Senin, 10 Juli 1995
06.00
Bangun pagi, padahal masih ngantuk.
07.22
Morning callnya baru bunyi padahal kita sudah hampir selesai mandi.
07.30
Mengeluarkan koper ke depan pintu dan turun makan. Makanannya oke lho! Ada roti Perancis, Croissant, Baked Beans, Scrambled Egg, Orange Juice, dll.
08.00
Pada kebelet ke WC. Aku dan dik Anggi ke atas duluan. Waktu lagi menunggu dik Anggi, ada yang ketok-ketok pintu. Dikira mbak Arie, ternyata petugas hotel yang berbicara dengan bahasa Inggris tulen mau mengambil koper.
08.45
Berangkat ke Airport sambil (lagi-lagi) tidur.
10.00
Pesawat jurusan Melbourne-Brisbane AN 604 take-off. Selama di pesawat dikasih makan Sandwich 3 rupa dan pie yang isinya bermacam-macam.
12.00
Tiba di Brisbane dan langsung menuju tempat pencukuran bulu domba, Australian Woolshed. Di sana makan steak domba sambil mencoba 1/2 gelas Wine (rasanya kayak tape singkong).
14.00
Melihat atraksi pencukuran domba. Setiap domba diberi nama sesuai jenisnya masing-masing. Sehabis mencukur bulu domba diteruskan lagi dengan atraksi anjing gembala. Terus mbak Arie minta dipotret sama koala. Sementara menunggu mbak Arie, kita potret bersama kanguru sambil memberi makan. Selesai potret-memotret, aku dan dik Anggi ke WC sebentar, sebelum membeli beberapa souvenir. Souvenir yang dibeli kali ini antara lain : lip care, kalung opal, badge, dll.
15.30
Menuju ke Mt.Coot-cha, tempat tertinggi di kota Brisbane, dari tempat ini kita bisa melihat seluruh kota Brisbane. Di dekatnya terdapat Planetarium. Di sini kita beli pensil, batas buku, dll. Sebelum naik ke bis, iseng-iseng foto-foto dulu sama supir bisnya. Mbak Arie dikitik-=kitik sama dia lho! Dasar iseng.
16.00
Melanjutkan perjalanan ke sebuah gedung pertunjukan yang ada tamannya di tepi sungai. Sungai-sungai di sana tidak seperti sungai Ciliwung cs. Foto-foto deh! Di sana juga ada poster pertunjukan balet yang besar sekali.
17.00
Kita meneruskan perjalanan ke Gold Coast selama kurang lebih 1 jam. Selama di perjalanan, supirnya memutar video tentang Australia. Sebetulnya videonya bagus, tapi nggak ada yang lihat, semuanya tidur...teler...
18.00
Sampai di Gold Coast dan langsung menuju ke Ramada hotel di Surfers Paradise (pantai Kuta-nya Gold Coast). Dan kita mendapat kamar nomor 2501 dan 2502.
18.45
Turun ke bawah tanpa ganti baju dulu. Waktu lagi menunggu peserta-peserta lainnya, iseng-iseng sama ibu jalan ke toko majalah di sebelah hotel. (--4 sentences censored--)
Di Gold Coast nggak terlalu dingin jadi jaketnya pakai yang tipis saja sudah cukup.
Kita jalan ke Royal Thai Restaurant. Menunya Chicken Yom Yam. Selesai makan, beli boneka domba-dombaan. Mbak Arie mau pipis disusul dengan dik Anggi yang (--censored again--). Habis itu kita ke toko obat buat beli (--censored--) Durolax. Dan cari salep Purol, tapi penjaga tokonya sama sekali nggak tahu.
Terus kita beli kaos. Tadinya mau beli kaos gambar (--censored--), harganya cuma 6$ lagi, tapi mau dipakai kapan? Ada juga kaos The Fart, yang gambarnya berbagai macam kentut. Tapi nggak dibeli juga. Seram sih !
Akhirnya beli kaos Australia saja. Habis itu beli souvenir dan boneka kanguru.
Karena di deretan toko-toko itu sudah banyak yang tutup, maka kita menyebrang pindah ke deretan lainnya. Kita masuk ke toko majalah yang agak lebih besar dari toko yang di sebelah hotel. Ternyata ada majalah Star Trek Official Fans Club of Australia, pastinya dibeli dong ! (--a sentence censored--)
Sepanjang pertokoan itu, banyak sekali mesin 'How Sexy Are You?', ramalan Astrologi, aneh-aneh deh ! Yang pasti bagus buat menghabiskan sisa-sisa koin.
