sedih.. hiks.

lagi sedih niy. semalam 'dimarahi' teman saya. hikss.. padahal saya kan tidak sengaja, atau saya kan tidak menyengajakan diri (duh, bahasa apa pula itu!!) sehingga akhirnya terjadi seperti ini. kalau mau dirunut-runut, gara-garanya ada 2. gara-gara kesatu adalah akhir-akhir ini...

Indifferent

Woke up with the most uncomfortable feeling in my chest. It's one of those days when you realize you're obsessed with something more than you can handle. And among school work, trying to feel oriented, and trying to feel at...

My Firefox Extention


Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Deprecated: Function eregi() is deprecated in /home/cahyoga/public_html/wpress/wp-content/plugins/wp_ozh_clickcounter.php on line 223

Bagi pengguna browser Firefox ataupun yang sedang ingin ujicoba, mungkin list berikut bermanfaat. Ini adalah sebagian extention yang saya pikir bermanfaat, dan saat ini sedang nempel di browser tempat tulisan ini diketik.

Misalkan untuk Adblock Plus (no urut 1 di bawah). Dengan extention tersebut, anda akan mendapatkan halaman detik.com yang jauh lebih bersih dari biasanya ;) .

Detik.comCapture

Berikut ini list secara lengkap, dan harap maklum karena belum sempat memberi resensi satu per satu.

Surabaya-Yogya Trip: Bagian IV

Keliling Yogya
Pagi ini kita ke UGM dulu, ngambil legalisir, terus abis itu brunch di salah satu kantin di UGM. Makan gudeg dan minum Milo. Harga di kantin itu sih sepertinya harga mahasiswa, 6000 sudah sama minum, kalo di sekitar kantorku, gak dapat makan doang 6000, nasi soto aja 7000. Tapi kalo ingat-ingat 4 tahun yang lalu, di belahan kampus yang lain... rasanya 6000 itu udah mahal banget deh... [hmm... namanya juga inflasi neng...

Dari kantin, kita foto-foto dulu di depan kantor pusat-nya UGM, terus abis itu naik taksi ke Taman Sari. Oh ini dia... pas di Taman Sari kita mengalami sedikit kesulitan yang bisa jadi pelajaran buat lain kali... Waktu turun dari taksi, baru sadar kalo kita bertiga gak punya uang 10rb-20rban. Adanya pecahan kecil-kecil atau sekalian gede. Buat bayar taksi, kita masih ada duit seribuan dikumpul-kumpulin. Abis itu nyoba mecah duit di loket tanda masuk, ternyata bapak kasirnya gak punya kembalian. Jadi kita ngumpulin ribu-ribuan lagi.

Ouw....We’re in trouble nih: gak bisa ngasih tip buat guide. Padahal sebenernya lebih enak kalo diantar oleh guide, supaya ada cerita-cerita menarik. Akhirnya kita berusaha menghindar dan berkelit dari setiap tawaran guide. Harus cari cara untuk mecah duit dulu nih...

Untung ada yang jualan minuman di dalam situs Taman Sari itu. Bapak yang jualan minum itu punya galeri lukisan batik. Yang jelas: dia punya kembalian buat uang kita. Setelah minum, kita ngeliat-liat galeri lukisan batik itu. Yang dimaksud lukisan batik itu adalah lukisan yang cara bikinnya sama dengan membatik. Pake dikasih malam (lilin), direbus, dst... Keuntungannya adalah: dia bisa dicuci!! Dah gitu harganya itu cukup mencengangkan... untuk lukisan sebesar 50cmx100cm harganya sekitar 75-120rb. Yang pake prada 200rb. Hmm... terus mereka untungnya dari mana ya? Kalo bahan bakunya mungkin emang murah, lebih murah dari lukisan kanvas kali ya, tapi itu kan karya seni bou... bikinnya susyaah. Kalo dibawa keluar negeri, harganya bisa berlipat-lipat tuh.

Kita dikasi harga diskon buat lukisan batik mungil kira-kira 30x30cm, karena tampang kita yang kucel, pribumi (alias item), dan pake ransel (baca: tampang mahasiswa).

