Dingin di Bandung… Hujan lagi… tadi seharian gak lepas jaket, tumben-tumbenan, biasanya aku paling gak betah pake jaket. Pas jalan menyusuri Asia-Afrika menuju ke Simpang Lima pun masih berjaket.
Pas pulang tadi, aku tiba-tiba pengen minuman panas... pilihan paling logis adalah hot chocolate. Berhubung aku gak terlalu seneng teh panas dan minum kopi hanya kalo terpaksa. Tadi mampir di M&M Dago, mau beli madu dan kartu ucapan. Tapi ternyata aku gak menemukan minuman coklat instan kecuali Milo 3 in 1(tapi mesti beli 30 sachet bok!).
Umm... heran deh, susah banget nyari minuman coklat instan. Kalopun ada hanya Milo atau Ovaltine saja. Dulu pernah ada keluaran Delfi, tapi mungkin gak laku yaa... makanya gak diproduksi lagi. Padahal coklat itu minuman yang yummy-yummy loh... better than coffee yang jelas.
Terus... kalo di menu coffee break, coklat juga gak pernah ada... adanya teh dengan jeruk nipis, atau coffee dengan krim. Di menu buffet makan pagi di hotel juga gak pernah ada. Satu-satunya tempat yang menyediakan coklat untuk diseduh sendiri adalah: Citibank Lounge.

Ini dia... beberapa minuman hot/cold chocolate menurut pendapatku:
Oh La La: Yang panas is still the best, yang dingin… terlalu ngeres
Potluck: Yang panas enak, tapi gak lebih enak dari Oh la La
Milo 3 in 1: ini first aid kalo lagi ngidam minum coklat. Dingin lebih nikmat…
Starbucks: Cream-nya kayak santan. Weeekksss…
Bengawan Solo: Kurang legit dan terlalu manis, tapi oke-oke aja buat kalo lagi ngidam coklat pas di luar rumah.
Café Wien: Biasa aja, banyak granule-nya, jadi sedikit ngeres.
Café Pisa: Biasaaaaa baaaanngggeeeettttt…. Gak sesuai sama harganya deh… gak mau beli lagi…
Café Tizi (Bandung): Banyak bou, di pot/teko kecil gitu… rasanya lumayan...
Hotel Salak: Banyak, tapi gak enak, kayaknya ovaltine doang deh tuh…
Secret Recipe: Lumayan… tapi gak terlalu legit.

Resepku sendiri (diturunkan dari mbak Leni, temen di Ciseeng): Susu kental manis putih secukupnya, terus ditambah dengan coklat bubuk Van Houten. Tambahin air panas deh. Jangan dikasi gula lagi. Rasanya jadi gak terlalu manis, legit-legit gitu deh… Yummy!!
Setelah nulis panjang ttg coklat… ternyata ujannya tambah gede…. Terus tambah dingin, tambah kepengen coklat deh… Huuuuaaaaaa…..
Senin minggu lalu: Latian ILe, sampe jam 11, pulang nebeng Kia, langsung ke Utan Kayu.
Selasa: Ke Bandung, nginep di Aquila. Presentasi STK, dengerin rapat sampe tertidur-tidur.
Rabu: Masih di Bandung, after lunch balik ke Jakarta, terus malamnya Latian ILe lagi.
Kamis: Dirongrong sama orang-orang kantor soal keberadaan seseorang, padahal aku gak peduli... tapi... what a surprise, sorenya si Hayat nongol di Kwarnas bersama pak Dicky.
Jum'at: Pas Jum’atan ke Atrium bareng Bi dan Hayat, makan siang di Platinum, sekalian merayakan our 3rd Anniversary @Pertamina.
Sabtu: ke pameran Yamaha, terus ke PIM bareng Hayat. Masuk ke Societe, dapet 3 buah CD lucu-lucu.
Minggu: Arisan di rumah. Sorenya latian ILe sampe jam 10. Uji coba pakek kostum, yang ada keketawaan sampe mules-mules, ngeliat orang-orang pada berkelakuan gak matching sama kostumnya.