21.00
Dalam perjalanan pulang kita sempat menelpon ke Jakarta dengan telpon kartu, di Jakarta masih jam 6 sore. (--2 sentences censored--)
21.50
Selesai mandi ternyata ada Star Trek : The Original Series ( Star Treknya Captain Kirk ). Jadi sebelum tidur, nonton dulu. Malam ini tidur sama mbak Arie.
Senin, 10 Juli 1995
06.00
Bangun pagi, padahal masih ngantuk.
07.22
Morning callnya baru bunyi padahal kita sudah hampir selesai mandi.
07.30
Mengeluarkan koper ke depan pintu dan turun makan. Makanannya oke lho! Ada roti Perancis, Croissant, Baked Beans, Scrambled Egg, Orange Juice, dll.
08.00
Pada kebelet ke WC. Aku dan dik Anggi ke atas duluan. Waktu lagi menunggu dik Anggi, ada yang ketok-ketok pintu. Dikira mbak Arie, ternyata petugas hotel yang berbicara dengan bahasa Inggris tulen mau mengambil koper.
08.45
Berangkat ke Airport sambil (lagi-lagi) tidur.
10.00
Pesawat jurusan Melbourne-Brisbane AN 604 take-off. Selama di pesawat dikasih makan Sandwich 3 rupa dan pie yang isinya bermacam-macam.
12.00
Tiba di Brisbane dan langsung menuju tempat pencukuran bulu domba, Australian Woolshed. Di sana makan steak domba sambil mencoba 1/2 gelas Wine (rasanya kayak tape singkong).
14.00
Melihat atraksi pencukuran domba. Setiap domba diberi nama sesuai jenisnya masing-masing. Sehabis mencukur bulu domba diteruskan lagi dengan atraksi anjing gembala. Terus mbak Arie minta dipotret sama koala. Sementara menunggu mbak Arie, kita potret bersama kanguru sambil memberi makan. Selesai potret-memotret, aku dan dik Anggi ke WC sebentar, sebelum membeli beberapa souvenir. Souvenir yang dibeli kali ini antara lain : lip care, kalung opal, badge, dll.
15.30
Menuju ke Mt.Coot-cha, tempat tertinggi di kota Brisbane, dari tempat ini kita bisa melihat seluruh kota Brisbane. Di dekatnya terdapat Planetarium. Di sini kita beli pensil, batas buku, dll. Sebelum naik ke bis, iseng-iseng foto-foto dulu sama supir bisnya. Mbak Arie dikitik-=kitik sama dia lho! Dasar iseng.
16.00
Melanjutkan perjalanan ke sebuah gedung pertunjukan yang ada tamannya di tepi sungai. Sungai-sungai di sana tidak seperti sungai Ciliwung cs. Foto-foto deh! Di sana juga ada poster pertunjukan balet yang besar sekali.
17.00
Kita meneruskan perjalanan ke Gold Coast selama kurang lebih 1 jam. Selama di perjalanan, supirnya memutar video tentang Australia. Sebetulnya videonya bagus, tapi nggak ada yang lihat, semuanya tidur...teler...
18.00
Sampai di Gold Coast dan langsung menuju ke Ramada hotel di Surfers Paradise (pantai Kuta-nya Gold Coast). Dan kita mendapat kamar nomor 2501 dan 2502.
18.45
Turun ke bawah tanpa ganti baju dulu. Waktu lagi menunggu peserta-peserta lainnya, iseng-iseng sama ibu jalan ke toko majalah di sebelah hotel. (--4 sentences censored--)
Di Gold Coast nggak terlalu dingin jadi jaketnya pakai yang tipis saja sudah cukup.
Kita jalan ke Royal Thai Restaurant. Menunya Chicken Yom Yam. Selesai makan, beli boneka domba-dombaan. Mbak Arie mau pipis disusul dengan dik Anggi yang (--censored again--). Habis itu kita ke toko obat buat beli (--censored--) Durolax. Dan cari salep Purol, tapi penjaga tokonya sama sekali nggak tahu.
Terus kita beli kaos. Tadinya mau beli kaos gambar (--censored--), harganya cuma 6$ lagi, tapi mau dipakai kapan? Ada juga kaos The Fart, yang gambarnya berbagai macam kentut. Tapi nggak dibeli juga. Seram sih !
Akhirnya beli kaos Australia saja. Habis itu beli souvenir dan boneka kanguru.