Setelah punya cukup pecahan uang buat tip, buat naik becak, dan buat lain-lainnya... kita pun jadi lebih pede. Dan terus menggunakan jasa guide. Pertama kita ke ”kolam renang”-nya Taman Sari dulu. Dua kolam di luar tempat mandinya para putri, termasuk selir-selir, di dalam ada 1 kolam lagi untuk sultan. Air kolamnya dikasi kaporit supaya gak butek. Bau kaporitnya jadi bikin kangen sama Kemang Sport. hehe...

Kembali ke Taman Sari...

Ternyata dulunya kompleks Taman Sari jauh lebih besar dari yang ada sekarang, banyak kebun buah-buahan, bahkan ada ”laut buatan” segala, lengkap dengan jalan bawah tanah. Waktu tahun 1812 sempet tertimbun karena letusan gunung Merapi. Baru digali lagi setelah jaman modern ini, diprakarsai oleh orang-orang asing malah.

Sekarang di sekitar kompleks Taman Sari sudah banyak rumah penduduk. Mesjid Bawah Tanah dan tempat semedinya sultan sekarang berada di tengah-tengah rumah penduduk. Oya, salah satu bangunan besar di dekat ex-laut buatan itu (aku lupa namanya apa), tempat sultan bisa melihat pemandangan kota Yogya, matahari terbenam, dan matahari terbit, sekarang dalam keadaan rusak terkena gempa bulan Mei 2006. Dulunya pengunjung boleh naik ke bangunan tersebut, namun setelah gempa bangunan tersebut ditutup.

Kita mengunjungi mesjid bawah tanah, kemudian melewati jalan bawah tanah yang dulunya berada di bawah laut buatan, kemudian keluar di dekat pintu depan kompleks Taman Sari itu. Sebenernya yang sekarang pintu depan kompleks Taman Sari, dulunya adalah pintu belakang. Pintu depannya yang asli masih ada, tapi langsung berhadapan dengan rumah penduduk, sehingga ditutup.

Dari Taman Sari, kita mau naik becak ke Mirota Batik di Malioboro. Terus waktu kita tanya, berapa harganya kalo ke Mirota bertiga satu becak. Aku memperkirakan, bapak becaknya bakalan nawarin harga paling sedikit 15rb. Ternyata... aku gak bisa menyembunyikan tampang melongoku waktu si bapak becak nawarin harga 10rb!! Haaa??

Ya wis, tanpa tawar-menawar kita pun naik ke becak itu. Gile juga bou... kita kan bertiga... Hmm... formasinya gini nih: aku dan Sapi di pinggir, dengan kaki yang di sebelah dalam dinaikkan ke atas kaki yang sebelah luar, untuk menyediakan tempat buat Irva. Kayak gini nih hasilnya... (sempet-sempetnya foto di atas becak)

Ternyata jauh juga bok... karena si bapak agak muter, duh kasian juga. Dah gitu panas pisan lagi... sempet nyebrang jalan gede pula, aku sampe bela-belain menyelamatkan jempol kakiku yang nongol keluar becak, biar gak ter-ekspose langsung pada mobil-mobil yang melintas di jalan gede itu. Huehehehehe....

Wuaaahh... untung Mirota AC-nya dingin. Aku sendiri hanya nyari pesanannya orang-orang, terus ternyata nemu sabuk manik-manik yang akhirnya kita kasih nama: sabuk trio macan. Abis dangdut banget, tapi keren sih.... Terus beli hio rasa vanilla (hhmm... I luv vanillaaa....).

Di dekat Mirota, ada yang jualan tas kloso(tiker), lucu banget. Katanya yang jual sih kalo di mall harganya X rb, di situ dia nawarin X/2 rb gak bisa ditawar. Sapi berminat sama tas itu sebenernya. Tapi karena kita masih belum sreg, jadi kita mau nyari dulu di sepanjang Malioboro, kali aja ada yang lebih lucu.

Kita meneruskan perjalanan, mampir makan pempek dulu. Terus mampir ke mall Malioboro. Nyari batik langganannya Sapi, namanya batik Gading. Dia biasa buka stand kecil di mall Malioboro. Lumayan lama juga di stand batik yang kecil itu. Kita sampe ndeprok di lantai milih-milih kemeja, rok cumi-cumi, dan selendang.