Senin: Makan siang di Atrium, karena hujan deras, bareng Bi, p Ung, dan p Yus. Jadi kita memutuskan untuk pergi â€dari parkiran ke parkiranâ€. Sorenya lomba bareng ILe di Gedung Bank Mega (wuah... jadi mengungkap beberapa not-so-good memories). Penonton cukup terhibur sama penampilan kami, bukan karena kita â€that goodâ€, tapi karena kita ngelawak di atas panggung. Yeah, tapi adegan buka jubah itu emang t-o-p-b-g-t, dari awal aku sudah tauk pasti reaksinya heboh. Abis itu ngabur rame-rame dan makan malam di Blok S (es teler Rp9000, dan ayam penyet Rp8000). Waktu itu dapet kabar kalo ternyata kita masuk final. Sungguh tak dapat dipercaya...
Selasa: Ditinggal ke Shangrila sama semuanya. Terus disuruh ke Bandung lagi, acaranya HSE. Harusnya berangkat sorenya, duh tapi bagaimana mungkin... emangnya aku bisa pergi tanpa packing. Bubar deh rencanaku hari itu... tadinya: Pulang kantor langsung cabs ke Plangi—ke Johnny Antrean buat creambath (ketombe merajalela, masa’ baru setengah hari setelah keramas, ketombe sudah banyak)—makan malam—pulang. Jadinya: Pulang kantor jam 2 siang—ke UI ternyata Ndulo masih lama—ngambil taksi di Proklamasi, sampe ketiduran gara-gara macet di per-4-an Kuningan—packing buat ke Bandung dan ke Yogya (wiken besok aku mau kuliah di Yogya)—berangkat ke Plangi (tapi gak sempet ke salon)—belanja kilat di Giant buat melengkapi bawaan yang kurang—makan malam—ke toko inceran—ke Aston Atrium—ke Utan Kayu.
Rabu: Ke Bandung lagi. Begitu keluar Jakarta langsung tidur. Bangun-bangun udah hampir masuk Pasteur. Itupun udah terpaksa banget bangunnya. Pulang dulu ke rumah, buat taroh barang-barang, abis itu langsung ke Savoy sambil makan Sariroti rasa Cokelat yang semalam aku beli di Giant. Sampe di Savoy, ah… untungnya banyak temen-temen BPS K3LL 2003, terus ada bu Sri juga, manajer tetangga di lantai 10. Gila deh, susah banget untuk stay awake… ngantuk banget. Mana hari ini yang diomongin adalah Regulasi, ya yang dari BPMIGAS, dari KLH, dari DEPNAKERTRANS, dari Ditjen Migas, pokoknya segala regulasi yang berkaitan dengan HSE deh. Gimana gak tambah ngantuk…
Pulangnya… dah kepikir mau naik taksi, tapi kalo udah di Bandung, aku jadi gak suka naik taksi, mendingan sedikit jalan dan naik angkot deh… pertamanya berniat mau naik Dago Kelapa sampe jl.Pungkur, terus naik Kelapa Dago lagi yang ke arah Dago. Aku liat hujan rintik-rintik minimalis, ealah… tapi baru saja aku berjalan keluar Savoy, kira-kira baru sampe ke KM 0-nya Bandung, hujan rintik-rintiknya mulai membesar… gak sampe deras sih… tapi cukup bikin rambutku basah. Setelah mempertimbangkan mau ngorbanin baju atau ngorbanin rambut, akhirnya milih menyelamatkan rambut, jadi jaketku (yang sebenernya tidak tahan air itu) dilepas terus digunakan untuk menutupi kepala.
