... Nah si Samsung itu yang kusebut-sebut sebagai setrikaan raksasa. Gak cuman unitnya aja yang berat, adaptornya juga beratz. Itu belum termasuk Dell D430 yang kutitipin di mbak Cani.

TP 1,2,3,...
Niatnya aku tidur sampe rombongan yang berangkat jam 10 datang. Tapi ternyata perut mengatakan lain.... jam 11 aku kebangun karena lapar berat. Akhirnya aku ke Tunjungan Plaza. Pengen liat mall yang katanya menyaingi Mall Kelapa Gading. Cari makan dulu, nemu Dapur Desa di food court, terus aku kalap: Makan nasi bakar, cumi goreng tepung, wader goreng, tumis mangga, dan tumis jamur. Karena kenyang, akhirnya aku mengurungkan niat untuk nyobain es krim Zangradi sebagai dessert.

Abis itu nyari ATM Mandiri, buat isi ulang pundi-pundi. Ealah... aku sampe nanya 2 kali ya... ke bagian informasi di TP1, dan ke satpam di perbatasan TP2 dan TP3. Ealah... tapi tetep tak nampak satupun batang hidungnya ATM Mandiri. Setelah capek muter-muter, aku balik ke hotel, karena udah mau rapat di hotel. Hari itu diisi dengan bekerja sampe jam 1/2 12.

Keliling Surabaya
Aku pikir aku gak bakalan sempet jalan-jalan muter Surabaya. Ternyata... karena kehabisan tinta printer, aku malah jadi keliling Surabaya diantar oleh pak Bowo dari UPMS 5. Dari awal aku tauk kalo nyari toner untuk printer tipe itu di hari Minggu Malam adalah Mission Impossible, karena : 1) printer merk itu yang makek korporasi, jadi suppliesnya gak banyak dijual di toko retail, 2) minggu malam toko-toko komputer lebih banyak yang tutup. Aku sempet dibawa ke Gramedia Surabaya Expo yang baru sehari diresmikan, terus ke Hi-Tech Mall di THR yang ternyata tutup, abis itu ke Mall Marina, sebelum terakhir mampir ke supermarket 24 jam. Toner printernya gak dapat, tapi aku jadi jalan-jalan.

Check Sound Tengah Malam
Sampe hotel lagi jam 10 malam, aku tidur dulu, masih pakek jeans dan kaos yang tadi... Bangun jam 1. Terus turun ke Ballroom sambil bawa Setrikaan Raksasa. Kita mau setting ruangan. Check sound. Check peralatan presentasi. Huueee... gilingan deh... Baru tidur lagi jam 1/2 4, trus bangun jam 6.

Sang Preman Airport
Waktu pulang ke Jakarta, aku dan mbak Dina diantar oleh bapak dari UPMS 5 yang kuberi nickname: Preman Airport. Bapak ini dalam urusan tiket lebih heboh dari Preman Hotel Salak dalam urusan booking kamar. Gilingan deh... Aku baru berangkat dari hotel jam 6 sore, terus dilarikan lewat tol panjang, ternyata bisa naik pesawat jam 7 yang delay 1/2 jam, gak pakek nambah pula, padahal aslinya tiketku jam 9. Itu masih pakek bonus bagasi kami dimasukkan ke kelas Eksekutif, terus disuguhin kerupuk di Customer Service Garuda, diantar naik lift ke departure gate, pokoknya menikmati fasilitas illegal deh.

Nah, selesai urusan check-in pesawat, aku nyari bandeng asep. Udah ngidam emang. Nah...nah... karena tas ranselku lebih penuh dibandingkan waktu berangkat: selain D610 dan EEE, aku juga bawa D430 yang tadinya dibawa mbak Cani. Dan sekarang aku mau beli bandeng asep yang gak mungkin kutenteng karena aku sudah menenteng Setrikaan Raksasa. Rupanya... setelah diatur-atur, masuk juga tuh bandeng ke ranselku. Jadi lengkaplah sudah mereka berdesak-desakan di ransel: 3 buah laptop + seekor bandeng asep.