Terus kita juga ngebahas motif-motif batik itu, dengan bantuan mbak batik Gading yang waktu sekolah diajarin mbatik. Ternyata batik Gading itu jual batik dengan motif-motif klasik: parang, kawung, sidomukti, truntum. Beberapa ada yang variasi, tapi variasi dari motif-motif itu juga. Warna backgroundnya semua putih (seperti umumnya batik Yogya), dan warna foregroundnya hanya coklat dan biru. Warna yang "berani" kalo dibandingkan dengan batik Solo, tapi tetep "konvensional" kalo dibandingkan batik pesisir. Kesimpulannya: yogya banget, sangat klasik... tidak lekang dimakan jaman.

Dari mall Malioboro, kita nyari ikan wader. Setelah mengambil kesimpulan bahwa kita gak kuat kalo disuruh balik ke tempat tas kloso/tiker tadi (ternyata sepanjang Malioboro gak nemu yang lebih lucu dari itu), kita balik ke mall Malioboro lagi (ada yang lupa dibeli), terus ke rumah budenya Sapi.

Dari rumah bude, kita ke Warung Steak&Shake di jalan Kaliurang, dekat hotel. Ternyata Steak&Shake itu sama dengan Steak&Shake yang di sebelah mess Pertamina Sawunggaling Bandung.

Walah... padahal dulu aku pernah makan di Steak&Shake yang di Bandung, terus ngicip Sirloin Steak-nya si NDC, ternyata rasanya aneh bin ajaib, kebanyakan tepungnya. Tapi ya sudahlah... sudah janjian di situ sih... Tapi... ternyata oh ternyata... aku akhirnya mesen Sirloin Steak juga, awalnya ikut-ikutan yang laen ajah... rupanya rasanya gak seperti waktu di Bandung, yang ini lebih enak... nyampur tepungnya tuh lebih jago, jadi gak kerasa ”tepung banget”.... wow...

Abis itu langsung pulang ke hotel, ngegosip sama Sapi sampe jam 2 malam. Waktu subuh-subuh bangun mau nganterin Irva ke airport, akhirnya kita gak jadi nganterin, karena masih ngantuk, wekekekek... sori banget Va... Untungnya di luar jam 5 pagi sudah mulai keliatan matahari.

Perjalanan Pulang
Aku sama Sapi baru bangun lagi jam 8, terus kita sarapan di hotel. Menunya bihun goreng dan kerupuk udang, ditambah dengan teh super kental, weeekkksss.... Trus kita memutuskan untuk ke Mirota lagi. Aku mau beli sabuk trio macan untuk Hayat, plus si Sapi mau beli tas kloso kemaren. Dari Mirota, balik hotel lagi, terus ke airport. Lunch di KFC yang di Airport. Pesawatnya lumayan tepat waktu, terus kita dapat tempat duduk di sebelah bapak-bapak aneh tanpa bulu. Wuih...

Akhirnyaa.... kembali ke Jakarta... Btw, sepertinya dalam waktu dekat aku bakal balik lagi ke Yogya!! UGM, I'm coming...!!!

Surabaya-Yogya Trip: Bagian III

Kereta kita jam 7 pagi berangkat dari Gubeng, pesertanya aku, Sapi, dan Irva. Perut masih kacau sisa-sisa kemaren. Jadi kelaparan, tapi gak minat sarapan, akhirnya ngemil aja sepanjang jalan.

Di jalan gak terlalu banyak menikmati pemandangan, banyakan ngobrol, nonton film, dan tidur aja. Keretanya lumayan tepat waktu, jam 12 sudah sampai di Yogyakarta. Terus langsung nyari taksi buat ke hotel Ishiro. Oya, ternyata kalo pake Taxi Service yang di stasiun, tarifnya lebih mahal dibandingkan pake argo. Rp.35rb buat kemana aja di dalam kota. Tapi misalkan tujuan kita agak jauh, misalnya Solo... jadi lebih hemat kali ya? Hehe... tapi kalo tujuannya Solo sih... mendingan tadi turun di stasiun Balapan ajah.... :-D