Karena di deretan toko-toko itu sudah banyak yang tutup, maka kita menyebrang pindah ke deretan lainnya. Kita masuk ke toko majalah yang agak lebih besar dari toko yang di sebelah hotel. Ternyata ada majalah Star Trek Official Fans Club of Australia, pastinya dibeli dong ! (--a sentence censored--)
Sepanjang pertokoan itu, banyak sekali mesin 'How Sexy Are You?', ramalan Astrologi, aneh-aneh deh ! Yang pasti bagus buat menghabiskan sisa-sisa koin.
21.00
Dalam perjalanan pulang kita sempat menelpon ke Jakarta dengan telpon kartu, di Jakarta masih jam 6 sore. (--2 sentences censored--)
21.50
Selesai mandi ternyata ada Star Trek : The Original Series ( Star Treknya Captain Kirk ). Jadi sebelum tidur, nonton dulu. Malam ini tidur sama mbak Arie.
Kemaren bongkar-bongkar laci Star Trek di kamar. Emang niat mencari sebuah catatan sih... tapi waktu akhirnya menemukan catatan yang dimaksud, tetep aja takjub: 1) kok masih ada? 2) kok dulu niat banget ya? nulis catatan perjalanan pakek WordStar, terus diprint pakek dot matrix.
Sayangnya dari 14 halaman, ada 2 halaman yang hilang. Dan itu halaman yang berisi info yang pengen kucari. Arggghhh...
Anyway... lucu aja mbaca lagi tulisan jaman ABG itu. Bahasanya sederhana banget. Catatan itu ditulis tahun 1995, aku baru aja masuk SMU.
Kapan deh... aku pasang di Blog Catatan Perjalanan, tapi mungkin ada beberapa hal yang harus di-sensor, karena ada yang kurang patut untuk di-publish... (biasa deh, jorok), terus mesti scanning foto terkaitnya juga.
Saya melihat saat ini mulai banyak orang Indonesia, termasuk yang levelnya awam mulai menggunakan Linux. Tapi saya lihat juga masih banyak orang dan mahasiswa yang masih sangat berfokus ke produk Microsoft atau entitas komersial lainnya. Mungkin salah satu alasannya adalah lebih mudah mencari uang dari produk-produk komersial tersebut. Sebagai orang yang lama memakai produk open [...]
Lebaran kemaren
Pas lebaran kemaren aku ke tempat hendro ..asiikk. Aku ambil cuti 3 hari, itu brarti semingguan lebih di tempat hendro. Senangnyaaa. Iyah seneng si seneng, tp tepar. Ampir tiap hari masak da gitu masaknya banyak bgt lagih. Ga jelas ni hendro, serasa bayar utang ajah. Cuman bukan bayar utang puasa, tp bayar utang makan.
Mana porsi hendro pula, buanyaak dan bukan buat sekali maem
Sekarang ini seharusnya sudah memasuki akhir dari musim hujan. Tadi siang matahari bersinar dengan garang. Sinar matahari yang menerobos masuk lewat jendela kaca, membuat mata saya beberapa kali memandang langit di luar jendela. Melihat gumpalan awan putih di langit yang biru cerah, saya langsung tergerak mengabadikan langit biru tersebut.
Walaupun kamera yang kami punya hanya [...]
We’ve deployed support for the Facebook Platform on Friendster as part of the Friendster Developer Program. Tens of thousands of developers can now introduce the applications and features they’ve built on the Facebook Platform to Friendster’s 80 million users around the world. Friendster is the first major social network and social website of any kind to deploy both the OpenSocial and Facebook de facto industry standards for the benefit of Friendster users and the developer community.
Developer applications on the Friendster network enrich the user experience by providing hundreds of new and interesting features to use and share, with new features added on a weekly basis. These hundreds of new features include music, games, 3-D avatars, virtual worlds and experiences, group chat, videos, photos, sports, TV shows, entertainment, and news and information. For Friendster users, applications provide another way to connect with friends by using and recommending new applications.
Developers can easily port their Facebook applications to Friendster within hours or a few days. Developers can go to http://www.friendster.com/developer/index.php?type=fbopen for more information, download and include the Facebook API library in their code (see Downloads), and get an API key using our self-service web form (see Get API Key). Most applications are easy to port to Friendster, with the easiest being those that use the API methods, FBML tags, FQL queries or FBJS deployed as part of this major release. Additional details and documentation can be found at www.friendster.com/developer.