Waktu aku udah berdiri di pinggir jl. Lengkong, masa’ gak ada satupun angkot Dago Kelapa yang lewat… gak biasanya… aku pikir yah mungkin aku emang harus naik taksi. Jadi aku kembali masuk ke Jl. Asia-Afrika dan mulai berjalan ke arah Simpang Lima. Di sepanjang Asia-Afrika pun gak ada taksi. Kalopun ada, taksinya berpenumpang. Wah, sungguh menakjubkan... Akhirnya... aku jalan kaki sambil setengah kehujanan sampai ke Simpang Lima. Dari situ langsung aja naik Kelapa Dago. Dari Simpang Lima sampe ke pasar Simpang... memakan waktu 1 jam!! Dari Simpang Lima sampe ke Cikapayang mungkin hanya makan waktu 20 menit, sisanya dihabiskan dari Cikapayang sampe pasar Simpang. Macet bangeeettt....
Untung juga ya gak jadi cream bath, karena hari ini ternyata aku hujan-hujanan. Eh, tapi ntar dulu... aku kan gak jadi cream bath karena disuruh ke Bandung, kalo gak ke Bandung aku juga gak bakalan hujan-hujanan ya... sisi baiknya adalah: sekarang kan sudah jarang hujan-hujanan, jadi tadi itu adalah kesempatan langka untuk hujan-hujanan, lumayan untuk mengungkap kembali kenangan lama di Bandung yang banyak berhubungan dengan hujan (oya, ntar mau bikin posting tentang waktu aku, Eldi, dan Jimbong kayak tikus nyemplung ke got).
Hmm... sebenernya aku sih seneng ke Bandung, tapi aku gak suka caranya yang dadakan gitu. They can do that to me, karena aku ada rumah di Bandung. Tapi capek kan tiap kali berangkat jam 5 pagi, masih setengah ngantuk terus udah harus menghadiri acara dinas. Kalo mau dua hari sebelumnya kek… Jadi aku bisa berangkat santai-santai sehari sebelumnya…
Sekarang masih di Bandung… dingin di sini… karena tadi seharian hujan…
Manusia menciptakan prosedur untuk mempermudah suatu kejadian yang mungkin dilakukan lebih dari sekali. Ada beberapa prosedur, prosedur yang benar-benar sama, atau prosedur yang memiliki sedikit perbedaan. Jika memungkinkan perbedaan itu di jadikan parameter. Yang jelas prosedur itu seharusnya diciptakan bukan untuk mempersulit kerjaan deh. Oke enough about that stuff.
Hal yang ingin gue sampaikan adalah kejadian [...]
I have several times discussion about the existence of the God with several of my friends.This time, I'll try to answer one of statements that intends to refuse the existence of the God.I call IT as the God, and it doesn't limit from a belief that believes with multiple Gods/gods.One day, there is a man, called Bob, that wants his hair and beard are trimmed such that it looks better.Therefore, he
I have several times discussion about the existence of the God with several of my friends.This time, I'll try to answer one of statements that intends to refuse the existence of the God.I call IT as the God, and it doesn't limit from a belief that believes with multiple Gods/gods.One day, there is a man, called Bob, that wants his hair and beard are trimmed such that it looks better.Therefore, he
What does it mean Resilience system?does it enough by measuring.... using availability?????Need an answer??? :(
What does it mean Resilience system?does it enough by measuring.... using availability?????Need an answer??? :(
Those words.. in common passwords in secure and dependable system (i.e., critical system).In Avizenis et al. [TSDC,2004]- Availability : the readiness of the system to provide a correct service- Reliability : the continuity of the system to provide a correct servicebased on these definitions, it seems both properties are going in the same polarity. [Hypothesis] For instance, if a system is highly
Those words.. in common passwords in secure and dependable system (i.e., critical system).In Avizenis et al. [TSDC,2004]- Availability : the readiness of the system to provide a correct service- Reliability : the continuity of the system to provide a correct servicebased on these definitions, it seems both properties are going in the same polarity. [Hypothesis] For instance, if a system is highly
How could I?? how could I?!!
Uuuuu I hate myself, how could I forgot on such an important date.
I am doomed, yes I screwed everything up. How could I be so stupid. What was I thinking??!?!!!
Oh ya that project...ooooo such a dumb. Could I do at least one thing right??
Astagfirullah.
I am saturated, need to be recharged, need to see kemp pikka...hiks
[05.12.2006 12:20]
stupidme : Hai B,