Setelah leyeh-leyeh sebentar di hotel, kita terus ke FMIPA UGM, mau masukin legalisir ijazah si Sapi. Agak-agak sok tauk pas naik bis gitu... orang hotel bilang tarifnya 1500, jadi kita ngasih 5000 buat bertiga. Dah gitu berharap dikembalikan 500 kan... ternyata bukannya ngebalikin 500 kita, si kondektur malah aplusan di deket lampu bangjo. Pas kita ngeliat di pintu bis, ternyata ada stiker bertuliskan Rp.2000/orang. Huehehehe... ya maap...

Terus ternyata tidak sesuai dengan dugaan kita, bis yang kita naikin tuh gak lurus ke arah FMIPA, tapi belok kanan... Umm... untung aja ada pintu menuju FMIPA, gak jauh dari situ. Abis itu kita ke Plaza Ambarukmo (orang-orang menyingkatnya jadi Amplas – Ambarukmo Plasa). Mall yang lumayan gede gitu deh... tapi katanya babak belur pas gempa Mei 2006 kemaren.

Di situ kita langsung cari makan di Taman Sari Food Court. Nemu bakso langganannya Sapi yang tadinya hanya ada di Galeria. Hmm... kayaknya kita kelaparan beneran nih... aku makan bakso, batagor, dan es teler. Hmm.... kenyaaanngg.... Abis itu jalan-jalan keliling mall sampe waktunya makan malam. Setelah foto-foto di depan mall, terus kita pulang.

Surabaya-Yogya Trip: Bagian II

Salon dan Foto-foto
Pagi-pagi, pakek acara kesiangan, tanpa breakfast dulu, kita langsung berangkat dari hotel. Sepanjang jalan jadi kelaparan deh...

Tujuan pertama kita adalah SALON. Sapi, Irva, dan Hayat pada make-up, sedangkan aku cuci blow saja. Sudah mesen minta dicatok... hihihii... obsesi pengen rambut lurus kayak iklan sampo. Kayak gini nih tampang kucel kita pas sebelum berangkat dari hotel:











Dari sana kita menuju ke Modern Photo untuk foto berempat. Mbak-mbak fotografernya kooperatif banget sih... tapi ternyata susah juga ya jadi obyek fotografi yang baik... Si Pince keliatannya pengen banget ikutan foto... wah sayang sekali Pince... jenis kelamin menentukan di sini...

Ini salah satu hasil foto kita yang judulnya Jadul:









Halal-Bihalal

Selesai foto, kita gak selesaikan urusan administrasinya dulu, kita cepet-cepet cabski, karena mau ke tempat pak Budhi, bossnya Pince. Ada halal-bihalal ceritanya. Pince bukannya langsung ke tempat pak Budhi, melainkan jemput si Aang dan Astri dulu di hotel. Walah?? Sebenernya tadi sudah sepakat sama si Aang, mereka gak ikutan ke pak Budhi juga gak apa-apa... Tapi karena sudah terlanjur sampe di hotel, jadi kita sekalian ganti ke kostum kondangan Pandu saja....

Setelah ganti pakaian, berangkat ke pak Budhi. Sampe di sana, sudah jam ½ 11, menurut jadwal harusnya acaranya sudah selesai, tapi ternyata malahan belum mulai, baru sampe ke acara berdoa. Makan juga belum...

Mulai deh kerasa ”panasnya Surabaya”... wuaaahhh.... haaauussssnyyaaa.a... begitu ada tawaran untuk makan es dari ibu Budhi, langsung ssiiikkkaaatttt.... Esnya enak loh, isi sirsak, leci, nata de coco, terus bisa ditambah dengan tape ketan ijo sesuai selera... aku sampe nambah 2 kali. Soale seger banget sih... Terus karena kelaparan, rencana semula mau salaman aja di tempat pak Budhi, akhirnya kita makan beneran.

Jam ½ 12 pamitan sama pak Budhi, terus menuju tempat kondangan Pandu yang ternyata lumayan jaauuuhhh.... trus sumuk pula di dalam mobil, padahal AC-nya sudah heboh gitu. Untung aja bajuku mengandung bolong-bolong... jadi lumayan deh ada angin sedikit...

