Middle Earth Trip: Day 0

Ini adalah hari “pertama” dari Middle Earth Trip kami, tapi karena hanya memakan waktu kurang dari ½ hari dan hanya dipergunakan untuk berangkat dari kantor + naik pesawat menuju Sydney, jadi aku menomorinya dengan “0”.


Aku berangkat dari kantor jam ½ 5. Rencananya sih jam 4, tapi berhubung jam 4 kurang masih diajak diskusi tentang project yang sedang berjalan, jadi molor deh. Sementara Omla berangkat dari hotel Le Meridien, lagi ada acara kantor di sana.


Untungnya jalur yang aku lalui relatif kosong. Kecuali setelah naik tol di Kemayoran aja, jalan tolnya agak merayap. Tapi selepas Pluit Interchange sih lancar jaya. Jam 5 lebih dikit udah sampai di bandara. Tinggal nungguin Omla aja nih, yang ketahan macet di Slipi.


Sambil nunggu Omla, aku sempet makan roti kaya di Old Town White Coffee.. Udah abis rotinya, Omla belum datang juga. Iya sih udah check-in via web kemaren malem, tapi tetep aja sih… kalo kita gak masukin bagasi tepat waktu bisa panjang urusannya.


Omla akhirnya datang jam ½ 7. Gak punya uang buat bayar taksi pula… Aku yang sebenernya udah ngambil uang khusus buat bayar airport tax terpaksa merelakan uang airport tax tadi buat bayar taksi. Buat airport tax, karena malas ngambil lagi, aku ngumpulin uang 5000-20000an dari dalam dompet dan tas sampe jumlahnya cukup buat bayar airport tax 2 orang. Hihihi… Habis bayar airport tax, uang rupiahnya langsung abis… tinggal 2000an aja 2 lembar.


Setelah memastikan uangnya cukup, kami masuk ke area check-in. Jreeeengg…. ternyata yang ngantre check in buat penerbangan CGK-SYD panjang bener… Kami langsung masuk ke counter baggage drop / web check-in. Mas-masnya langsung komentar: “beruntung sekali udah web check-in, penerbangannya over-booked, banyak penumpang yang ngomel karena dapat kursi gak deket jendela.” Over-booked? Mungkin maksudnya Fully-Booked kali ya….


Sambil jalan menuju ke departure gate, mampir dulu ke toko gadget, beli charger mobil yang kelupaan diangkut. Niatnya buat nge-charge HP kalo lagi di mobil sewaan pas di North Island nanti. Tapi ternyata gak terpakai loh… Mungkin karena HP-nya gak banyak dipake nelpon, jadi batrenya gak abis-abis. Terus tabletnya juga gak dinyalain data connectionnya, jadi meskipun udah muter playlist sampe berkali-kali, batrenya gak abis-abis juga.   


Kembali ke Bandara Soetta lagi…. kami lewat security check, terus nunggu di departure gate. Ternyata batre HP dah mau pengsan. Sempet ngecharge sebentar di booth charge HP, gak lama terus boarding.
Sibuk baca
Pesawatnya Airbus A330. Kami milih (iya masih bisa milih karena web check-in) deket jendela kanan, kursi nomor 35. Pramugarinya gak tua-tua seperti dugaanku, karena ternyata sulit untuk menemukan pramugari dalam penerbangan ini, adanya pramugara. Kebanyakan seumuran Gandalf dan Picard pula…
Muka bantal
Setelah menunggu dengan agak kelaparan, akhirnya makanan keluar. Aku memilih ayam pakai kentang. Terus setengah ngarep dapat roti yang enak. Ternyata dapatnya roti ala orang Indonesia: yang lembut dan empuk. Padahal kalo roti sukanya yang kasar dan agak alot. Makan malam diwarnai dengan kerupuk beterbangan. Gara-gara terlalu semangat membuka bungkusan kerupuk.

Selesai makan, terus sikat gigi dan cuci muka. Terus tidur…  

Sebulan Joshua

Sebulan pertama dengan newborn merupakan masa penyesuaian baik untuk saya dan juga baby. Walaupun Joshua anak ke-2 dan seharusnya saya sudah punya pengalaman ngurus Jonathan tapi ternyata perjalanan ngurus anak pertama atau kedua masing-masing punya cerita sendiri. Sebelum lupa ada … Continue reading

Mengapa Harga Pembuatan Aplikasi Mobile Mahal

Salah satu pertanyaan yang sering diajukan ke saya adalah: berapa harganya membuat aplikasi mobile. Jawaban saya biasanya: tergantung aplikasinya, tapi minimal beberapa juta (ini benar-benar minimal, untuk aplikasi statik sangat sederhana sekali), biasanya angka yang saya sebutkan adalah belasan atau … Continue reading

Selamat Datang Joshua Nugroho

Setelah Jonathan berusia 4 tahun 6 bulan 28 hari, adik Jonathan lahir. Seperti kakaknya, Joshua dilahirkan di rumah sakit Sriphat, di kota Chiang Mai, Thailand pada วันเสาร์ (wan Sao) tanggal 6 มิถุนายน (Mithunayon) 2558 atau hari Sabtu Legi 6 Juni … Continue reading

Raspberry Pi

Saat ini saya punya banyak sekali benda yang bisa saya oprek. Sekarang saya cuma mau cerita salah satu di antaranya: Raspberry Pi (RPI). Raspberry Pi adalah komputer kecil dengan harga relatif murah (35 USD). Saat ini saya punya 6 Raspberry … Continue reading

Satu Windu (Delapan Tahun) di Chiang Mai

Tulisan ini tulisan yang terlambat 1 bulan. Kami tiba pertamakali di Chiang Mai 2 Mei 2007 dan sekarang sudah bulan Juni tahun 2015. Tidak terpikir sebelumnya kami akan tinggal di negeri ini sampai selama ini. Waktu pertama kali tiba di … Continue reading

Medan, Depok 2015

Tahun ini kami pulang lagi ke Indonesia setelah tahun lalu pulang dua kali. Tiket kali ini dibeli ketika ada promo AirAsia sebelum Risna hamil. Sebenarnya sempat juga terpikir untuk menghanguskan saja tiketnya (atau saya dan Jonathan saja yang pergi). Kami … Continue reading

Jaringan di Rumah

Waktu sampai di Chiang Mai dulu, kami cuma diberi modem dengan 1 port ethernet, kira-kira seperti ini (tapi bukan TOT, kami memakai 3BB). Risna memakai Macbook, saya memakai laptop Linux. Koneksi internet saya share via Wifi. Tapi lama-lama setting ini … Continue reading