Jam 9, akhirnya Bandeng Asep tiba di Jakarta... tapi baru sampe rumah jam 1/2 11. Wwwuuuaaa... besok paginya ngantooorrr laggggiiii....

Praise my soul the king of heaven


Praise, my soul, the King of heaven,
To his feet thy tribute bring;
Ransomed, healed, restored, forgiven,
Who like me his praise should sing?
Alleluia! Alleluia!
Praise the everlasting King.

Praise him for his grace and favour
To our fathers in distress;
Praise him still the same as ever,
Slow to chide, and swift to bless:
Alleluia! Alleluia!
Glorious in his faithfulness.

Father-like, he tends and spares us,
Well our feeble frame he knows;
In his hands he gently bears us,
Rescues us from all our foes:
Alleluia! Alleluia!
Widely as his mercy flows.

Angels, help us to adore him;
Ye behold him face to face;
Sun and moon, bow down before him,
Dwellers all in time and space:
Alleluia! Alleluia!
Praise with us the God of grace.

      

Standing on the promises


Standing on the promises of Christ my King,
Through eternal ages let His praises ring,
Glory in the highest, I will shout and sing,
Standing on the promises of God.

Refrain

Standing, standing,
Standing on the promises of God my Savior;
Standing, standing,
I’m standing on the promises of God.

Standing on the promises that cannot fail,
When the howling storms of doubt and fear assail,
By the living Word of God I shall prevail,
Standing on the promises of God.

back to Refrain

Standing on the promises I now can see
Perfect, present cleansing in the blood for me;
Standing in the liberty where Christ makes free,
Standing on the promises of God.

back to Refrain

Standing on the promises of Christ the Lord,
Bound to Him eternally by love’s strong cord,
Overcoming daily with the Spirit’s sword,
Standing on the promises of God.

back to Refrain

Standing on the promises I cannot fall,
Listening every moment to the Spirit’s call
Resting in my Savior as my all in all,
Standing on the promises of God.

back to Refrain

      
Sensi kemaren senen mestinya aku periksa dokter, dah gitu hendro da bela2in ambil cuti buat nemenin aku. Tp terpaksa aku batalin, karna satu dan lain hal hehe. Ya udah jdnya sekalian aja hendro ama aku hari itu ke Lohnsteuerhilfe nyerahin dokumen yang kurang ama skalian ke imigrasi. Tdnya si mo nanyain kapan aku paling cepet bisa perpanjang visa, ama tentang ijin kerja hendro. Eh taunya..aku

Data Pemilih LN Pemilu 2009 Dipajang di Internet

Setelah ramai kasus Diknas yang menampilkan data 36 juta siswa di Internet, sekarang giliran panitia pemilu luar negeri di beberapa negara berbuat hal yang sama. Kali pertama saya menyadari hal ini adalah ketika di milis IndoBangkok ramai membicarakan data pemilih yang dipajang di Internet di situs http://www.pplnbangkok.net/http://www.kbri-bangkok.com/, dan saya menemukan bahwa situs resmi Pemilu 2009 [...]

Menerima Kritik

Jika Anda punya kesempatan terakhir untuk memberi kuliah sebelum Anda mati, apakah yang akan Anda katakan? Almarhum Randy Pausch memberikan “kuliah terakhir” di CMU yang berjudul Really Achieving Your Childhood Dreams. Waktu itu dia sudah divonis akan berumur setahun lagi karena kanker (ini bukan benar-benar “kuliah terakhir” karena setelah itu dia masih memberikan beberapa kuliah [...]

Selamat Ulang Tahun Istriku Sayang

Kemarin Istriku berulang tahun. Sama seperti ulang tahun yang sebelum-sebelumnya, aku nggak ngasih kado. Biasanya sih benda-benda yang diperlukan selalu dibeli di saat yang tepat (sewaktu punya duit, sewaktu harganya murah/diskon, sewaktu ada yang dititipin, dsb), dan itu biasanya bukan di hari ulang tahun. Sejak pacaran hingga sekarang, sudah 5 ulang tahun kami rayakan bersama, [...]