Kondangan Pandu
Kondangan Pandu gak begitu sumpek, jadi nyaman mau ambil-ambil makanan sampe puas. Aku ngambil kikil lontong, peking duck, es buah warna biru, dan 2 gelas fruit punch (haauuusss boo’...). Ini dia aksi kita di tempatnya Pandu:

Nah, dari Pandu kita ke Modern Photo lagi, untuk menyelesaikan masalah administrasi dan ngambil hasil foto kita. Hasilnya lucu-lucu... ada yang keren, ada yang jadul, ada yang aneh dan creepy...

Dari Modern Photo, balik ke hotel lagi, terus kita pada tepar kepanasan... bobok siang sambil gantian mandi, gantian mengeluh masuk angin, plus ngeracunin si Astri dengan cerita-cerita aneh kita... huehehehehe....

Jam 4 si Hayat siap-siap berangkat ke stasiun, dia gak boleh cuti, jadi harus balik ke Cirebon. Bubye Hayat!! Sementara itu si Pince lagi kebingungan, karena tauk-tauk ada request buat menjemput tamu di Juanda, dadakan pula... idih... emangnye si Pince bagian Pasasi...?? Wong kita temen-temennya saja sudah arrange dari jauh-jauh hari, lha ini tamu kantor enak aje dadakan minta jemput.

Oya, beberapa menit setelah Hayat pergi, aku menemukan ada yang lebih di dalam dompetku. TERNYATA...!!! Si Hayat tadi kan salah buka dompet, dia sudah memasukkan harta benda ke dalam dompetku dan lupa mengeluarkannya lagi!! Ya ampyun... dia bawa sangu lebih gak ya? Hehe... ada-ada saja...

Kondangan Azhar
Malamnya kita ke kondangan Azhar di ITS. Pennnuuuhhh banget, mungkin karena 2-2nya orang Surabaya, jadi segala famili, temen, kolega dari kedua belah pihak pada berdatangan semua.

Dari ITS, kita ngantar Aang dulu ke tempat ibunya. Terus ke IndoGrosir, beli persediaan air minum, abis itu pulang ke hotel. Bubye Pince…!!! Thanks a lot for everything yaahh…!!

Surabaya-Yogya Trip: Bagian I

Kayaknya udah telat banget nih nulis blognya, si Hayat dan Sapi udah duluan. Btw, sebelum dipindahkan ke blog ini, catatan perjalanan ini ditulis di balik lembar deklarasi/claim SPD yang kutemukan di dalam tas ranselku.

Citibank Lounge Karena nyampe di airport agak awal, jadi waktu boardingnya masih lama banget. Daripada nunggu gak jelas, mendingan masuk citibank lounge, sekalian pengen makan gratis, soalnya lapar banget habis kuliah, terus juga cape banget... sepertinya enak leyeh-leyeh di sofanya citibank lounge.

Seperti kunjungan yang lalu-lalu, kali ini aku juga dapat pengalaman unik dengan makanan di situ. Yang pertama adalah Siomay ala Dimsum yang penampilannya oke banget (aku sampe ngambil 2 loh...), tapi ternyata... allloootttt....tapi kalo taste-nya sih... boleh lah...

Terus ada lagi Kentang Goreng Achoo Achoo, sebenernya kentang goreng biasa, dikasi bumbu keju bubuk, tapi bubuk kejunya itu bikin bersin-bersin....!!! Jadi sambil makan kentang, sambil bersin-bersin...

Yang terakhir adalah Pisang Sintetis... aku kira makanan yang di sebelah siomay itu adalah batagor, karena selain penampakannya seperti batagor kingsley, terus... batagor kan salah satu pasangannya siomay. Setelah aku makan satu gigitan, ternyata pisang goreng. Tapi di dalamnya tuh dikit banget potongan pisangnya, yang banyak malah adonan seperti terigu yang rasanya kayak pisang, wuah... dah dikira batagor, ternyata terigu yang menyamar jadi pisang.... alot pula...