Hari ini saya ketemu Mr. Bennet. Jangan salah, ini bukan tokoh dalam Heroes atau film apapun, tapi ini nama sebenarnya. Jadi ceritanya hari ini saya makan siang di sebuah restoran Thai bersama Shari. Terus, setelah kami selesai makan, Shari ngebaca tulisan saya sambil ngasih komentar gitu. Tiba-tiba, si Mr. Bennet yang baru saja masuk ruangan [...]
Pernah ga sih ngebayangain hanya untuk membuka pintu kamar yang terkunci, kita mesti membayar 300 SEK atau sekitar Rp. 410 rb-an (1 SEK = 1,373.76 IDR) kepada orang yang membukakan pintu tersebut? Memang kalo dipikir-pikir tak masuk akal. Namun peristiwa itu hampir saja terjadi pada saya pagi ini (1/10). Pfyuh….
Pagi ini mestinya saya ada kuliah pukul 9 pagi. Itu artinya paling lambat saya mesti berangkat pukul 8 pagi dengan bus yang memakan waktu perjalanan sekitar 30 menit. Pukul 7.20 saya bergegas mandi. Biasanya saya selalu menutup pintu kamar dan membawa kunci ke kamar mandi. Yang sedikit ‘aneh’ dengan pintu kamar saya adalah untuk membuka dari luar, saya harus menggunakan kunci. Tanpa kunci, bisa dipastikan saya tidak akan pernah masuk tanpa merusak pintu tersebut.
Setelah selesai mandi, saya baru ingat kalo tidak ada kunci kamar di kantong celana saya. Waduh….gawat nih. Kekhawatiran pun terjadi dan saya tak bisa masuk kamar dan pergi ke kampus. Apa yang mau dilakukan? Telepon, laptop, jaket dan semuanya ada di kamar. Yang tersisa hanya handuk dan peralatan mandi. Teman saya menawarkan laptopnya untuk menghubungi Landlord dan melaporkan kejadian ini untuk segera membuka pintu.
Telepon pertama diangkat dan mereka berjanji akan datang dalam 30 menit. Tapi 1 jam berlalu (sudah jam 9 pagi) tak ada petugas yang datang. Telepon kedua juga diangkat dan dialihkan ke Security Guard. Tapi jawaban petugas ini membuat saya shock.
“If we come and open the door, you will be charged 300 kr in cash. Have you called the Karlskronahemn? It’s free if they do it.”
Oh man… Dah gila apa orang-orang ini?
Untuk ketiga kalinya saya menghubungi Landlord dan saya disambungkan ke maintenance. Lagi-lagi jawaban ini membuat saya shock.
“I can open it, but you have to pay 200 kr in cash. Or just wait until 10 o’clock and they will open it for free.”
Emang dunia sudah gila. Ya sudahlah, saya pun menunggu sampai pukul 10 pagi. Alhasil, saya pun dipastikan tidak hadir dalam kuliah tersebut.
Pukul 10 pagi, saya menelepon kembali namun tak satupun yang mengangkat. Seorang teman mengatakan mereka sengaja tidak mengangkat karena tau bahwa kau akan menelpon kembali. Mereka ingin kau membayar - tidak gratis. Sial, kenapa di sini juga masih ditemukan kalo bisa sulit kenapa dipermudah? Dengan mulai gusar, pukul 11 saya telpon kembali. Kali ini saya disambungkan dengan maintenance dan saya mendapatkan jawaban yang melegakan. Mereka akan datang antara pukul 12 dan 1 siang. Ah…sungguh melegakan.
Hampir jam 1 siang, mereka pun datang. Sialnya, sebelum membuka pintu dia bilang,
“After I open this door, could you show me your passport?”
Bah, dah ga bisa masuk kamar selama 5 jam, kini ditanyain passport lagi, kayak imigran gelap diinterogasi pihak imigrasi. Sungguh hari ini hari yang sungguh berbeda dari hari sebelumnya.
Pelajaran penting yang saya dapat hari ini adalah tidak ada tempat bagi kecerobohan dan kelalaian. Kecerobohan adalah konfirmasi sikap bahwa kita sebenarnya tidak sungguh-sungguh dalam melakukan segala sesuatu. Terlalu besar harga yang mesti dibayar untuk sebuah kecerobohan yang tampaknya sepele.

Â
Hari terakhir puasa, hari menjelang lebaran merupakan hari yang spesial buat umat yang merayakannya. Walaupun Joe dan saya tidak merayakan lebaran, tapi buat kami hari ini juga merupakah hari yang spesial. Kalau mengikuti kelender hijriah, hari menjelang lebaran sekitar 5 taun yang lalu merupakan hari dimana saya dan Joe berangkat ke depok bersama-sama naik bis [...]