GA-326 Ternyata pesawatnya delay ½ jam. Trus batere HP-ku mulai menipis pula. Sudah PD aja nyari outlet listrik di exec lounge, ternyata... aku baru ingat kalo chargernya aku taroh di bagasi. Waaakkss... padahal butuh buat nelpon Pince Mance di Surabaya nanti kaann...!!!

Untungnya... gak lama-lama... dipanggil juga tuh. Aku dah lumayan terakhir-terakhir masuk pesawatnya. Dapat bangku 6F. Biasanya kan bangku F itu dekat jendela ya, ternyata... entah gimana, di sebelah bangku nomor 6 itu, baik yang kolom A maupun F, dindingnya gak berjendela. Walah... ini mah lebih parah dari duduk di B atau E..., untung aja kursi E-nya kosong, jadi gak terlalu claustrophobic.

Malam Pertama di Surabaya Sampe di Surabaya, airportnya baru euy... desainnya keren loh, dengan kaca-kaca transparan menghadap ke apron. Setelah ngambil barang.... keluar dari airport, udah dijemput sama anak-anak!!!

Duile... tuh die si Pince Mance host kita selama di Surabaya... seksi transportasi, merangkap seksi akomodasi, seksi konsumsi juga, untungnya gak sekalian seksi dokumentasi. Dia langsung meracuni aku dengan salam-salam gaulnya, rupanya dari tadi dia sudah melatih anak-anak yang lain, kayak gini nih:

Pince: ”ABCDEFG....”
Kita-kita: ”Aduh Bo....Capek Deh Eke.... Fiuh... Giillleeee...”


Terus satu lagi, yang sebenernya cukup standar sih... :

Pince: ”Yuk Yak..?”
Kita-kita: ”YUUUKK....”

[kok ya kita mau aja disuruh ngikutin si Pince]

Belum lagi mobilnya yang penuh dengan barang Tasmania, mencurigakan deh... dipakek buat apa aja ya Tasmania-Tasmania itu.... huehehehe...

Tadinya malam ini si Pince pengen ngajak kita ke Kya-Kya, tempat makan terkenal itu, tapi mau menuju ke sananya aja macet banget, rupanya ada layar tancap menyambut hari Pahlawan. Untuk melepaskan diri dari kemacetan aja butuh waktu lama.

Akhirnya kita berhenti di warung makan sedap malam (mungkin sedapnya hanya kalo malam saja) yang jualan Rawon dan Soto di deket mess Darmo Kali. Keliatannya penuh banget, tamu-tamu berdatangan terus. Mas-mas yang bertugas sebagai kalkulator ngomongnya cepet banget, sampe-sampe gak bersedia disela. Oya, terus ada kelompok pengamen lagu keroncong, lucu banget deh... salah satunya bawa cello, tapi caranya kayak bawa gitar, terus mainin-nya juga kayak mainin gitar.

Selesai makan, kita langsung pulang ke hotel Pasah Asih, ibu-ibu sekamar bobok ber-4. Padahal sebenernya AC-nya kurang dingin tuh... kayak gini nih tampang kita sebelum bobok:

Belajar Pemrograman Symbian

Dulu, aku pernah nyoba nulis-nulis pengalaman mrogram Symbian di symbian.compactbyte.com, tapi akhirnya blog itu jarang diupdate. Sekarang setelah mulai mrogram lagi, blog itu mulai diupdate lagi. Mudah-mudahan kali ini lebih sering dan lebih teratur.

SENANG – HAPPY

I don't know, maybe I don't want to know, WHY I'm very full energy and seems happy aura around me.I like it.Maybe because less than a month I'll be in my hometown with all my families, my old friends and INDONESIAN FOODS.I wish I can do all my to do lists here before my departure, so I can have a peaceful holidayIndonesia GUYS, please please give me your cellphones, I'll call you as soon as I

SENANG – HAPPY

I don't know, maybe I don't want to know, WHY I'm very full energy and seems happy aura around me.I like it.Maybe because less than a month I'll be in my hometown with all my families, my old friends and INDONESIAN FOODS.I wish I can do all my to do lists here before my departure, so I can have a peaceful holidayIndonesia GUYS, please please give me your cellphones, I'll call you as soon as I